Mohon tunggu...
Mim Yudiarto
Mim Yudiarto Mohon Tunggu... buruh proletar

Aku hanyalah ludah dari lidah yang bersumpah tak akan berserah pada kalah....

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Maaf atas Segala Replika Dusta

23 Mei 2020   22:11 Diperbarui: 23 Mei 2020   22:03 85 10 4 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Maaf atas Segala Replika Dusta
pixabay.com

Dinihari dirimbuni oleh petikan suara memuji
dari seorang hamba yang percaya
bahwa ruang langit selalu terbuka
bagi siapa saja yang hendak menyemai benih doa
yang kemudian ditanam serpihan awan
ditumbuhkan remah cahaya bintang
dan dibesarkan oleh sayap-sayap rembulan

Lalu dilahirkan kembali
lewat lentik airmata hujan
dalam pinggan-pinggan
yang disajikan dalam sebuah perjamuan
ketika orang-orang kemudian saling bermaafan

Pada hari ketika senyum
bukan lagi sebuah takdir
dan binar mata
tidak hanya karena menyaksikan romansa
tapi sepenuhnya karena relung-relung masa silam
dibersihkan dari segala lupa, khilaf, dan prasangka

Dunia yang di atasnya sedang memanen tembuni
dari kelahiran onak and duri
ikut serta merayakan
dengan caranya sendiri
meminta pagi untuk berdandan, secantik bidadari
angin untuk berhembus, selembut musik gambus
dan lagu-lagu tempo dulu dinyanyikan, sesyahdu wangi kembang pemakaman
lalu dipersembahkan bagi
hari yang fitri
untuk kemudian dipigura dengan cara sebaik-baiknya
demi masa
dan segala perihal yang membuatnya bercahaya

Maaf bagi noda-noda yang pernah dibelangakan
maaf untuk dosa-dosa yang ikut dibesarkan
maaf bagi mulut-mulut yang terlalu dinistakan
dan maaf atas nama
replika dusta yang mungkin pernah ada
kepadamu semua
dariku, beserta segenap masa laluku

Bogor, 24 Mei 2020

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H
Mohon maaf dari kedalaman hati dan jiwa

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x