Mohon tunggu...
Rusmin Sopian
Rusmin Sopian Mohon Tunggu... Urang Habang yang tinggal di Toboali, Bangka Selatan.

Urang Habang. Tinggal di Toboali, Bangka Selatan. Twitter @RusminToboali. FB RusminToboali.

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Nasi Goreng Pak Lurah

25 Januari 2021   12:16 Diperbarui: 25 Januari 2021   12:37 51 4 0 Mohon Tunggu...

Tiba-tiba, seantero Kampung geger. Narasi nasi goreng berkumandang kencang. Menembus cakrawala yang biru. Menembus jagad raya. Hingga menembus relung harti para warga. 

Dan kini, setiap hari para warga Kampung bercerita tentang nasi goreng. Seolah-olah dengan menarasikan Nasi Goreng sesama para warga, perut mereka kenyang. Dengan menarasikan frasa nasi goreng di ruang publik, para warga seakan-akan rehat sejenak dari kesusahan hidupnya. Ya, muara narasi yang berkembang di ruang publik Kampung itu bersumber hanya  karena mantan Pak Lurah membuka warung Nasi Goreng di Kampung Ini.

"Mantan Lurah kok bikin warung nasi goreng," ujar seorang warga setengah bertanya.

"Saya juga heran dengan Pak Lurah," sela warga yang lainnya.

"Apa Pak Lurah....," timpal seorang warga lainnya.

"Kalian ini aneh.  Mantan Pak Lurah bikin warung nasi goreng kok dipersoalkan. Apa tidak boleh beliau bikin usaha? Apa ada larangan buat beliau buat usaha di Kampung Ini? Beliau kan warganegara juga. Punya hak yang sama dengan kita," jelas seorang warga yang lain. Mendengar paparan itu, para warga yang lain hanya terdiam. Sesaat mulut mereka terkunci.

Berita tentang mantan Pak Lurah yang membuka usaha warung Nasi Goreng kini telah menjadi trending topik di warga. Setiap hari para warga kampung membicarakan berita itu dalam berbagai kesempatan di ruang publik. Di warkop. Dipertemuan terbatas warga. Di kondangan.  Dengan membicarakan berita itu, seakan-akan mereka mampu menghilang sejenak kesusahan hidup yang melanda kantong mereka. Seakan-akan dengan membicarakan berita itu, mereka bisa melepaskan diri sejenak dari kepayahan hidup yang melanda mereka.

Berita tentang Mantan Pak Lurah bikin Warung Nasi Goreng, akhirnya sampai juga ke telinga Mantan Pak Lurah. Banyak yang menyampaikan kepada beliau tentang itu. Banyak chat yang masuk ke handphone beliau. Dan sebagai mantan Lurah, beliau tampak sangat tenang menanggapi berita itu. Tak ada narasi yang keluar dari mulut mantan petinggi kampung ini. Mantan Pak Lurah itu juga tak membalas chat yang masuk ke handphonenya. Mantan orang nomor 1 di kampung Ini hanya berdiam diri. Membisu. bahkan terkadang terkadang beliau hanya tersenyum saat membaca chat yang masuk. Hanya tersenyum.

Sore itu, kawanan burung camar menari-nari diatas awan yang biru. Sejuta kebahagian tergambar dari kepak sayapnya. Sebahagia hati Mantan pak Lurah Kampung yang mulai membuka warung Nasi Gorengnya. Ada segurat kebahagian yang mengembang dari wajahnya. Senyumnya yang khas dan amat dikenali para warga kampung. Ya, dia lah mantan Pak Lurah dua periode sebagai petinggi di Kampung ini.

Tobolai, senen siang, 25 Januari 2021

Salam dari Kota Toboali, Bangka Selatan 

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x