Mohon tunggu...
Mira Habibah
Mira Habibah Mohon Tunggu... Staff Tata Usaha Sekolah yang senang nulis....

Pekerjaan saya Staf Tata Usaha SMP. Saya hobby menulis, mencintai dunia literasi kadang merangkap jadi Guide Wisata

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Sampah Bioskop, Sepele tapi Penting

26 Mei 2019   08:18 Diperbarui: 26 Mei 2019   08:37 0 1 0 Mohon Tunggu...
Sampah Bioskop, Sepele tapi Penting
Dokumentasi foto : www.sumber.com

Bioskop masih menjadi tempat favorit masyarakat di seluruh dunia untuk menonton film favoritnya. Walau sekarang bisa menonton film di aplikasi berbayar ataupun di perekam bajakan (yang tak kunjung bisa dihentikan) tapi tetap tidak mengurangi antusias masyarakat untuk menonton film.

Namun kita jangan hanya sekedar membeli tiket, membeli makanan lalu menonton tapi juga ada hal yang penting yang sepele tapi justru terlupakan yang juga sebetulnya merupakan dari etika yang harus diperhatikan dan dilakukan ketika kita menonton bioskop. Yaitu kebiasaan menyimpan sampah di kursi dari yang sudah kita makan/minum.

Bahwa kita tetap harus menjaga kebersihan selama menonton bioskop yaitu dengan tidak menyimpan bekas makanan atau minuman di kursi yang kita duduki disaat nonton ataupun dibuang sembarangan. Janganlah kita menyimpan apa yang sudah kita makan/minum ditinggal begitu saja. 

Seperti kejadian tadi malam seusai saya nonton salah satu film di bioskop besar. Kebetulan saya keluar paling akhir di bioskop itu. Begitu banyak sampah bekas popcorn maupun bekas minuman yang ditinggal. 

Dan di ruang bioskop dengan  seluas itu dan hanya jeda 15-20 menit, waktu itu hanya satu petugas yang harus mengambil bekas tempat minum di kursi penonton yang jumlahnya lebih dari 500 kursi penonton. 

Saya pun sempat membantunya sebelum dua petugas yang lain datang. Betapa beratnya tugas penjaga kebersihan yang harus memungut satu persatu sampah dari tiap kursi sebanyak itu dengan jeda waktu yang tak lama.

Padahal pihak bioskop pernah membuat anjuran di media sosial agar penonton tetap menjaga kebersihan dengan tidak meninggalkan sampah seusai menonton film. Namun dikomentari secara kontra dan negatif dengan alasan mereka sudah membayar mahal makanan yang mereka beli di bioskop dan karena sudah ada petugas kebersihan. 

Negeri ini memang belum bisa terlepas dari kebiasaan buang sampah sembarangan. Pemerintah juga sudah berupaya maksimal dengan memperbanyak fasilitas tempat sampah di area publik dan memilah sampah organik maupun an-organik tapi masyarakat tetap tak bergeming. Buang sampah sembarangan sudah menjadi "budaya" di masyarakat kita. 

Kita sepertinya akan sulit menyamai negara maju yang sudah menggunakan teknologi tempat sampah bahkan sampah kita dibayar. Karena masyarakat kita masih belum banyak yang sadar dan memahami pentingnya membuang sampah ke tempat yang seharusnya.

Di negeri ini laut dan gunung saja bisa dijadikan tempat sampah apalagi area publik seperti bioskop.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2