Mohon tunggu...
Mimi  Lasmita
Mimi Lasmita Mohon Tunggu... Pelajar Sekolah - Ilmu Sosial

Menjadi diri sendiri

Selanjutnya

Tutup

Financial Pilihan

Harga Cabe Merah Terus Merangkak Naik Masyarakat Semakin Panik

1 Juli 2022   10:25 Diperbarui: 1 Juli 2022   11:23 158 7 2
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Finansial. Sumber ilustrasi: PEXELS/Stevepb

Masyarakat semakin mengeluh dengan naiknya harga pangan, salah satunya adalah cabe merah. Kenaikan harga setiap hari semakin naik, itu diprediksi sampai lebaran Idul Adha mendatang. Lalu apakah setelah lebaran haji harga bahan pangan seperti cabe merah, bawang merah, minyak goreng harganya akan turun? Entahlah! Sesuatu yang belum bisa dipastikan oleh masyarakat.

Sarianti (37) seorang ibu rumah tangga di nagari Sialang Gaung, Dharmasraya, mengatakan harga cabe yang tambah naik membuat dirinya tidak sanggup membeli banyak, yang biasanya Ia membeli sekilo perminggu, sekarang hanya sanggup membeli 1/4 kilo saja. 

"Seminggu itu habis 1 kilo cabe merah, karena lebih sering menggoreng daripada menggulai, tapi sekarang semenjak harganya 120 ribu  sekilo, udah gak sanggup beli banyak, terpaksa belinya 1/4 kilo tambah cabe rawit 1/4 kilo juga, karena yang mahal tidak hanya cabe saja, yang lain juga mahal". Ujar Sarianti saat ditemui di Pasar Sialang Gaung, Dharmasraya Sabtu (25/06/2022) lalu.

Ia menjelaskan, bahwa meroket nya harga cabe merah membuat nya tidak sanggup membeli dengan jumlah yang biasa dibelinya. Harga cabe merah Sabtu (18/06/2022) di Pasar Sialang Gaung Dharmasraya seharga Rp 100.000 per kilogram nya, namun di Sabtu berikutnya harga cabe merah naik 20 ribu per kilogram nya, sehingga Sabtu (25/06/2022), harga cabe merah di Pasar Sialang Gaung Dharmasraya mencapai Rp 120.000 per kilogram.

Harga cabe yang terpantau semakin naik tersebut, itu tidak hanya terjadi di Kabupaten Dharmasraya saja, tetapi juga di daerah-daerah di Sumatera Barat juga mengalami kenaikan, seperti Kabupaten Tanah Datar. Mengutip data dari DetikSumut harga cabe merah di Pasar Sungai Tarab Kabupaten Tanah Datar, juga seharga Rp 120.000 per kilogram nya pada Rabu (29/06/2022) lalu. 

Meningkatnya harga bahan pokok, seperti cabe memang memberi keuntungan bagi petani cabe yang sebelumnya harga cabe terbilang cukup murah, yaitu dibawah 50 ribu per kilogram nya. Namun, kita mengharapkan harga cabe kembali normal, agar sama-sama menguntungkan antara petani dan masyarakat pembeli. Mengingat sulitnya perekonomian masyarakat dikarenakan murahnya harga sawit, membuat masyarakat kewalahan dalam memenuhi kebutuhan pangan. Karena mayoritas masyarakat di Kabupaten Dharmasraya adalah petani sawit.

Penulis: Mimi Lasmita

Mohon tunggu...

Lihat Konten Financial Selengkapnya
Lihat Financial Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan