Karir Pilihan

Sikap yang Membangun Jiwa Kepemimpinan

5 Juli 2018   21:55 Diperbarui: 5 Juli 2018   22:03 866 2 0
Sikap yang Membangun Jiwa Kepemimpinan
(theodysseyonline.com)

Didalam sebuah perusahaan, pemimpin sangat dibutuhkan untuk mengembangkan dan memajukan bisnis yang sedang dijalani. Pemimpin harus memiliki strategi untuk kemajuan perusahaan di masa depan. Seorang pemimpin diharuskan untuk memiliki ide-ide yang kreatif dalam mengembangkan dan memajukan perusahaannya.

Pemimpin dapat dikatakan sukses apabila telah berhasil membawa bawahannya ke kondisi yang lebih baik dibanding sebelumnya. Menjadi pemimpin yang baik harus dapat mengatur bawahannya, memahami bagaimana kondisi dan situasi yang dihadapi oleh bawahannya, dapat membagi tugas dan kewajibannya dengan baik serta dapat selalu bertindak tegas terhadap bawahannya. Maka dari itu, penting bagi seorang pemimpin untuk membangun jiwa kepemimpinannya.

Menjadi seorang pemimpin dengan jiwa kepemimpinan yang tinggi tidak dapat dilakukan secara mudah namun membutuhkan proses yang panjang. Untuk mencapai hal tersebut, seorang pemimpin harus senantiasa belajar dan mengasah kemampuannya, karena seseorang tidak akan berhasil jika tidak mau menyadari kesalahannya dan berusaha untuk berubah. Jiwa kepemimpinan dibangun dengan tujuan agar dapat fokus untuk mencapai tujuannya, menjadi bahan untuk evaluasi diri dan agar mampu untuk menguasai diri.

Cara membangun jiwa kepemimpinan dalam diri seseorang

Memiliki Sikap Positif

Seseorang yang memiliki sikap positif biasanya akan memberikan efek yang baik bagi dirinya sendiri ataupun orang lain. Orang yang memiliki sikap positif akan merasakan lebih banyak kepuasan dan kebahagiaan dalam hidupnya. Karena mereka terbiasa untuk tidak memikirikan suatu permasalahan yang sedang dihadapi. Seorang pemimpin adalah panutan bagi bawahannya, jadi jika seorang pemimpin memiliki sikap yang positif, maka bawahannya pun akan memiliki sikap yang pisitif pula, begitupun sebaliknya.

Mengambil Risiko

Seorang pemimpin harus berani dalam mengambil risiko. Karena di dalam dunia kepemimpinan terdapat 3 aspek yang penting, yaitu sasaran, risiko dan konsekuensi. Maka dari itu, seorang pemimpin harus dapat menentukan sasaran yang ingin dicapai, apakah risiko yang akan diambil dan apakah konsekuensi yang akan diterima secara baik dan tepat supaya dapat menghasilkan yang terbaik untuk semua.

Jadilah Orang yang Inovatif

Untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan, seseorang harua memiliki pemikiran yang inovatif. Pemimpin harus berpikir tentang bagaimana cara yang efektif dan efisien yang belum pernah dilakukan oleh orang lain saat menghadapi suatu persoalan. Pemimpin harus berpikir inovatif supaya dapat membuat metode-metode yang baru dalam mengoperasikan perusahaan dengan tujuan memajukan dan mengembangkan perusahaan.

Memiliki Harapan

Setelah semua yang usaha dan upaya yang telah dilakukan, pemimpin harus memiliki harapan yang baik dan tinggi. Hal tersebut akan membuat bawahannya memiliki sikap yang optimis dan dapat menjadi motivasi bagi bawahannya untuk bekerja dengan baik dan berharap bahwa apa yang telah dikerjakan akan memberikan kinerja yang baik bagi perusahaan.

Menghargai Waktu

Untuk memiliki jiwa kepemimpinan, seseorang harus dapat menghargai setiap waktu yang berjalan. Karena istilah waktu adalah uang dapat menjadi pedoman untuk menjadi pemimpin yang baik. Pemimpin harus senantiasa mengelola waktunya dengan baik supaya tidak terbuang sia-sia. Karena apabila pemimpin tidak dapat menghargai waktu, bagaimana mereka dapat dihargai oleh bawahannya?

Memiliki Motivasi Berkembang

Untuk memiliki jiwa kepemimpinan, seseorang harus memiliki motivasi berkembang yang baik dalam dirinya. Karena menjadi pemimpin berarti harus siap untuk menghadapi persaingan-persaingan dengan pemimpin yang lain, senantiasa untuk menerima kritik dan saran dari orang lain dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi dan motivasi untuk menjadi individu yang lebih baik dimasa depan.

Demikian penjelasan mengenai beberapa cara atau tips untuk membangun jiwa kepemimpinan dalam diri seseorang. Kesimpulannya adalah untuk membangun jiwa kepemimpinan memanglah tidak mudah dan tidak dapat dimiliki secara instan, namun apabila seseorang bersungguh-sungguh maka mereka tidak ragu untuk belajar dan berusaha dengan keras untuk mendapatkan hal tersebut.