Mohon tunggu...
Misbah Murad
Misbah Murad Mohon Tunggu... "Tidak ada sekolah menulis; yang ada hanyalah orang berbagi pengalaman menulis."- Pepih Nugraha, Manager Kompasiana. chanel you tube misbahuddin moerad

"Tidak ada sekolah menulis; yang ada hanyalah orang berbagi pengalaman menulis."- Pepih Nugraha, Manager Kompasiana. chanel you tube misbahuddin moerad

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi Pilihan

Dua Kata untuk Bangkit Kembali di Saat Wabah Corona

30 Maret 2020   12:24 Diperbarui: 30 Maret 2020   12:28 32 4 0 Mohon Tunggu...

Bisnis terpuruk

Dunia bisnis tetap berjalan walau lambat karena wabah covid-19 ini, semua program dan rencana kerja yang telah disusun dan dibuat sedemikian rupa, berubah total, dan kita wajib mengikuti perubahan itu, kita menyesuaikan dengan kondisi sulit seperti ini.

Laba perusahaan sudah di prediksi di akhir tahun 2020, hancur luluh, semua menangis, semua tersedu sedan, namun haruskan kita lempar handuk melihat kondisi ini, haruskah kita mengibarkan bendera putih ke udara kita menyatakan kita menyerah?"

Jadwal mudik yang biasanya ramai menjelang akhir ramadhan, saat ini ramadhanpun belum tiba, berduyun-duyun mereka mudik, tanpa menghiraukan bahwa mereka bisa jadi sebagai penyebar virus di keluarganya dikampung.

Pedagang tidak bisa lagi menjual dagangannya karena tidak ada yang mau membeli, orang lebih baik diam dirumah, memasak dirumah, penjual jasa seperti tukang pijit, ojek online, dan lain sebagainya, sepi.....semua sepi, mereka tidak bisa bertahan dengan kondisi ini, satu-satunya jalan bagi yang masih memiliki kampung ya......pulang kampung, dikampung masih ada sawah, masih ada padi, masih ada ikan di keramba yang bisa dimakan bersama keluarga.

Mall dan pasar terhenyak.....satu dua saja pengunjung yang datang dan itupun belum tentu membeli dagangan mereka, perusahaan-perusahaan semua lemas.

Teringat akan janji Allah, Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum, kalau bukan kaum itu sendiri yang merubahnya, artinya kalau kita diam  maka kita tidak akan berubah, kita terpuruk dengan rasa ketakutan yang semakin dalam.

Tetap ada hikmah dan manfaat dari penyebaran virus ini, dua hal.....ya ada dua hal yang bisa kita manfaatkan di masa-masa seperti ini, apa saja dua hal itu, kreativitas dan inovasi.

Kreativitas dan inovasi

Kreativitas dan inovasi adalah dua hal yang sangat dibutuhkan disaat virus corona menyebar dimana-mana, termasuk di tempat saya tinggal, diluar komplek perumahan saya, banyak pekerja harian yang tidak ada penghasilan sementara anak dan istri mereka tetap butuh untuk makan, tetap harus makan untuk kelangsungan hidup mereka.

Kreativitas dan inovasi dapat kita munculkan disaat seperti ini, keingintahuan dan kemauan agar tidak semua berduyun-duyun pulang kampung yang akan menyulitkan berhenti menyebarnya virus ini harus segera dilakukan, hal ini mendorong saya untuk mencoba banyak hal, terutama hal-hal baru, saya bilang kepada mereka, saya berbicara dan ingin mengetahui keinginan mereka, hal ini akan membuat kita menjadi orang-orang yang kreatif, dengan memanfaatkan musibah ini untuk mendapatkan penghasilan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN