Mohon tunggu...
Miftakhul YonuArifiyanti
Miftakhul YonuArifiyanti Mohon Tunggu... Penulis

Mahasiswi Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas

Manfaat Pembelajaran Kreatif Secara Langsung di Masa Pandemi Covid-19

25 Januari 2021   15:28 Diperbarui: 25 Januari 2021   15:33 143 2 0 Mohon Tunggu...

Surabaya, 25 Januari 2021. Miftakhul Yonu Arifiyanti adalah salah satu mahasiswi Universitas PGRI Adi Buana Surabaya dari Fakultas Ilmu Sosial Dan Humaniora (FISH) melakukan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di RW 04, Kel. Dukuh Menanggal, Kec. Gayungan, Kota Surabaya dengan dibimbing oleh dosennya  Ibu Via Yustitia, S.Pd., M.Pd.

Di masa pandemi Covid-19 ini kebijakan dari Universitas PGRI Adi Buana Surabaya mahasiswa tetap melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) ditempat tinggal masing -- masing, hal ini dengan tujuan untuk mengurangi risiko terjadinya penularan Covid-19 dan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melakukan pengabdian diwilayah masing-masing.

Dalam kegiatan KKN ini mahasiswa di bagi kedalam beberapa DPL, setiap DPL terdiri 40 mahasiswa yang kemudian akan di bagi lagi kedalam kelompok kecil. Setiap kelompok kecil tersebut mempunyai beberapa program kerja salah satunya adalah pembelajaran kreatif untuk anak TK dan SD.

Berbagai negara di dunia termasuk Indonesia terdampak wabah Covid-19 di berbagai bidang, khususnya bidang pendidikan. Di tahun 2020 banyak anak-anak yang terpaksa harus belajar dari rumah karena adanya pandemic ini. hal tersebut memberikan dampak yang kuranag baik terhadap perkembangan anak. Salah satunya adalah mereka akan merasa kesulitan dalam mengembangkan ketreampilan social seperti interaksi dengan teman sebaya, pemecahan masalah dan harapan perilaku.

Banyak anak -- anak di RW 04 yang terdampak pandemic Covid -19, mereka yang biasanya setiap hari pergi ke sekolah sekarang harus belajar dari rumah dan melakukan kegiatan apapun di rumah karena adanya pandemic ini. Hal tersebut membuat anak-anak bosan sehingga mereka malas belajar dan lebih memilih bermain game di smartphone mereka yang seharusnya digunakan untuk mengikuti pembelajaran secara online.

Dalam situasi seperti sekarang ini saya Miftakhul Yonu, salah satu mahasiswi KKN Universitas PGRI Adi Buana Surabaya ingin mengajak anak-anak di RW 04 untuk melakukan kegiatan pembelajaran creative secara langsung dengan mengikuti protocol kesehatan yang sudah di tetapkan oleh pemerintah.

Ada banyak metode yang dapat di gunakan untuk melakukan pembelajaran secara langsung, salah satunya adalah belajar sambil bermain. Penulis  menggunakan metode ini karena kebanyakan anak-anak di RW 04 ini berusia di bawah 7 tahun dan mereka lebih senang pembelajaran yang di lakukan sambil bermain daripada pembelajaran yg terlalu serius.

Penulis memilih metode belajar sambil bermain karena seperti yang kita tahu bahwa anak-anak mudah bosan dan mereka sudah cukup lama tidak berinteraksi dengan temannya sehingga menurut penulis ada 3 hal yang menjadikan metode ini unggul dari yang lain.

  • Pengenalan tentang orang lain: Dengan bermain anak dapat mengembangkan kemampuan sosialnya. Mereka dapat berinteraksi dengan teman atau orang lain sehingga mereka jadi lebih percaya diri dan tidak takut jika bertemu dengan orang lain. Selain itu bermain juga dapat memperluas empati anak terhadap orang lain serta mereka dapat mengontrol sikap egosentrisme.
  • Komunikasi berkembang: Bermain juga dapat di jadikan sebagai alat untuk belajar mengembangkan kemampuan bahasa anak. Mereka akan mendapatkan kosakata baru dan mereka juga dapat belajar mengekspresikan apa yang mereka rasakan.
  • Keterampilan berfikir :Keterampilan berfikir di gunakan untuk mengembangkan kemampuan cognitf pada anak. Ketika bermain anak  akan mendapatkan pengalaman baru sehingga membuat mereka berfikir bagaimana cara menyelesaikan hal tersebut.

Pembelajaran kreatif ini di laksanakan tanggal 5 Januari 2020.  Kegiatan ini berlokasi di balai RW 04 dan di ikuti kurag lebih 10 anak. Penulis membatasi peserta karena adanya anjuran dari pemerintah untuk jaga jarak, selain itu kegiatan ini  mengikuti protocol kesehatan untuk tetap jaga jarak dan menggunakan masker selama kegiatan.

Dalam kegiatan ini, penulis menggunakan media kertas hvs dan kertas lipat. Anak-anak diminta untuk menggambar dan mewarnai jalan raya kemudian membuat mobil dari kertas lipat. Setelah itu bagian tengah dari jalan raya tersebut di lubangi agar mobil bisa digerakan ke kanan dan kiri. Hasil akhirnya seperti gambar yang ada dibawah ini.

dokpri
dokpri
Anak-anak terlihat senang mengikuti kegiatan pembelajaran creative ini, salah satunya andrian. Setiap harinya dia lebih sering bermain game yang ada di smartphonenya daripada belajar, tetapi pada hari itu penulis membuat andrian focus pada kegiatan dan memintanya untuk menyimpan smartphonenya terlebih dahulu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN