Mohon tunggu...
Misbah Murad
Misbah Murad Mohon Tunggu... O - "Tidak ada sekolah menulis; yang ada hanyalah orang berbagi pengalaman menulis."- Pepih Nugraha, Manager Kompasiana. chanel you tube misbahuddin moerad

"Tidak ada sekolah menulis; yang ada hanyalah orang berbagi pengalaman menulis."- Pepih Nugraha, Manager Kompasiana. chanel you tube misbahuddin moerad

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Bersahabat dengan Waktu

5 April 2020   07:09 Diperbarui: 5 April 2020   07:10 56
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gaya Hidup. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Rawpixel

Akhir-akhir ini sering lagi mendapatkan vidio dan cerita di whattsapp tentang seorang anak yang bertanya dengan bapaknya, berapa penghasilannya selama satu hari?

Ada lagi cerita tentang sianak yang ingin meminjam uang ayahnya sebanyak 30 ribu karena dia hanya memiliki uang 70 ribu, karena dia di beri tahu ayahnya penghasilan ayahnya sebanyak 100 ribu satu jamnya, seorang anak ingin membeli waktu ayahnya selama 1 jam, agar dapat bersama sang ayah bercanda, bercerita dan membagi waktu.

Pertanya sekarang adakah kita memiliki waktu yang cukup selama 1 x 24 jam?

Ataukah kita tidak bisa menyelesaikan pekerjaan selama satu hari penuh pada jam kerja kita, sehingga waktu yang tersisa tidak cukup lagi untuk keluarga, semua dicurahkan untuk sebuah pekerjaan.

Kalau di tanya baik seorang ibu atau seorang ayah, untuk apa dia bekerja, jawabnya hampir 100 %, saya bekerja semua untuk keluarga, untuk anak dan istri. 

Lantas pertanyaan besarnya, anak dan istri yang mana? bahkan waktu untuk keluarga pun sudah tidak ada, bahkan untuk menjaga kebugaran, berolah ragapun dia sudah tidak punya waktu, sibuk, bahkan ada yang merasa bahwa waktu adalah musuh besar bagi dirinya.

Pernahkah terfikir oleh kita, kalau kita sakit atau kalau kita meninggal, perusahaan tempat kita bekerja, yang kita luangkan waktu sepenuhnya untuknya, bahkan waktu untuk keluarga dan bahkan waktu untuk menghadap Allah saat panggilannya tiba, kita sudah tidak memiliki waktu lagi, sholat dilaksanakan diakhir-akhir waktu tidak mensegerakan.

Kalau kita sakit atau kita meninggal perusahaan paling berkata,"cepat sembuh ya, biar bisa beraktifitas kembali," atau "kami turut berduka, perusahaan sangat kehilangan dengan kepergiannya." Tapi besok mereka sudah mencari pengganti diri anda dan lusa anda sudah dilupakan.

Siapa yang merasa kehilangan saat kejadian ini terjadi, "keluarga" keluarga yang anda tidak punya waktu untuknya lah yang merasa kehilangan anda.

 Setiap orang memiliki waktu yang sama selama satu hari, yaitu 24 jam, dan waktu tidak bisa diundur ulang, hanya satu kali kesempatan dalam seumur hidup, waktu yang berlalu tidak dapat kembali, waktu adalah sesuatu yang terbatas dan saya serta setiap orang tidak menyukai batas ini, sehingga kita seolah-olah dikejar-kejar oleh waktu.

Bagi agama Islam sudah ada dalam Al-Qur`an, demi masa (waktu), sesunggunya manusia itu berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholih dan saling menasehati supaya menaati kebenaran dan saling menasehati supaya menetapi kesabaran."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun