Mirna Basthami
Mirna Basthami Ibu Rumah Tangga

Arsitektur lulusan Universitas Islam Indonesia dan Magister di bidang Urban Design lulusan Universiti Putra Malaysia dengan kajian utama Pedestrian Walkway for All. Tertarik pada bangunan tua,kota tua,sejarah kota,Kota Berkelanjutan, dan Sastra.

Selanjutnya

Tutup

Jakarta

The Power of Creativity

10 Oktober 2017   09:09 Diperbarui: 10 Oktober 2017   09:22 307 1 0

THE POWER OF CREATIVITY

Pernah dengar Da Vincci?Van Gogh? Picasso? Monet? Rembrandt? Steve Jobs? Mereka ini semua adalah sosok-sosok yang hidup dengan kreativitas. Sosok-sosok yang terkadang dianggap berbeda, inovatif dan 'aneh'. Selama ini, saya rasakan bahwa kreatifitas yang ada pada diri seseorang itu tidak terbentuk dan datang dari sebuah teori saja. Tapi memang yang terbesar adalah bakat dari 'sananya'. Sesuatu yang ajaib secara harfiah. Seperti kekuatan supernatural, kekuatan mistis, sesuatu yang sulit dijelaskan, dunia khayal, kekuatan Tuhan, keimanan, sesuatu dari dunia lain.

Terkadang saya merasakan sesuatu kreatifitas itu datang dengan tiba-tiba dan pergi juga dengan tiba-tiba. Jikalau kita tidak dengan cepat tanggap untuk menyimpannya dalam memori tubuh kita---dia akan menghilang begitu saja dengan cepat. Seperti menguap. Saya merasakan juga, kreatifitas yang datang terkadang tiba-tiba itu, terkadang membuat hidup saya lebih bergairah, berwarna, bersemangat---dan lebih merasa 'hidup'. Entah tiba-tiba jika kita sering mengajak batin dan jiwa ini berkomunikasi, pasti rasa kreatifitas itu sendiri sangat bisa sering datang. Apalagi orang-orang yang terbiasa dengan kehidupan 'memang harus menjadi kreatif' seperti seorang seniman, Arsitek dan lain-lain.

Kreatifitas bagi saya adalah sesuatu yang terjadi didalam jiwa dan raga kita untuk mencari keindahan. Entah itu keindahan dalam merangkai kata-kata, merangkai bunga-bunga, menata susunan buku-buku, pernak-pernik dan sebagainya. Bisa kita lihat, hasil yang dikerjakan dengan jiwa kreatifitas dan tidak ada kreatifitas, akab bisa terlihat perbedaannya. Hasilnya yang terlihat dan bisa dirasakan oleh jiwa kita adalah keindahan vs kekakuan.

Bentuk yang indah lebih sedap dipandang mata, tentu saja. Beda dengan versi lawannya---kaku, membosankan, biasa, statis, tetap. Jadi kreatifiti sangat penting untuk selalu diasah karena kreatifiti bisa jadi solusi baru untuk sebuah penyelesaian masalah apapun itu. Mengeluarkan pemikiran yang berbeda. Keluar dari 'box' yang biasa mengikat pikiran dan cara kita berpikir.

Kreatifitas pada setiap manusia itu tidak akan pernah sama. Lihat saja para seniman ataupun seorang Arsitek atau penemu-penemu. Ketika mereka diberikan tigas suatu proyek, antara yang satu dengan yang lain sudah pasti berbeda. Ada yang menonjolkan hasil dengan keindahannya. Ada yang mengeluarkan konsep dengan keunikannya. Ada juga yang hasilnya biasa-biasa saja. Tidak ada yang luar biasa. Cenderung sama atau mirip dengan yang lainnya.

Es yang dibuat dengan hasil sebuah kreatifitas- indah memadu satu dengan lainnya

Bagaimana cara kita menumbuhkan rasa kreatif? Sering-seringlah mengasah kemampuan untuk merasakan, melihat, mendengar, menyentuh, mendengar dan tentu saja berbicara dengan jiwa. Sebagai manusia, semua ini sudah ada alatnya di dalam tubuh kita. Tuhan sudah menciptakan fungsi masing-masing organ tubuh. 

Apa pentingnya sih sebuah kreatifitas bagi seorang manusia? Biasanya, adanya penemuan untuk hal-hal baru atau berbeda dikarenakan adanya sebuah kreatifitas. Penemuan untuk membawa atau menjadi ada sesuatu yang baru yang memiliki nilai-nilai jadi solusi baru untuk sebuah masalah.

Jadi, kreatifitas itu sangat penting digali dan dimiliki setiap individu. Dengan rasa 'krreatifitas', manusia akan menjadi manusia-manusia yang bisa merasakan jiwa dan raganya yang indah menyatu. Dengan kreatifitas, manusia bisa mendapatkan solusi baru untuk sebuah masalah. Dengan sebuah kreatifitas, manusia bisa menciptakan sesuatu yag lebih berguna, bermanfaat dan berharga bagi manusia sekarang dan akan datang. Itulah fungsi memiliki kreatifitas. Other have seen what is and asked why. I have seen what could be and asked why not - Pablo Picasso