Mohon tunggu...
Milatun
Milatun Mohon Tunggu...

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Sikat Gigi Bambu Pengganti Sikat Gigi Plastik yang Ramah Lingkungan

17 Mei 2018   20:50 Diperbarui: 18 Mei 2018   03:41 0 0 0 Mohon Tunggu...
Sikat Gigi Bambu Pengganti Sikat Gigi Plastik yang Ramah Lingkungan
dokumentasi pribadi

Memiliki gaya hidup yang sehat merupakan dambaan setiap manusia. Apalagi dengan keadaan bumi yang semakin memburuk ini, sebenarnya semua orang perlu menerapkan gaya hidup sehat dan menjadikannya kebiasaan, untuk memperbaiki kondisi bumi ini. Karena kelak apa yang dilakukan akan berimbas kepada diri sendiri maupun kepada lingkungan. Keadaan lingkungan saat ini sudah mulai tercemar oleh menumpuknya limbah plastik yang sulit untuk diuraikan, bahkan memerlukan bertahun tahun lamanya hanya untuk menguraikan satu lembar plastik.

Penggunaan produk plastik yang tidak ramah lingkungan dapat menyebabkan berbagai masalah lingkungan hidup yang sangat serius. Melihat bahwa sikat gigi merupakan barang mayoritas yang dimiliki oleh penduduk di bumi, maka salah satu penyumbang limbah plastik adalah adanya sikat gigi yang terbuat dari plastik. 

Kita menggunakan sikat gigi setiap hari, tapi ternyata sikat gigi yang kita gunakan dapat mempengaruhi kondisi lingkungan menjadi semakin buruk. Sikat gigi yang kita gunakan seluruhnya terbuat dari bahan dasar plastik, bahkan kemasannya pun juga menggunakan bahan plastik. Dan setiap tahun, ada lebih dari 5 milyar sikat gigi yang diproduksi untuk kebutuhan manusia. Jadi, setiap tahun sampah sikat gigi akan menambah banyak sekali sampah yang dapat menambah pencemaran lingkungan.

Sikat Gigi Bambu Ramah Lingkungan

Selama plastik masih digunakan untuk barang barang yang kita butuhkan, maka kita akan tetap menggunakannya. Beberapa pemerintahan di Negara negara maju dan berkembang telah melarang pembuatan dan penjualan barang barang dengan berbahan plastik. Namun sayangnya, larangan itu tetap tidak dihiraukan. Sampah akan terus diproduksi, karena murah, mudah diproduksi, dan menjadi kebutuhan utama pasar dalam penggunaan barang sehari hari. Sangat menyedihkan.

Mulai saat ini, mulailah mengurangi penggunaan plastik dalam kehidupan sehari hari. Mulailah dengan menerapkan go green dalam kehidupan sehari hari. Dengan berbagai cara untuk mengatasi kerusakan lingkungan, go green adalah salah satu gaya hidup yang dapat menyelamatkan bumi. Bergantilah sikat gigi dari plastik menjadi penggunaan bamboo tooth brush. Mengapa menggunakan bambu?

Bambu merupakan tanaman jenis rumput rumputan, dengan rongga dan ruas di batangnya. Di dunia ini, bambu merupakan salah satu tanaman dengan pertumbuhan paling cepat. Bambu tumbuh dengan cara menyebarkan perakaran dan rizonanya di bawah tanah dan menyebabkan persebaran yang sangat luas. Penggunaan bambu untuk sikat gigi menjunjung konsep ramah lingkungan, dikarenakan bambu merupakan tanaman yang paling cepat dan paling mudah untuk tumbuh subur didunia ini.

Bambu juga merupakan bahan baku alam yang mudah didapatkan dan dapat diproses dengan mudah. Batang bambu memiliki sifat kuat nan fleksibel, dan juga mempunyai daya lentur yang tinggi, dan apabila diolah menjadi suatu produk, maka akan menjadi sebuah produk yang berguna bagi kehidupan dan serta enak dipandang mata. Bambu menjadi solusi utama untuk mengganti sikat gigi plastik yang nantinya akan memperbaiki kondisi lingkungan.

Penciptaan Iklan Layanan Masyarakat untuk Sikat Gigi Bambu

Untuk pengembangan lebih lanjut dan agar produk ini lebih dikenal masyarakat, perlu beberapa bentuk iklan untuk pengenalan produk sikat gigi bambu yang ramah lingkungan ini. Iklan yang dipilih berbentuk iklan layanan masyarakat, karena berisi informasi social atau himbauan kepada masyarakat mengenai sikat gigi yang ramah lingkungan ini.

Pemilihan bentuk media yang tepat adalah melalui media social, khususnya Instagram. Penempatan iklan layanan masyarakat ini disebar melalui media sosial, dikhususkan untuk Instagram. Konten foto yang ada di Instagram akan lebih menarik daripada konten tulisan saja, selain itu di jaman ini orang orang lebih tertarik membuka media social daripada membaca baca poster atau brosur yang ada di papan papan pengumuman, dan lebih senang mengikuti berbagai kegiatan melalui social media, oleh karena itu iklan layanan masyarakat ini lebih tepat jika disebar melalui media social khususnya Instagram.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3