Mini GK
Mini GK Penulis

Mini GK; perempuan teman perjalanan buku dan kamu ^^ Penerima penghargaan karya sastra remaja terbaik 2015 Penulis novel #Abnormal #StandByMe #LeMannequin #PameranPatahHati

Selanjutnya

Tutup

Gayahidup Pilihan

Langka, Berburu Kuliner Nusantara dalam Mal

28 Oktober 2017   12:45 Diperbarui: 28 Oktober 2017   12:53 1075 2 0
Langka, Berburu Kuliner Nusantara dalam Mal
Kuliner Nusantara

Konsep makan yang tak lagi sederhana

Saya bukan seorang yang ribet dalam urusan mencari makan. Boleh dibilang apa saja doyan tanpa ada pantangan. Syaratnya hanyalah halal dan enak. Sesimpel itu konsep makan yang saya anut. Setidaknya hal itu sudah lama saya pegang hingga awal bulan ini seorang kenalan baru sedikit meruntuhkan sekaligus menyadarkan konsep sederhana yang saya anut.

"Saya selalu menghindari jajan di trotoar."

Maksud beliau adalah menghindari janjan yang penjualnya berjualan di atas trotoar. Mendengar itu ada dua hal yang terlintas dalam benak saya. Pertama, kenalan saya ini menganut bahwa jajan di pinggir jalan utamanya di trotoar kurang higienis/ kurang sehat. Kedua, kenalan saya ini tidak mau jajan di trotoar karena dia paham trotoar itu bukan hak para pedagang melainkan hak pengguna jalan.

"Tapi sayangnya ada dua tempat (makan yang jualan di trotoar) yang belum bisa saya tinggalkan. Dua tempat itu makannya enak sekali."

"Kenapa tidak mau jajan di trotoar? Apa karena mereka berjualan di tempat yang salah?" Saya langsung menembak dengan prasangka kedua. Sebab saya paham kenalan saya ini punya prinsip-prinsip dalam hidupnya.

Beliau menatap saya sedikit lama sambil tersenyum. Sebentar kemudian mengangguk.

"Ya. Itulah. Mereka itu berjualan di lahan bukan miliknya. Itu lahan umum, untuk pengguna jalan. Kalau kita terus jajan di sana maka mereka (para penjual di trotoar) tidak akan sadar. Mending jajan di tempat makan resmi. Yang jelas tidak mengganggu fasilitas umu. Dan lagian kalau kita tidak sadar dan tidak mendukung perbuatan yang benar, gimana kedepan nanti?"

Mi dalam mangkok yang saya pesan tidak segera habis. Saya diam mendengar semua ucapan rekan saya tersebut.

Sejak itulah, konsep makan sederhana yang saya punya berangsur-angsur pudar, berganti dengan konsep makan yang tak lagi hanya memikirkan diri sendiri melainkan orang lain. Khalayak umum.

GM coffee and lounge
GM coffee and lounge
Kuliner dalam mal

Sebagai penganut konsep makan yang tidak lagi sederhana, saya sok-sokan memilih tempat makan; tepatnya memilih harga yang terjangkau dan yang pasti makanannya enak. Harga terjangkau itu seberapa? Ini pertanyaan yang sulit dijawab, sebab tidak jarang saya ditraktir makanan yang menurut saya mahal dan berlebihan namun bagi yang nraktir, itu harga tidak seberapa.

Setiap jalan ke mal, saya selalu tergoda untuk melihat-lihat tempat makan yang entah mengapa terlihat elite dan terkesan mahal. Makanan apa saja yang dijual kalau sudah masuk mal kok jadi beda auranya.

Dari sekian kali pengamatan, saya bisa simpulkan bahwa makanan dari resto-resto di mal-mal kebanyakan berupa makanan cepat saji atau makanan-makanan kekinian yang mengadopsi (dan dikembangkan sedemikian rupa) dari negara tetangga.

Salah? Tidak. Saya tidak menyalahkan. Lha orang bisnis sendiri-sendiri kok main salah-salahkan. Saya cuma sedang membicarakan jajanan mal.

Apa semua kuliner mal demikian (menjajakan makanan kekinian)? Tidak juga. Ada beberapa foodcord dalam mal yang sengaja menjual menu-menu ala ndeso. Tapi sangat jarang yang menjual menu-menu masakan Nusantara. Ada tapi jarang.

Hal inilah yang kadang membuat saya kebingungan jika mengajak teman dari luar kota jalan ke mal dan minta diantar ke tempat makan yang bukan tempat makan cepat saji.

instagramable
instagramable
GM coffe and Lounge

Mencari menu aneka kopi dan makanan cepat saji di dalam mal itu sangat mudah. Tinggal kedipin mata asal punya uang, semua akan tersaji dengan segera.

Namun gimana jika temanmu yang kamu ajak ke mal mendadak minta sup buntut, sate ayam, tongseng dan soto betawi? Belum lagi ditambah minta teh tubruk, wedang uwuh dan jahe jeruk?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2