Mohon tunggu...
Mita Puspita Sari
Mita Puspita Sari Mohon Tunggu... Mahasiswa Pendidikan Matematika

Tidak ada kata terlambat untuk BERUBAH, selamat membaca :)

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Solusi Mengatasi Anak dengan Gangguan Perilaku

17 Mei 2021   17:46 Diperbarui: 17 Mei 2021   17:57 135 1 0 Mohon Tunggu...

Selain kemampuan setiap anak juga memiliki karakter yang berbeda-beda. Perbedaan inilah yang menjadi salah satu alasan para calon orang tua diwajibkan untuk mempersiapkan diri dengan memperbanyak membaca tentang dunia kembang anak . Coba simak pertanyaan dibawah ini :

Pernahkah kamu mendengar tentang cerita dari seorang ibu yang  bingung menghadapi anaknya yang males belajar ? atau pernahkah kamu melihat anak yang suka menangis histeris jika keinginanya tidak terpenuhi ,bahkan bisa menjadi marah dan melempar setiap barang yang ada disekitarnya atau bahkan memukul orang tuanya? heemm.. terkadang anak bisa terlihat baik dan menggemaskan namun ada waktu dimana anak akan terlihat nakal dan mengganggu. Menjadikan anak seusianya yang bersikap lebih baik darinya sebagai perbandingan bukan hal yang bijak ya calon bunda dan ayah, hal ini justru bisa berdampak pada hilangnya kepercayaan diri seorang anak dan kebimbangan pada diri anak untuk menjadi dirinya sendiri.

Seorang anak bisa dikatakan memiliki gangguan perilaku jika ia menunjukan pola tingkah laku yang menyimpang dan berulang  selama sedikitnya 6 bulan hingga lebih. Hal ini tidak boleh diabaikan karena bisa menarik anak pada pola pikir yang salah dan menyebabkan anak sulit bergaul , bermasalah disekolah baik dalam pertemanan ataupun pembelajaran dan bahkan memiliki hubungan yang kurang harmonis dengan keluarga dan lingkunganya.

Bagaimana ciri-ciri anak yang memiliki gangguan perilaku ?

  • Mudah marah dan sulit menahan emosi
  • Sering membantah omongan orang tua  dan sulit menerima saran
  • Suka melakukan kekerasan baik fisik atau verbal
  • Merasa dirinya yang paling hebat,suka mengejek teman-teman atau  menyelesaikan masalah dengan kekerasan dan berbuat onar
  •  malas belajar, suka berbohong bahkan mencuri
  • memiliki keberanian melanggar aturan baik dirumah ataupun diluar rumah seperti merokok sebelum waktunya, bolos sekolah atauh mencoba minum minuman berakhol

Mengantisipasi ataupun menghadapi karakter anak yang seperti ini bisa dimulai dengan kesadaran dari para calon orang tua bahwa  setiap anak terlahir bagai kertas putih yang membawa banyak hal baik dan positif yang ditanamkan oleh penciptanya didalam kodratnya seperti kejujuran, penyanyang , percaya diri , amanah dll.  Namun didalam proses tumbuh kembang anak banyak hal baru yang dilalui dan factor dari Pola asuh orang tua dan Lingukangan menjadi pondasi utama terbentuknya karakter .

Hingga saat ini belum ada penelitian yang bisa menetapkan alasan pasti penyebab gangguan perilaku pada anak , namun ada beberapa hal yang diduga  dapat meningkatkan resiko penyebab gangguan perilaku pada anak, yaitu :

  • Kondisi kesehatan tertentu : Dalam kondisi hamil , dokter kandungan sering kali mengingatkan agar ibu hamil menjaga nutrisi asupan makananya karena hal ini sangat berperan dalam tumbuh kembang anak. Ibu dengan pola hidup yang buruk selama kehamilan seperti merokok, minum minuman beralkohol atau mengkonsumsi obat-obatan  dapat meningkatkan resiko anak mengalami gangguan perilaku nantinya bisa  karna kurang sempurnanya pertumbuhan janin, lahir premature atau adanya kelainan dan gangguan otak pada anak .
  • Pola Asuh dan Hubungan keluarga : Seorang anak beresiko mengalami gangguan perilaku pada kondisi hubungan keluarga yang kurang harmonis ,seperti pola asuh dengan kekerasan baik fisik ataupun verbal sehingga anak  mengingat dan merekamnya ,yang kemudian menjadi pembentuk karakter kerasnya.

Lantas bagaimana menghadapi anak yang memiliki gangguan perilaku ?

 Dengan melihat 2 hal yang diduga menjadi penyebab utama resiko gangguan perilaku pada anak ,kita bisa merubahnyaa dengan terapi keluarga atau menguatkan interaksi positif dalam keluarga,seperti  :

  •  memberikan cinta yang seharusnya dengan cara yang baik dan positif karena sebenarnya  anak yang berkarakter tumbuh dari orang tua yang berkarakter.
  •  orang tua harus mengetahui terlebih dahulu bagaimana harapannya pada anak yang sejatinya hanyalah titipan dan perbanyak intropeksi atas pola asuh yang diberikan  serta memulai belajar tentang dunia anak yang nantinya akan menjadi jembatan untuk membangun komunikasi yang lebih baik lagi pada anak .
  • Memberikan kepercayaan dengan kebebasan memilih yang diimbangi dengan dukungan untuk memunculkan kembali kepercayaan diri anak serta rasa dihargai dan dibutuhkan .
  • Mencintai anak tanpa syarat, hal ini akan berpengaruh pada kemampuan social anak dimana dia akan mampu bergaul secara sehat jika dalam dirinya ada perasaan berharga , berkemampuan dan pantas untuk dicintai yang tumbuh dari respon orang tua yang perhatian , menghargai segala hal baik yang dilakukan anak dan mencintai anak tanpa syarat .

Jadi anak-anak dengan gangguan perilaku membutuhkan keterlibatan orang tua dalam terapi pemulihanya , hal ini sejalan dengan pernyataan Richard Epstein peneliti asal universitas Chicago yang mengatakan "banyak penelitian yang mengatakan keterlibatan orang tua sangat penting untung intervensi psikososial  anak-anak" dan juga pernyataan  Jonathan Corner, peneliti di Pusat Anak dan Keluarga di Universitas Internasional Florida "Perilaku anak yang menganggu tidak terjadi dalam ruang hampa. Interaksi orang tua-anak adalah konteks utama untuk membantu perkembangkan anak".

VIDEO PILIHAN