Mohon tunggu...
MIHRAB HENDRAYANI
MIHRAB HENDRAYANI Mohon Tunggu... Desainer - Mihrab Hendrayani mahasiswa semester 6

perkenalkan nama saya: Mihrab Hendrayani, Saya dari Prodi Pendidikan Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan.Dan sekarang saya duduk di semester 6.

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas

Pengaruh Pembelajaran Luring di Masa Pandemi terhadap Motivasi Belajar siswa SD Negeri Siru

24 Juli 2021   19:31 Diperbarui: 24 Juli 2021   19:56 65 1 0 Mohon Tunggu...

Pada akhir tahun 2019 yang lalu seolah menjadi pintu gerbang yang membawa tantanan seluruh segi kehiduoapan dunia berubah secara signifikan. Ini disebabkan oleh adanya  ditemukan jenis virus baru yang berasal dari wuhan,tingkok, yang kemudian di kenal dengan sebutan COVID-19 atau Corona Virus Disease.Virus  ini telah menyebar di berbagai negara di dunia salah satunya di negara kita di Indonesia.

Di Indonesia virus ini banyak sekali membawa kerugian bagi seluruh masyarakat di Indonesia, karena virus ini tidak hanya mengancam kesehatan namun seluruh sektor dan bidang kehidupan masyarakat juga ikut terancam . Hal ini disebabkan aktivitas sehari-hari masyarakat harus benar-benar dibatasi dan penjagaan serta aturan protokol kesehatan harus di perketat. 

Salah satu sektor atau bidang yang terdampak besar Karena adanya COVID-19 ini adalah bidang  pendidikan. Sejak ditetapkannya COVID-19 sebagai pandemi global oleh WHO membuat pemerintah di berbagai negara mengambil sikap tegas untuk memutus rantai peneyebaran COVID-19. Begitupun dengan pemerintah  indonesia yang menerapkan PSBB(Pembatasa Sosial Bersekala Besar) yang salah satu  isinya adalah pembatasan kegiatan pembelajaran yang ada di lembaga pendidikan. 

Mulai dari maret tahun 2020 atifitas atau kegiatan belajar-mengajar diganti melalui sistem daring  dengan tidak meniadakan pembelajaran tatap muka langsung di sekolah. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya kerumunan  yang berpotensi mempercepat penyebaran virus corona.

Namun peraturan Pembelajran secara daring dari pemerintah tidak dapat diterapkan oleh seluruh lembaga pendidikan di Indonesia khususnya pada wilayah-wilayah di plosok bumi Indonesia. Salah satunya di SD Negeri Siru yang terletak di manggarai Barat NTT. Karena letak sekolah ini berada di daerah pegunugan atau daerah plosok NTT maka sistem pembelajaran daring tidak dapat diterapkan. 

Banyaknya  faktor  di sekolah SD Negeri Siru ini sehingga tidak dapat melaksanakan pembelajaran secara daring. Hal ini menyebabkan pemeritah daerah setempat mengeluarkan kebijakan atau peraturan berupa pembelajaran daring diganti dengan pembelajaran secara luring (tatap muka terbatas). Penerapan pembelajaran luring di sekolah ini menyebabkan munculnya berbagai macam persoalan yang menyebabkan faktor penghambat kesuksessan dari peserta didik. 

Salah satu  masalah yang muncul dengan diterapkan pembelajaran secara Luring(Tatap muka terbatas) adalah rendahnya literasi dan numersi pada siswa. Hal ini dibuktikan ditemukan banyaknya siswa di SD Negeri Siru ini belum bisa membaca,  menulis,  dan berhitung.

Melihat banyaknya problematika yang terjadi di lembaga pendidikan di Indonesia terutama di daerah tertinggal khususnya di daerah 3T. Maka kementrian pendidikan kebudayaan Indonesia  bapak Nadiem karim mengadakan program Kampus Mengajar sebagai Upaya untuk mengatasi masalah pembelajaran selama masa pandemi. Yang dimana didalam program Kampus mengajar ini salah satu tujuannya adalah membantu meningkatkan literasi dan Numerasi siswa sekolah Dasar di masa pandemi.program ini berjalan selama 3 bulan yakni mulai dari tanggal 23  Maret-26 Juni 2021.

 Melibatkan 15000 mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang diutus untuk membantu pembelajaran siswa di sekolah-sekolah yang memiliki latar belakang yang memiliki akreditasi C terutama di daerah 3T. Dan salah satu sekolah yang terdaftar dalam  program Kampus Mengajar ini adalah SD Negeri Siru yang berada di dusun Mboleng di Manggarai Barat NTT.

Dalam program ini Kemendikbud mengutus seorang mahasiswi  bernama Mihrab Hendrayani yang berasal dari perguruan tinggi swasta di Yogyakarta yaitu Universitas Ahmad Dahlan untuk membantu pembelajaran siswa di SD Negeri Siru selama masa pandemi. Dalam menjalankan tugas-tugasnya sebagai Relawan dari Kampus mengajar sehari-hari tugas dari seoramg mahasiswi ini di SD Negeri Siru adalah membantu sekolah dalam 3 hal. Yakni,1) Pembelajaran,2) Adaptasi teknologi dan 3) Administradi sekolah. 

Dalam upaya meningkatkan literasi dan numerasi siswa, Relawan dari kampus mengajar ini memanfaatkan ruangan kelas dalam membantu  pembelajaran siswa terait literasi dan numerasi. Salah satu cara atau metode yang digunakan oleh mahasiswi ini adalah mengumpulkan siswa-siswa yang memiliki kemampuan rendah terhadap literasi dan numerasi kedalam satu ruangan kelas.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN