Mohon tunggu...
Mia Nurkamila
Mia Nurkamila Mohon Tunggu... Lainnya - Pelajar

@mianurkamila_

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana

Jangan Takut dan Coba Lagi

23 Februari 2021   22:21 Diperbarui: 23 Februari 2021   22:48 393
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

     Entah apa yang terjadi hari ini, tiba-tiba saja teman pria satu kelasku berbicara aneh, bersikap tidak seperti biasanya. Teman pria satu kelasku ada yang menyatakan bahwa dia menyukaiku dan ingin menjadikan aku sebagai pacarnya. Aku tersontak kaget sekali ketika mendengar itu. Mungkin ini terkesan agak lebay,  tapi ya seperti inilah kenyataannya.

"Na, aku menyukaimu. Kamu mau jadi pacar aku?" Tanya Haikal

Aku yang merasa bingung mendengarnya, jujur gatau harus bicara apa. Tapi aku juga berhak menjawabnya berdasarkan keputusanku.

"Maaf, Kal. Bukan waktunya jika aku menerima ajakanmu. Aku tidak bisa ya." Jawabku kepada Haikal

   Mungkin saat itu Haikal kecewa atas jawabanku untuknya. Tapi apa boleh buat? Aku hanya ingin mengikuti hatiku dan aturan sekolahku yang melarang keras berpacaran. Lagian aku juga sedang beradaptasi agar betah di sekolah ini.

Aku berfikir bahwa sejak saat itu semua akan baik-baik saja, tidak akan ada pihak yang merasa kecewa atas ucapanku saat itu. Tapi ternyata aku salah, sangat salah.

   Keesokan harinya aku berangkat sekolah agak siang dari rumah. Seturunnya dari angkot, aku berjalan sendirian dari depan gapura sampai sekolah. Seperti biasa, sesampainya di sekolah banyak sekali orang-orang yang selalu menunggu bel berbunyi di luar kelasnya. Aku tersenyum kepada orang-orang yang menyapaku sepanjang aku berjalan ke kelasku dan setibanya aku di kelasku.

   Entah bagaimana jelasnya, teman sekelompok Haikal bersikap aneh kepadaku,mereka tidak seperti biasanya,dan bahkan bukan mereka yang ku kenal.

"Hahaha,mukamu jeleknya seperti orang di kelas sebelah yang penyakitan." Oceh salah satu temannya.

"Ih iya, kamu mirip hewan yang kaya manusia gitu loh, Na."

   Saat itu aku anggap itu sebagai candaan biasa saja. Aku berpikir mungkin karena mereka terlalu suka becanda jadi ya mungkin berkata seperti itu kepadaku. Namun, setelah dirasasakan dan dipikirkan lebih lama,itu bukan candaan biasa saja. Logikanya, apakah mungkin berbicara hal yang sama setiap hari? Apakah mungkin becanda hal itu-itu saja setiap hari?.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
  10. 10
  11. 11
  12. 12
  13. 13
  14. 14
  15. 15
Mohon tunggu...

Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun