Mohon tunggu...
Muzamil Misbah
Muzamil Misbah Mohon Tunggu... Freelancer - Orang biasa yang gemar baca buku, makan dan jalan-jalan

Sarjana Ekonomi Universitas Negeri Malang, suka menulis tentang ekonomi dan puisi, pegiat literasi keuangan

Selanjutnya

Tutup

Financial Pilihan

Jebakan Financial Generasi Milenial dan Cara Mengelola Keuangan dengan Bijak

9 Agustus 2023   18:00 Diperbarui: 9 Agustus 2023   18:03 266
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
ilustrasi generasi generasi milenial, sumber: freepik

Pada tahun 1991, MC Hammer menjadi salah satu rapper terkaya dengan kekayaan bersih sebesar 33 juta dolar. 

Namun, sayangnya, semua itu tidak bertahan lama. Hanya dalam waktu lima tahun, Hammer bangkrut dan memiliki hutang hingga 13 juta dolar. 

Kisah ini menimbulkan pertanyaan yang menggugah pikiran: Apakah stabilitas keuangan ditentukan oleh besarnya penghasilan atau kemampuan kita untuk mengelolanya? 

Meskipun keduanya memainkan peran, 

menghasilkan uang sebanyak apapun tidak akan membantu kita dalam jangka panjang jika kita tidak bisa mengaturnya.

Dari generasi milenial yang sudah bekerja, ternyata banyak yang tidak memiliki tabungan sama sekali. 57% dari generasi ini mengaku mengeluarkan uang terlalu boros

Sikap boros ini sering kali menghasilkan pengeluaran yang tidak terkontrol, menyebabkan sulitnya menabung atau berinvestasi untuk masa depan.

Zaman yang semakin maju membuat manusia tidak hanya berusaha untuk bertahan hidup, tetapi juga berusaha untuk berkembang. Berkembang di sini merujuk pada upaya kita untuk melampaui keadaan saat ini, didorong oleh keinginan dan harapan. 

Meskipun kemiskinan masih ada di banyak tempat, kebanyakan dari kita tidak hanya khawatir tentang bertahan hidup, tetapi lebih fokus pada berkembang.

Dinamika Uang dan Konsumerisme

Uang memiliki peran penting dalam upaya berkembang ini. Uang bukan hanya alat tukar, tetapi juga mencerminkan nilai dan status dalam masyarakat. 

Namun, seringkali kita terjebak dalam siklus penghasilan dan pengeluaran yang tidak terkendali, sehingga menghambat kemampuan kita untuk berkembang.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Financial Selengkapnya
Lihat Financial Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun