Mohon tunggu...
Mim Yudiarto
Mim Yudiarto Mohon Tunggu... Buruh - buruh proletar

Aku hanyalah ludah dari lidah yang bersumpah tak akan berserah pada kalah....

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Negeri Tulang Belulang (Terdampar)

17 Juni 2018   21:20 Diperbarui: 17 Juni 2018   21:30 727
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Cerpen. Sumber ilustrasi: Unsplash

Siapa yang menyangka mereka tersesat di sini.  Sebuah tempat antah berantah yang mungkin tidak terjangkau peta.

"Seharusnya kita pergi searah matahari tenggelam Ran.   Sekarang kita terjebak di sebuah tempat entah dimana," Rabat menyeka peluh di dahinya.  Hari sangat panas.  Apalagi mereka mungkin sudah berjalan sejauh lebih dari 10 kilometer dari tempat kecelakaan pesawat.

Orang yang dipanggil Ran, seorang lelaki tinggi besar dan gagah menatap Rabat dengan pandangan nanar.  Ini sudah terjadi.  Mau apa lagi.  Paling penting adalah mereka segera mencari jalan keluar.  Mereka berada di tengah hutan tropis yang lebat.  Tak ada satupun yang membawa peta atau kompas.  Semua hanya mengandalkan ingatan.  Dan intuisi.

"Kita ikuti saja alur sungai.  Pertama yang harus kita lakukan adalah menemukan sungai itu," sebuah usul yang masuk akal dicetuskan Cindy.  Perempuan satu-satunya yang selamat dari kecelakaan pesawat."

Lima orang penyintas itu bersamaan mengangguk.  Sepakat.

-----

Mereka beristirahat sebentar untuk menyiapkan perbekalan.  Menyusur tengah belantara mencari sungai bukan pekerjaan mudah.  Apalagi mereka baru saja selamat dari kematian.  Pesawat kecil yang mereka tumpangi mengalami kerusakan mesin.  Mendarat darurat di sebuah padang kecil di tengah hutan yang luas.  Pilot dan teknisi tewas.  Ajaibnya seluruh anggota team ekspedisi selamat.  Hanya luka-luka kecil yang didapat.

Setelah melakukan upacara penguburan sederhana terhadap jenazah pilot dan teknisi yang tewas.  Team bergerak.  Mencari jalan ke desa atau kota terdekat.  Mereka harus memberi kabar universitas tentang musibah ini dan minta evakuasi.

Ran adalah ketua team ekspedisi pencarian sebuah negeri yang disebut negeri tulang belulang.  Negeri yang konon tersembunyi di sebuah tempat di hutan tropis afrika.  Atau padang savana.  Atau sebuah semenanjung.  Tak pasti.  Karena dari petunjuk yang mereka dapatkan, lokasi hanya disebutkan di hutan tropis yang berbatasan dengan padang savana di sebuah semenanjung afrika.  Rumit.

Keseluruhan team terdiri dari 5 orang.  Ahli antropologi Cindy.  Ahli geologi Rabat.  Ahli biologi Tet sekaligus sebagai pencari jejak.  Ahli paleontologi Ben.  Sedangkan Ran sebagai ketua team adalah seorang dokter spesialis tulang.

Setelah membereskan semua persiapan.  Team kembali bergerak.  Kali ini mereka menyusuri sebuah aliran sungai kecil yang tak lagi berair.  Sudah bisa dipastikan bahwa sungai kecil itu menuju ke sungai yang lebih besar.  Begitu seterusnya sampai akhirnya aliran air akan bertemu dengan sungai induk yang mengarah ke laut.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun