Mohon tunggu...
Dian Rosita
Dian Rosita Mohon Tunggu... Alumni S1 Sistem Informasi UDINUS, Alumni S1 dan S2 Ilmu Hukum Universitas Semarang

Koordinator BAAK dan Pengelola Sistem Informasi di Akademi Farmasi Nusaputera Semarang, Alumni S1 Sistem Informasi UDINUS, Alumni S1 dan S2 Ilmu Hukum Universitas Semarang

Selanjutnya

Tutup

Hobi Pilihan

YouTubers, Dari Hobi yang Jadi Profesi

19 Januari 2020   14:57 Diperbarui: 19 Januari 2020   15:51 73 0 0 Mohon Tunggu...
YouTubers, Dari Hobi yang Jadi Profesi
maxresdefault-2-214662d6176a8fc83289e53b6013f4a0-600x400-5e2419dd097f3635842f51a2.jpg

"Pekerjaan terbaik di dunia adalah hobi yang dibayar"

Salah satu cita-cita favorid 'Kids Jaman Now' adalah menjadi YouTubers. Cita-cita yang mengalahkan profesi dokter, polisi, presiden, dan sebagainya. YouTube yang sebelumnya oleh kalangan generasi Baby Boomers dianggap hanya sekedar hobi kini justru ditekuni oleh generasi millenial saat ini. 

Siapa sih yang tidak kenal YouTube. Hampir semua generasi millenial kenal YouTube. Bahkan sebagian orang pasti pernah menonton YouTube, minimal cover lagu lah ya hehehe. YouTube sendiri dapat menggantikan peran TV untuk salah satu konten hiburan masa kini. Meskipun belum sepenuhnya bisa menggantikan peran TV, namun hal tersebut bisa saja terjadi di masa yang akan datang 

YouTubers, istilah ini sering Kita dengar beberapa tahun terakhir ini seiring dengan berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi. YouTubers kini tidak lagi sekedar hobi. Profesi ini menjaring jutaan pelanggan dan menjanjikan uang bernilai milyaran rupiah. YouTubers sendiri adaalh istilah untuk seseorang yang membuat konten video pada website Youtube. Istilah ini semakin populer di Indonesia sejak beberapa orang dengan cepat menjadi selebritas baru hanya dengan bermodalkan membuat sebuah video.

Menjadi selebritas YouTube memang bukan lagi hanya sekedar hobi, Ia sudah menjadi sebuah profesi baru yang menjanjikan. Kita tentu bertanya-tanya, kenapa si menjadi YouTobers diminati oleh hampir semua orang? Dari berbagai sumber Saya berhasil merangkum beberapa alasan umum sebagai berikut : 

1. Menjanjikan Ketenaran

Salah satu hal yang membuat orang-orang berminat menjadi YouTubers adalah menjanjikan ketenaran. Siapa sich yang tidak kenal dengan Atta Halilintar hanya dengan 'asiyaap'  dan kehidupan mewahnya Ia mampu memiliki jumlah subcriber lebih dari 10 juta dan berpenghasilan sekitar 5 milliar per bulan. Kemudian Ria Ricis, Raditya Dika, Deddy Corbuzer dan masih banyak lagi YouTober Indonesia yang berhasil memukau para penonton dengan jumlah subscriber-nya yang mencapai lebih dari 10 juta. Hal itu membuktikan bahwa menjadi YouTubers cukup menjanjikan ketenaran layaknya seorang selebritas di TV

Jika seorang YouTuber tersebut tenar di YouTube, bisa saja kemudian Dia diundang oleh stasiun televisi sehingga namanya semakin luas di kenal di berbagai kalangan. 

Itu buat yang ingin tenar dan PeDe tampil di depan kamera. Kalau Saya si termasuk yang nggak PeDe untuk tampil di depan kamera. Lalu apa bisa menjadi Youtuber? Bisa. Simak alasan kedua.

2. Tempat Berekspresi

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN