Mohon tunggu...
MICHELLE NABILA
MICHELLE NABILA Mohon Tunggu... MAHASISWA

MAHASISWA JURUSAN HUBUNGAN INTERNASIONAL UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Dinamika Nasionalisme dan Kedaulatan

15 April 2021   02:25 Diperbarui: 15 April 2021   02:25 59 1 0 Mohon Tunggu...

(Michelle Nabila Andaista Bangsu)

A.PENDAHULUAN

Sejarah perjuangan kemerdekaan di Indonesia menunjukkan bahwa kata nasionalisme mampu membangkitkan kekuatan berjuang melawan penindasan yang dilakukan kaum kolonial selama beratus-ratus tahun lamanya. Perasaan senasib dan sepenanggungan yang dialami mampu mengalahkan perbedaan etnik, budaya dan agama sehingga lahirlah sejarah pembentukan kebangsaan Indonesia.

Namun demikian, masalah nasionalisme menjadi sorotan dalam beberapa tahun terakhir, antara lain etos nasionalisme para elit politik yang menipis dan generasi  muda yang mengalami erosi nasionalisme. Fakta disintegrasi yang terjadi pada beberapa negara di dunia sebaiknya menjadi pelajaran berharga bagi Indonesia untuk mempertahankan eksistensinya sebagai negara kesatuan yang berdaulat.

Bangsa sebagai entitas budaya yang mencerminkan rasa kebahasaan, agama, etnis atau kesatuan historis, oleh karena itu negara bangsa menawarkan prospek keduanya yaitu kohesi budaya dan kesatuan politik.

Menurut Sindhunata (2000) konsekuensi dari pergeseran konteks nasionalisme menyebabkan orang tidak lagi bergantung hanya kepada identitas nasional, yang sifatnya makrokosmos abstrak, namun lebih menekankan pada identitas yang lebih konkrit seperti negara modern. Kebanggaan terhadap identitas suatu bangsa menjadi mustahil apabila warga negara tidak lagi menemukan kebanggaan tersebut dalam diri negaranya.
Tulisan ini mencoba untuk membahas faktor-faktor apa yang dapat mengancam nasionalisme dan kedaulatan negara.

B.NASIONALISME DAN KEDAULATAN NEGARA

Akar kata Nasionalisme atau nationalism berasal dari kata nation yang berarti orang-orang dengan budaya dan sejarah yang sama yang menghasilkan identitas. Banyak definisi tentang nasionalisme. Nasionalisme meliputi hal-hal berikut :
1.Kesadaran nasional atau kesadaran diri sebagai bagian dari kelompok.
2.Identitas nasional atau identifikasi dengan kelompok.
3.Identifikasi geografis atau identifikasi dengan tempat dengan pengecualian penting seperti Romany dan Gypsi.
4.Patriotrisme atau cinta kelompok.
5.Tuntutan untuk tindakan/aksi untuk meningkatkan kelompok.

Salah satu teoritisi nasionalisme adalah Johann Gottfried von Herder, berargumen bahwa kebutuhan dasar manusia adalah untuk menjadi bagian dari kelompok, dan menjadi bagian dari bangsa memberikan kita bagian dari identitas kita. Kita memiliki sejarah, nenek moyang, akar yang menempatkan kita dalam tradisi. Kita lahir dalam arus tradisi yang membatu mendefinisikan kita sebagai individu.

Nasionalisme mengemuka sejak revolusi Perancis sebagai respon terhadap kekuatan-kekuatan imperium Barat yang berhasil meluaskan penetrasi kekuasaannya ke berbagai belahan bumi. Slogan liberte, egalite, fraternite, menjadikan nasionalisme sebagai ideologi baru yang sangat penting dan disejajarkan dengan demokrasi, karena tanpa sebuah negara nasional demokrasi akan sulit terwujud.

Sedangkan konsep kedaulatan lahir pada abad 17 sebagai akibat dari munculnya negara modern di Eropa. Kedaulatan berarti kekuasaan absolut dan tak terbatas. Ini mungkin bentuk kedaulatan hukum, otoritas hukum tertinggi, kedaulatan politik, kekuasaan koersif yang tidak tertandingi. Konsep kedaulatan juga digunakan dalam dua cara yang berbeda. Kedaulatan internal merujuk pada distribusi kekuasaan akan kekuatan tertinggi dan posisinya dalam sistem politik. Bentuk kedaulatan eksternal terkait dengan peran negara dlam tatanan internasional dan dan apakah ia mampu atau tidak untuk beroprasi sebagai aktor independen dan otonom.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN