Mohon tunggu...
Miemie Suradmi
Miemie Suradmi Mohon Tunggu...

seorang guru muda yang mencoba professional pada bidangnya

Selanjutnya

Tutup

Catatan

Farewell Anda All Is Well

6 Oktober 2014   20:29 Diperbarui: 17 Juni 2015   22:10 43 0 0 Mohon Tunggu...

Toet.toeeeett..tuuuut..dhuaaarr!!!

Ketika kalian membaca tulisan diatas, bayangkanlah bila kalian sedang melihat dan mendengar pesta kembang api sedang terjadi di langit asrama UNY wates.

Yah, 1 tahun tepat di asrama dan 2 tahun sudah total  para peserta program SM3T bernaung di lembaga yang sama, di program yang sama, dan dengan sumber gaji yang sama. Bohong bila ada peserta yang mengatakan tak merasakan apa – apa ketika semua ujian dan perjalanan ini sudah berada pada titik akhir, di garis finish. Dan sayangnya, saya adalah tipe orang yang amat sangat tidak suka farewell secara formal:  berpelukan, ucap kata – kata syahdu khas perpisahan, tangis-tangisan, lambaikan tangan. Daaaaa. Finish.

Why?

Coz for me, goodbye doesn't mean forever. If it did, we oughtta be saying 'BadBye'.














Apalagi sekarang semua sudah terhubung di social media, dan terima kasih untuk penemu telepon seluler sekarang jarak bukanlah alasan untuk tidak saling menyapa dan kemudian hilang dari peredaran dunia.

Suka dengan quote yang ada di gambar, karena itu menjelaskan apa yang sering kita alami. Pernah ga sih kalian reuni bersama dengan teman – teman di SMP ketika kalian sudah SMA dan bilang,” kangen masa SMP yah..” dan bilang kangen masa –masa SMA ketika sudah duduk di bangku kuliah? Dan bilang kangen masa – masa kuliah ketika sudah bekerja dan membina keluarga?

Ah,,bohong bila kalian bilang tidak. Karena seperti para pujangga bilang “ A memory lasts forever, never will it die. True friends stay together and never say goodbye”

Itulah yang saya yakini. Se-memalukan apapun masa SMP kita, sesuram suramnya masa SMA kita, dan sesulit – sulitnya masa di program pasca sarjana (a.k.a.SM3T), rasa itu pasti ada. Rasa rindu, cinta, atau bahagia sudah menjadi bagian dari sejarah pendidikan di Indonesia. Rasa yang mungkin kesal, marah, kecewa ketika menjalani, setelah perpisahan hari ini, itu semua akan menjadi sejarah yang berharga untuk diceritakan pada anak cucu tercinta nanti. Cerita yang mungkin awalnya duka, tapi di kemudian hari bisa diceritakan sambil tertawa dan bercanda.

Maka, tak ada yang mesti kita khawatirkan dengan kata “perpisahan”. Tak ada yang akan hilang ataupun rugi ketika perpisahan terjadi.Yang ada hanyalah sedikit jarak yang akan terjadi, dan menanti waktu tuk bertemu kembali.

A new day is not a new beginning. It is a path to create a new ending.

By:

Mie2suradmi

note: mengenang 2 tahun kebersamaan SM-3T angkatan ke-1

VIDEO PILIHAN