Media

Multimedia Sebagai Kemasan Baru Informasi

12 Februari 2019   19:30 Diperbarui: 13 Februari 2019   00:19 110 0 0
Multimedia Sebagai Kemasan Baru Informasi
www.onhold.on.ca

Kata multimedia sudah tak asing lagi terdengar. Sekarang ini multimedia sering disebut diberbagai ranah. Multimedia seolah menjadi bagian penting dalam era kemajuan pesat teknologi ini. Lalu apa sebenarnya multimedia itu?

Pengertian

Dari masa-kemasa konsep mengenai multimedia berubah sesuai dengan eranya. Tahun 60-an multimedia diartikan sebagai seperangkat alat media yang berbeeda kemudian digabung untuk dipergunakan dalam presentasi. Pengertian multimedia pada tahun 90-an berubah menjadi transmitting text, audio and graphics in real time.

Kata multimedia bermula dari dua kata dasar, yaitu multi yang berasal dari bahasa Latin, yaitu nouns yang memiliki pengertian jamak, banyak atau bermacam-macam. Kemudian kata dasar ke dua adalah media, yang juga berasal dari bahasa Latin, yaitu medium yang memiliki arti sebagai perantara atau sesuatu yang digunakan untuk menghantarkan, menyampaikan atau membawa sesuatu.

Berdasarkan dua kata dasar tersebut jika dipadukan maka multimedia dapat diartikan sebagai kombinasi dari berbagai media (format file) yang dapat berupa teks, gambar (vektor atau bitmap), grafik, suara, animasi, video, interaksi, dan lain-lain yang kemudian disajikan dalam file digital (komputerisasi), dengan tujuan untuk menyalurkan pesan kepada publik.

Terdapat beberapa pengertian multimedia menurut para ahli. Rosch (1996) memberikan pengertian bahwa multimedia merupakan penggabungan dari komputer dan video. Sementara Turban, dkk (2002) menyebut multimedia adalah penggabungan dari paling tidak dua komponen media input maupun output dari data, media dapat berupa audio (suara, musik), animasi, video, teks, grafik ataupun gambar.

Dari pengertian di atas maka dapat kita ketahui bahwa di dalam multimedia terdapat tiga unsur penting, yaitu audio, teks dan visual (foto, grafik, video, animasi).

Komponen Dalam Multimedia 

  1. Teks. Teks menjadi bahan dasar dalam pembuatan pesan atau informasi berbasis multimedia. Penggunaan teks dalam multimedia diperlukan sebagai penjelas dalam memberikan keterangan sehingga kemunculannya perlu diperhatikan supaya tingkat keterbacaannya tidak rendah.
  2. Grafik. Grafik dapat diartikan juga sebagai gambar. Manusia berorientasi pada visual (visual oriented), jadi informasi yang disajikan dengan menggunakan gambar, animasi atau video akan lebih mudah untuk ditangkap dibadingkan dengan informasi dalam bentuk tulisan saja.
  3. Gambar (Images Atau Visual Diam). Elemen gambar dapat memiliki dua fungsi, yaitu sebagai bentuk visual penunjang isi teks untuk semakin memperjelas dan membantu memberikan gamabaran. Serta, gambar dapat juga berguna sebagai perangkum. Memberikan gaya penyajian baru dan nuasa baru dari informasi yang berbentuk monoton. Adanya permainan warna di dalam gambar juga turut membuat mudah ditangkap mata dan menambah daya tarik.
  4. Video (Visual Gerak). Kata video berasal dari bahasa Latin yang berarti melihat. Video dapat diartikan sebagai gambar bergerak yang direkam untuk dipertontonkan.
  5. Animasi. Animasi berawal dari kata animation yang berarti gambar yang dianimasikan seolah-olah menjadi gambar hidup yang dapat bergerak secara alami seperti di dunia nyata. Animasi membantu untuk menilustrasikan apa yang tidak bisa ditangkap video.
  6. Audio (Suara, Bunyi). Penggunaan suara dalam multimedia dapat berupa narasi, lagu dan sound effect. Biasanya dalam penyajiannya audio dipadukan dengan foto atau teks untuk semakin memperjelas informasi yang disampaikan.
  7. Interaktivitas. Elemen interaktif hanya dapat ditampilkan menggunakan komputer. Unsur interaktif pada multimedia dapat berwujud navigasi, simulasi, permainan dan latihan.

Alasan Mengapa Harus Multimedia

Seperti yang telah dijelaskan dalam pengertian multimedia bahwa multimedia mencangkup tiga komponen, yaitu audio, teks dan visual. Dengan adanya multimedia pembaca tidak lagi monoton membaca dalam bentuk teks saja tetapi menikamati suguhan konten dalam bentuk output lain.

Dengan adanya dimensi baru yang disajikan dalam konten tentunya membawa angin segar bagi pembaca. Namun, dengan semakin gencarnya gempuran multimedia pola pembaca untuk mendapatkan informasi mengalami perubahan.

Dengan adanya multimedia setiap orang memiliki banyak pilihan cara menikmati suatu konten atau informasi. Multimedia mampu untuk menghidupkan teks dengan adanya unsur berupa audio ataupun video yang merupakan perpaduan audiovisual dalam penyuguhan konten.

Terdapat sebuah riset yang dilakukan Computer Technology Research (CTR), hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa orang mampu mengingat 20 % dari apa yang ia lihat dan 30 % dari yang didengarya. Akan tetapi orang dapat mengingat 50 % dari yang dilihat dan didengar dan 80 % dari yang dilihat, didengar dan dilakukan sekaligus.

Sehingga dapat dikatakan penggunaan multimedia yang merangsang segala indera tubuh dengan mengkombinasikan teks, audio dan visual cukup efektif digunakan dalam usaha untuk penyampaian pesan atau informasi. 

Jangan lupa dengarkan juga podcast saya yang juga mengulik tentang multimedia. Silahkan klik di sini