Mohon tunggu...
M Helmi Hariadi
M Helmi Hariadi Mohon Tunggu... Penuntut Ilmu | Fisika dan Pendidikan Fisika | Anak Indonesia | Beriman, Belajar, dan Berkarya | www.mhhariadi.web.id

Pernah bertugas sebagai Tenaga Laboratorium Sekolah dengan spesialisasi Fisika dan Manajemen Laboratorium. ---Lombok Timur-Yogyakarta-Gunungkidul-Yogyakarta-Jakarta-Yogyakarta-Lombok Timur-Mataram-Yogyakarta---

Selanjutnya

Tutup

Finansial Pilihan

Belanja Cerdas dan Aman Saat Pandemi

1 Juli 2020   00:03 Diperbarui: 1 Juli 2020   00:08 227 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Belanja Cerdas dan Aman Saat Pandemi
koleksi pribadi

Covid-19, sebuah istilah yang begitu familiar bagi masayarakat. Bahkan, karena masifnya pemberitaan tentang pandemi ini, anak-anak pun ikut merekam dengan baik istilah yang memenuhi hampir seluruh kehidupan kita saat ini. Pandemi Covid-19 sungguh telah membuat beberapa hal yang biasa menjadi tak-biasa dan hal yang tak-biasa kini menjadi aturan keselamatan yang harus dilaksanakan. Ini menjadi salah satu bukti sahih bahwa pandemi ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Artinya bahwa semua pihak harus bahu-membahu menunjukkan keseriusan untuk mengikhtiarkan situasi hidup dengan aman kembali seperti sedia kala.

Pihak pemerintah sangat gencar melakukan sosialisasi dan edukasi untuk memutus penularan Covid-19. Kita dapat menyaksikannya dengan mudah, setiap saat setiap waktu berita perkembangan kasus Covid-19 dan penanganannya selalu menghiasi media massa, bahkan update data yang dilakukan setiap 24 jam oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 seringkali diviralkan di media sosial oleh masyarakat. Sudah tentu pemerintah berupaya melakukan layanan terbaik dalam mengikhtiarkan kesembuhan anak bangsa yang terpapar. 

Upaya pencegahan pun selalu digalakkan agar virus tersebut tidak menular lagi, termasuk berupaya menjaga keselamatan dan kesehatan para pejuang bidang kesehatan. Karena itu, wajib kiranya kita mendukung tugas pemerintah dan pejuang kesehatan dengan upaya yang baik. Kita pun dapat mendukung upaya tersebut dengan sesuatu yang memungkinkan untuk kita lakukan dalam kapasitas masing-masing.

Tak dapat dipungkiri bahwa kebutuhan sehari-hari masyarakat selama menjalankan instruksi pemerintah tidak bisa disediakan sendiri untuk penduduk yang jumlahnya sangat besar, yakni mencapai lebih dari 260 juta jiwa. Masalah akan muncul dari faktor ketersediaan bahan pokok. Meskipun stok bahan pokok tersedia di sumber-sumber produksi atau distribusi, tetapi pendistribusiannya juga akan sangat sulit. Mengingat rasio jumlah petugas terhadap jumlah penduduk begitu tak seimbang. 

Apalagi negeri ini masih disulitkan dengan akses ke masyarakat terutama lokasi tempat tinggal masyarakat yang cukup jauh. Karena itu berbelanja di tengah pandemi adalah solusi yang mungkin menjadi pilihan kita untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari asalkan dilakukan dengan cerdas dan aman.

Belanja masyarakat untuk kebutuhan pokok mestinya harus memperhatikan keamanan dan keselamatan. Karena keselamatan jiwa adalah hal yang utama. Masyarakat diperbolehkan belanja kebutuhannya sendiri asalkan memperhatikan aturan keselamatan dan keamanan. Misalnya, masyarakat harus menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan/atau hand sanitizer, menjaga jarak aman, serta menggunakan pelindung muka. Upaya-upaya tersebut diharapkan dapat membantu menghindari penularan. 

Namun terkadang kita tidak menyadari bahwa apapun bisa terjadi meskipun dalam situasi yang telah kita jaga. Bisa saja suatu waktu ada diantara kita yang lupa dengan penularan dalam bentuk yang lain. Misalnya, tiba-tiba ada yang tersentuh dengan benda yang telah terpapar virus tersebut. 

Sebut saja yang paling sering kita abaikan adalah uang tunai yang kita gunakan transaksi. Uang tunai tersebut telah berpindah tangan berkali-kali dari orang-orang yang tidak kita ketahui kondisi kesehatannya. Jika dalam suatu waktu ada yang abai terhadap aturan kesehatan dan keselamatan tersebut, maka benda-benda yang tidak kita sadari tersebut dapat menjadi sumber penularan baru kepada siapapun yang menyentuhnya.

Pandemi Covid-19 sangat berdampak bagi kehidupan kita, dampaknya juga menyasar bidang perekonomian. Beragam peristiwa tak normal terjadi di masayarakat karena takut akan pandemi ini. Panic buying pun pernah terjadi di awal pandemi yang salah satu contohnya kasusnya mengakibatkan kelangkaan alat pelindung diri di berbagai wilayah, sehingga membuat harganya menjadi meroket. Bagi yang mampu, hal itu mungkin tidak menjadi masalah serius, tetapi bagi sebagian yang lain mungkin saja tidak bisa terbeli. 

Sehingga stok yang ada akan dijual pada pelaku panic buying yang mampu membeli dengan harga selangit. Di sisi lain, ada juga masyarakat yang tidak berani memenuhi kebutuhannya karena kekhawatiran akan keselamatannya selama di luar. Situasi ini memaksa perekeonomian menjadi tidak normal. 

Untuk itulah, kiranya cerdas berperilaku oleh masyarakat dengan cara belanja cerdas dan aman di saat pandemi sangat dibutuhkan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan. Pada akhirnya belanja cerdas dan aman diharapkan turut serta membantu agar makroprudensial aman terjaga.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN