Mohon tunggu...
Minhatin alfi
Minhatin alfi Mohon Tunggu... Minhatin alfi

Mahasiswa

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Konsep Belajar Teori Jerome Bruner dan Penerapannya

5 Maret 2020   17:15 Diperbarui: 5 Maret 2020   17:14 116 1 0 Mohon Tunggu...

Jerome Bruner merupakan seorang ahli yang dibidang psikologi perkembangan dan psikologi kognitif.  Pendekatannya tentang psikologi adalah eklektik. Menurut Jerome Brunner, bahwa pentingnya belajar meliputi dari bagaimana cara seseorang dalam memilih, mempertahankan dan mentransformasi.  Belajar juga suatu proses yang dimana manusia dapat mencari tahu atau bereksplorasi dan menemukan hal-hal yang baru selain informasi yang diterimanya. Jerome Bruner juga mengatakan dalam proses pembelajaran lebih baiknya  jika guru memberikan kesempatan kepada siswanya untuk mencari tahu konsep, teori dan aturan yang anak-anak sering temui di sekitar lingkungannya. 

Teori Jerome Bruner juga meliputi belajar penemuan atau discovery learning. Adapun penerapan-penerapannya dalam lingkup pendidikan anak usia dini sebagai berikut: 

1. Pembelajaran Berbasis Lingkungan

Pastinya pembelajaran ini sangat berkaitan dengan pendidikan berwawasan lingkungan. Tentunya yang bertujuan anak harus diajarkan perilakunya untuk selalu menghargai lingkungannya. Berawal dari anak yang dikenalkan tentang lingkungan dari sejak dini. Di lingkungannya anak akan lebih bebas dalam bersosialisasi dengan teman sebayanya atau orang yang lebih dewasa dari dirinya, dengan hewan dan juga tumbuh-tumbuhannya. Karena mempunyai rasa ingin tahu, anak akan dapat memegang, melempar benda-benda dan juga minat yang kuat dalam mengamati lingkungannya.

2. Pembelajaran dengan Percobaan 

Dalam pembelajaran ini guru dapat memberi sebuah benda atau apapun itu yang dapat dicoba juga oleh pederta didiknya, dapat dicontohkan  berlatih mencampur warna. Yang bisa digunakan dengan Krayon dan bisa dengan cat-cat sederhana atau bisa juga dengan pewarna makanan. Contoh yang lain bisa juga membuta bola dari kertas majalah atau koran. Yang di mana anak untuk mencoba meremas kertas menjadi bola kecil dan jika digabungkan dengan bola teman-temannya menjadi bola yang besar.

3. Pembelajaran dengan Pemecahan Masalah

Pembelajaran ini dapat dilakukan dengan pemeberian masalah yang sederhana kepada anak. Seperti, guru yang menyediakan permainan balok dalam berbagai bentuk ruang ada segitiga, persegi, dan juga lingkaran. Setelah itu anak diberi rangsangan untuk mencocokkan balok mana yang sesuai dengan bentuk ruangnya. Bisa juga anak disediakan permainan puzzle yang dimana anak memecahkan masalahnya dengan mencocokkan yang sesuai dengan tempatnya.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x