Mohon tunggu...
Mayllano Ahsan Amala Pardani
Mayllano Ahsan Amala Pardani Mohon Tunggu... Mahasiswa - Pribadi

Mahasiswa

Selanjutnya

Tutup

Digital Pilihan

Metaverse sebagai Tren Budaya Interaksi Baru Dalam Dunia Teknologi

1 Januari 2022   23:36 Diperbarui: 8 Januari 2022   14:00 2465 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
metaverse masih dalam fase eksplorasi dan edukasi. Seiring dengan perkembangan teknologi dan lebih banyaknya orang yang mengerti kripto, NFT, dan meta

 

Perkembangan globalisasi dan teknologi informasi telah berubah secara pesat. Dengan adanya teknologi komunikasi, kita bisa berkomunikasi dengan lainnya tanpa perlu memperhatikan ruang dan waktu sebab kita bisa melakukannya dimanapun dan kapanpun. Ini merupakan suatu bentuk daripada globalisasi, dimana globalisasi tersebut memiliki arti tersendiri bahwa suatu proses perubahan yang terjadi secara dinamis yang merupakan suatu perkembangan dari lingkungan yang pernah ada dari sebelumnya yang ditandai dengan semakin berkembangnya teknologi dan juga semaking terbukanya batas-batas negara (borderless).

Saat ini di tengah perkembangan dunia yang sangat pesat, muncul sebuah ide baru berupa memanipulasi kehidupan dunia nyata kedalam sebuah virtual yang sedang banyak dibicarakan orang-orang akan tetapi terasa nyata dengan adanya bantuan virtual reallity (VR) dan augmented reality. Rancangan tersebut sudah dikatakan oleh pemilik Facebook yaitu Mark Zuckerberg. Dalam wawancaranya ia berkata bahwa "Kami adalah perusahaan yang berfokus pada menghubungkan orang-orang. Sementara sebagian besar perusahaan teknologi lainnya fokus pada bagaimana orang berinteraksi dengan teknologi, kami fokus pada membangun teknologi sehingga orang dapat berinteraksi satu sama lain". Dalam wawancara tersebut, Mark merasa sangat yakin bahwa metaverses merupakan pencapaian dan penerusan dari teknologi yang saat ini sudah ada. Sehingga ini merupakan pembaharuan daripapda teknologi.

Di Indonesia , euforia mengenai cryptocurrency, NFT, dan metaverse sangat terasa di kalangan Gen-Z khusus. Mereka sudah terbiasa dari kecil hidup di dunia virtual dengan konsep yang mirip dengan metaverse yaitu di dalam game dan social media. Metaverse mulai menjadi bahan pembicaraan di kalangan muda ini saat mereka berkumpul.  Saat ini metaverse masih dalam fase eksplorasi dan edukasi. Seiring dengan perkembangan teknologi dan lebih banyaknya orang yang mengerti kripto, NFT, dan metaverse maka,  sangatlah mungkin suatu saat jutaan dari orang Indonesia memiliki kehidupan di dunia metaverse mirip seperti saat ini kita memiliki kehidupan digital di Instagram, Facebook, dan TikTok.

Konsep metaverse sebenarnya bukan ide baru untuk ditemukan, sebab sebelumnya sekitar 10 tahun lalu ide mengenai metaverse sudah mulai banyak dibicarakan oleh orang-orang. Metaverse merupakan sebuah penerusan dan memiliki relevansi dengan dunia game, game dalam 10 tahun terakhir menjadi sebuah memiliki banyak penikmat baik dari usia muda hingga dewasa. Bahkan dalam perkembangannya, didalam game sudah ada beberapa permainan yang menggunaka virtual reallity sehingga bisa dilakukan seolah-olah karakter game yang bermain tersebut adalah kita.konsep tersebutlah yang ingin dibawa Mark Zuckerberg namun tidak hanya sebatas bermain game saja tetapi dalam kehidupan sehari-hari. Seperti contohnya adalah ketika nantinya kita ingin mengajak teman kita menonton sebuah bioskop maka kita dapat mengajak teman kita secara virtual menonton bersama dengan menggunakan virtual reallity yang akan menghubungkan satu sama lainnya, hal ini berarti kegiatan yang selama ini dilakukan dalam waktu yang lama maka dapat dilakukan hanya dengan memasang kacamata ke mata kita semua.

Pengertian Metaverse

Orang yang pertama mencetuskan ide metaverse adalah Niel Stepehnson. Ia menyebutkan istilah tersebut didalam novelnya yang diterbitkan pada tahun 1992 yang berjudul Snow Crash. Istilah metaverse merujuk pada dunia virtual 3D yang dihuni oleh avatar orang sungguhan.  Jika dipersingkat, ini adalah dunia komunitas virtual tanpa akhir yang saling terhubung. Di mana, orang-orang dapat bekerja, bertemu, bermain dengan menggunakan headset realitas virtual, kacamata augmented reality, aplikasi smartphone dan atau perangkat lainnya.

Menurut Tim Sweeney, CEO dan pendiri Epic Games, metaverse adalah media sosial 3D yang bisa diakses secara realtime. Dengan menggunakan media itu, orang-orang akan bisa membuat konten di dunia virtual dan saling berbagi konten tersebut. Para pemain juga akan punya kesempatan yang sama untuk mengubah keadaaan sosioekonomi di dunia virtual tersebut.

Sementara itu, Peter Warman, CEO Newzoo menganggap metaverse sebagai tempat yang memungkinkan orang-orang untuk menjadi penggemar, pemain, dan kreator secara bersamaan. Menurutnya, hal ini akan memaksimalkan engagement, yang juga akan mendorong potensi bisnis.

Dengan adanya metaverse kita bisa melakukan hal-hal seperti menonton konser ataupun bioskop bersama teman secara virtual namun terasanyata. Selain itu metaverse juga bisa ngubah sistem kerja seperti perubahan yang terjadi apada saat adanya pandemi covid-19 yang mengharuskan karyawan-karyawan melakukan work from home sebab akan ada kantor virtual didalam metaverse

Kelemahan Metaverse

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Digital Selengkapnya
Lihat Digital Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan