Mohon tunggu...
Mira Marsellia
Mira Marsellia Mohon Tunggu...

You could find me at:\r\n\r\nBlog: http://miramarsellia.com\r\n\r\nTwitter: @miramarsellia

Selanjutnya

Tutup

Catatan

Mengapa Kucing Memakan Anaknya

27 Desember 2012   17:02 Diperbarui: 24 Juni 2015   18:56 18008 3 14 Mohon Tunggu...

Saya patah hati.

Kucing persia saya, si Lulu yang bulunya warna tiga memakan anak-anaknya yang baru lahir. Kejam sekali. Saya kesal dan marah padanya. Bahkan dia saya jewer dan saya jepret. Juga saya omeli panjang lebar dengan nada tinggi dan marah. Namun dia hanya mengeong dan menatap saya tidak mengerti. Anak-anak kucing yang malang itu ada yang lenyap sama sekali dia makan. Ada yang sepotong badan, ada yang hilang kepalanya. Benar-benar mutilasi. Saya sampai sekarang masih kesal sama Lulu. Lulu bodoh!.

Saya mencari berbagai referensi bacaan dari internet, mengapa ada kucing yang kelakuannya begitu mengerikan. Di National Geographic channel sih saya pernah menonton, ada macan tutul yang menelan anaknya. Tapi itu mayat anaknya yang tadinya sudah ditelan ular besar. Macan itu menelan anaknya karena demikianlah sang induk kucing menguburkan anak yang disayanginya. Berhari-hari macan itu meraung sedih di dahan pohon setelah hari kematian anaknya itu.

Nah si Lulu ini kan beda!

Anaknya tidak mati. Tapi dalam keadaan hidup. Pintar dia nunggu saya meleng. Pas malam hari saat semua orang tidur, demikianlah kejadian perkara itu berlangsung. Lulu ini mengesalkan, kalau tidak dimakan, anak kucing yang dia lahirkan akan dia telantarkan. Ada yang dia pindahkan ke genteng, untuk kemudian mati dengan sendirinya disana karena tidak dia urus dan susui.

Menurut yang saya baca, ada macam-macam hal yang menyebabkan kucing meninggalkan atau bahkan memakan anaknya:


  1. Stress, kucing bisa stress karena lingkungan tempatnya melahirkan tidak terasa nyaman dan tenteram untuk dirinya dan anak-anaknya. Misalnya tidak ada tempat untuk melahirkan, atau perubahan tempat dia tinggal.
  2. Bau yang tidak dia kenal menempel pada anak-anaknya. Kucing sensitif terhadap bebauan. Bila dianggapnya anaknya terkontaminasi bau yang tidak nyaman untuknya maka yang jadi korban anaknya yang tidak mau lagi dia urus.  Untuk itu jangan memegang anak kucing yang baru lahir.
  3. Anak-anak yang dilahirkan sakit. Kucing dapat mengenali anak-anaknya yang tidak berpotensi hidup sehat atau cacat, untuk itu dia membunuh anaknya duluan sebagai proses seleksi alam.
  4. Bawaan kucingnya, secara genetik memang dia tidak bisa mengurus anak-anaknya. Sepertinya si Lulu kucing saya ini berada di opsi terakhir, karena sewaktu melahirkan bareng dengan kucing sejawatnya, dia malah asik-asik saja anaknya diambil kucing lain dan disusui oleh ibu asuh tersebut. Si Lulu sendiri kemudian dengan tanpa dosa asik cari pacar lagi.


Saya masih marah pada Lulu sampai sekarang.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x