Mim Yudiarto
Mim Yudiarto Karyawan Swasta

Buku buku puisi yang telah diterbitkan; Berburu Rindu; Menangkap Rindu; Mencintai Rindu; Mencintai Cinta;// Buku novel tetralogi kisah air dan api yang telah terbit; Lahirnya Air dan Api;// Aku hanyalah petugas kata kata...dititipi Tuhan sebuah pena.

Selanjutnya

Tutup

Puisi highlight

Surat Kedua untuk Melati

13 Agustus 2017   18:17 Diperbarui: 13 Agustus 2017   18:34 115 0 1

Hati hati.  Aku melihat ada kilat sedang mendekat.  Di tengah padang ilalang yang hampir terbakar.  Hanya tinggal menunggu sebuah kecil percikan.  Maka itu akan seperti Alengkadiraja dinyalakan Hanoman.

Hati hati.  Hari yang cerah bisa saja membadai.  Karena nampak angin kelabu di sana sini.  Bernoktah di hati pemarah.  Setelah senja mengatakan tentang harga diri. 

Aku sempat membaca sebuah peribahasa.  Telaga tak selamanya berairmata.  Artinya sedikit membingungkan.  Bagi orang orang yang biasa berenang di lautan.

Aku punya juga peribahasa untukmu.  Seorang pejuang sudah pasti bukan pecundang, seorang pecundang bisa jadi pejuang, jika berani merebut nasib dari mimpinya yang malang.


Semarang, 13 Agustus 2017