Mohon tunggu...
Mim Yudiarto
Mim Yudiarto Mohon Tunggu... buruh proletar

Aku hanyalah ludah dari lidah yang bersumpah tak akan berserah pada kalah....

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Filosofi Cinta

28 Maret 2020   18:13 Diperbarui: 28 Maret 2020   18:30 110 8 3 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Puisi | Filosofi Cinta
pexels.com

Pada mulanya
saya mencintai diri sendiri
lebih dari saya mencintai orang lain
tapi saya gagal
bertemu dengan cermin
sehingga saya kemudian
menyerah pada keadaan
dan mulai mencintai orang lain
seperti angin
yang juga tak mau mencintai
dirinya sendiri
dan lebih memilih menjadi semilir
lalu menjelma dalam tembang ilir-ilir
yang mengajarkan apa arti
menjadi diri sendiri
dengan tetap mencintai
langit dan bumi

Kalaupun menjadi badai
angin hanya ingin menunjukkan
sebuah filosofi
tentang kebesaran
agar yang biasa jangan pernah disepelekan

Seperti juga matahari
selalu membagi dirinya menjadi dua
agar malam tetap satu
untuk menunjukkan tentang cinta
kepada siapa saja
tanpa memandang
apakah mereka mencintai kegelapan
dan merutuk cahaya
atau sebaliknya

Bogor, 28 Maret 2020

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x