Mim Yudiarto
Mim Yudiarto Karyawan Swasta

Aku hanyalah ludah dari lidah yang bersumpah tak akan berserah pada kalah....

Selanjutnya

Tutup

Finansial

Hati-hati dengan Lintah Darat Bernama Prudential

12 Juli 2018   13:14 Diperbarui: 12 Juli 2018   13:14 387 5 3

Prolog;

Saya tidak tahu apakah saya termasuk orang yang nahas atau bodoh.  Terjebak dalam jeratan lintah darat raksasa perusahaan multinasional bernama Prudential.  Atau barangkali sesuai namanya, saya tergolong nasabah dari perusahaan prudent yang sedang sial

Saya akan bercerita secara detail bagaimana darah saya dikoyak-koyak oleh sistem asuransi Prudential bukan untuk sekedar memperbaiki hati saya yang patah dan kecewa.  Saya bercerita di sini agar ada unsur edukasi bagi para calon nasabah Prudential yang lain supaya tidak menjadi korban berikutnya.

Main log;

Saya mempunyai 2 polis asuransi di Prudential.  Namun saya akan memberikan ilustrasi salah satunya saja.  Itu cukup karena sudah menggambarkan betapa licinnya Prudential memoles mekanismenya sehingga nasabah mau tak mau hanya bisa pulang dengan wajah kuyu dan badan lemas. 

Polis saya dimulai pada tahun 2011 dengan durasi kontrak selama 10 tahun dan pembayaran premi per bulan sejumlah 1 juta rupiah.  Saya sudah membayar premi dengan lancar dalam rentang waktu 6 tahun.  Hitungan kasar saya jumlah uang yang telah saya "tabung" di Prudential sekitar 70 jutaan.

Namun karena ibarat pepatah roda itu bundar dan selalu berputar, sampailah saya pada situasi tidak bisa membayar premi bulanan saya.  Kalau dalam istilah asuransi adalah cuti premi.  Kemudian saya memutuskan -lagi-lagi karena ternyata rodanya berhenti berputar dan kebetulan saya sedang pas ada di bagian bawah- untuk menutup polis saya dengan harapan ada tabungan di Prudential yang bisa saya manfaatkan untuk kebutuhan saya.

Saya akan sangat memahami jika kemudian saya akan terkena pinalty karena menutup asuransi sebelum masa kontrak selesai.  Namun yang terjadi kemudian mengejutkan saya!  Dari uang tabungan sejumlah 70 jutaan sesuai hitungan kasar saya tadi ternyata cuma berakhir di 3,5 juta saja!  Saya memang pernah sebelumnya menarik tunai sebesar 5 juta dari account saya di Prudential.  tapi tetap saja kejadian ini shocking bagi saya.  Saya hanya mendapatkan pengembalian uang sejumlah 8,5 juta dari total 70 juta tabungan saya!

Ini artinya, dari jumlah uang yang telah saya setor ke Prudential hanya bisa kembali tak lebih dari 15% saja!  Bukan main!

Prudential menjelaskan dengan penuh keramahan bahwa itu adalah mekanisme yang ada di asuransi jenis ini.  Saya menerima penjelasan tersebut dalam kaitannya sebagai sebuah mekanisme.  Namun sebagai orang yang dianugerahi akal dan nalar, mekanisme yang dibuat tersebut tak lebih tak kurang adalah mekanisme blood sucker.  Atau kalau di negara yang saya cintai ini lebih dikenal sebagai lintah darat.

Akhirnya saya tidak menutup polis-polis saya karena tentu saja percuma.  Saya hanya mempunyai 2 opsi yang mengerikan;

1. Menutup asuransi dengan konsekuensi menerima pengembalian dalam jumlah remah-remah saja.  Tentu ini tidak saya lakukan karena sama saja saya menyumbang sebuah perusahaan raksasa dengan sejumlah besar uang yang seharusnya bisa saya buat menyekolahkan anak saya.  Kalau ini terjadi, bayangkan jika nasabah yang sedang dalam situasi seperti saya berjumlah ribuan atau ratusan ribu, atau bahkan jutaan, bukankah Prudential akan mendapatkan uang cuma-cuma dalam jumlah raksasa?  Sungguh gila! ; Atau,

2. Meneruskan polis tersebut dengan konsekuensi membayar sejumlah total premi sejak masa cuti premi dan berikutnya membayar lagi setiap bulan sesuai premi.  Ini tidak mungkin saya lakukan karena saya sudah cerita tadi bahwa saya sedang tergencet roda bagian bawah yang sedang berhenti.  Ini juga opsi gila untuk situasi saya.

Akhirnya saya memutuskan meninggalkan kantor pusat Prudential dengan pasrah tapi tentu dengan hati gundah.  Saya ambil opsi ketiga yang sebetulnya tidak ada.  Saya tidak menutup polis tersebut, juga tidak mampu melanjutkannya.  Entah nanti nasib polis saya akan menjadi apa?  Tapi saya yakin Prudential akan happy saja.  Toh uang ada di tangan mereka.  Terlindungi dengan baik oleh mekanisme yang mereka buat sehingga konsumen hanyalah menjadi orang-orang yang menyediakan darahnya untuk dihisap tanpa bisa berbuat apa-apa.

Mudah-mudahan tulisan saya ini bermanfaat bagi orang lain yang belum menjadi pendonor darah bagi Prudential.  Berhati-hatilah!  Pahami baik-baik jika ditawari asuransi oleh Prudential.  Baca baik-baik semua amar dalam kontrak sebab Prudential ternyata tidak mempunyai sebuah exit plan bagi situasi yang seperti saya alami.

Jakarta, 12 Juli 2018