Mohon tunggu...
Haekal Azman
Haekal Azman Mohon Tunggu... Mahasiswa - Hanya seorang mahasiswa UGM

Suka membaca, self-reflecting, dan mengobrol.

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Tekno

Rokok dan Vape: Seberapa Besar Bahaya yang Ditimbulkan?

22 September 2022   22:35 Diperbarui: 22 September 2022   22:41 72 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilmu Alam dan Teknologi. Sumber ilustrasi: PEXELS/Anthony

Sudah menjadi suatu kebiasaan umum untuk mengisap tembakau dikalangan masyarakat dengan berbagai macam tujuan baik untuk mengisi waktu luang maupun untuk bersosialisasi di dalam suatu perkumpulan. Cara mengisap tembakau yang dilakukan di kalangan masyarakat saat ini terbagi dua, ada yang menggunakan puntung rokok/kretek dan ada yang menggunakan rokok elektrik atau vapor atau disingkat vape. Bagi orang-orang awam mungkin akan mengira baik mengisap kretek maupun vape sama-sama membahayakan karena sejatinya keduanya merupakan media untuk merokok dan keduanya memiliki kandungan nikotin. Namun diantara rokok dan vape, seberapa besar bahaya yang mereka timbulkan bagi tubuh manusia?

Rokok kretek atau rokok konvensional didefinisikan sebagai hasil olahan tembakau terbungkus termasuk cerutu atau bentuk lainnya yang dihasilkan dari tanaman Nicotiana tabacum yang dikenal mengandung nikotin dan tar dengan atau tanpa bahan tambahan. Rokok ini merupakan jenis rokok yang paling banyak dikonsumsi di kalangan masyarakat. Pada batang rokok konvensional memiliki bagian-bagian seperti tembakau yang berfungsi sebagai pemberi sensasi pada rokok dan kertas rokok yang digunakan untuk membungkus tembakau dan juga sebagai pemberi rasa manis pada rokok saat diisap. Rokok konvensional memiliki asap rokok yang diketahui mengandung kurang lebih sejumlah 4000 jenis bahan kimia berbahaya, antara lain karbon monoksida, nitrogen oksida, nitrosamin, nitrosopirolidin, formaldehid, piridin, benzopirin, nikel, arsen, nikotin, fenol dan tar. Zat-zat tersebut diketahui merupakan substansi berbahaya yang dapat mencederai jaringan paru (Putra et al., 2019). Selain dapat mencederai paru-paru, kandungan tar yang sangat tinggi di dalam rokok sangat berperan dalam pembentukan sel kanker di dalam tubuh manusia sehingga sering dikategorikan sebagai zat karsinogen. Akibat yang ditimbulkan dari paparan zat-zat kimia berbahaya dalam rokok ini dapat berupa kanker, impotensi, dan bentuk serangan pada jantung.

Rokok elektrik atau Vape merupakan sebuah perangkat yang dirancang untuk menghantarkan nikotin tanpa asam tembakau dengan cara memanaskan larutan nikotin, perasa, propilen glycol dan glycerin (Hajek et al., 2014). Rokok elektrik merupakan tren yang sebenarnya tergolong baru pada masa ini karena tujuannya dipasarkan salah satunya sebagai solusi bagi para perokok berat untuk berhenti merokok dimana pada jenis rokok ini sama sekali tidak terkandung senyawa tar. Cara kerja vape yaitu cairan liquid pada vape akan tertuang pada kapas vape yang lalu dipanaskan sehingga terbentuk uap pada saat vape dinyalakan. Uap dari liquid inilah yang diisap para penikmat rokok elektrik karena dapat memberikan sensasi pada tenggorokan serta rasa dari liquid itu sendiri pada lidah. Walaupun tidak memiliki kandungant tar, kandungan nikotin eksesif pada vape tetap dapat menimbulkan risiko penyakit yang tidak dapat dipandang sebelah mata. Menurut Erikania (2017), vape memiliki kandungan zat kimia berbahaya bagi tubuh seperti Tobacco Specific Nitrosamines (TSNA), Diethylene Glycol (DEG) dan karbon monoksida. Berbeda dengan rokok, ternyata mengisap vape meningkatkan kadar plasma nikotin dalam darah secara signifikan dan lebih tinggi dibandingkan saat mengisap rokok selama lima menit penggunaannya. Hal ini menyebabkan peningkatan frekuensi nadi dan kadar plasma karbon yang dapat mengganggu kesehatan manusia. Berbeda dengan dampak berbahaya yang disebabkan oleh rokok, dampak berbahaya yang diakibatkan dari vape tidak sampai menyebabkan penyakit jangka panjang seperti tumor ataupun kanker. Penyakit-penyakit yang umumnya disebabkan akibat sering mengisap vape yaitu dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh, menyebabkan popcorn lung, penyempitan pembuluh darah, darah kental, dan berisiko terkena penyakit pneumonia lipoid.

Berdasarkan risiko penyakit yang ditimbulkan, jelas sekali rokok konvensional dan vape keduanya memiliki risiko membahayakan kesehatan yang sangat tinggi karena memiliki risiko tinggi menyebabkan kanker yang dapat membunuh nyawa manusia secara perlahan serta menyebabkan penyakit serius pada paru-paru dan sistem kardiovaskular manusia. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk selalu menjaga diri kita dari keinginan untuk mengisap baik rokok maupun vape agar paru-paru kita selalu bersih dan selalu memiliki gaya hidup kita dapat lebih sehat.

REFERENSI:

Erikania, J. 2017. Apakah Vape Mengandung Nikotin Seperti Rokok?. URL: https://nationalgeographic.grid.id/read/13307311/apakah-vape-mengandung-nikotin-seperti-rokok. Diakses tanggal 22 September 2022 pukul 22.32 WIB.


Hajek, P. et al. 2019. A Randomized Trial of E-Cigarettes  versus Nicotine-Replacement Therapy. The New England Journal of Medicine, 380(7): 629-637.

Putra, A.I., Hanriko, R., dan Kurniawaty, E. 2019. Pengaruh Efek Paparan asap Rokok Elektrik Dibandingkan Paparan Asap Rokok Konvensional Terhadap Gambaran Histopatologi Paru Mencit Jantan (Mus musculus). Majority, 8(1): 90-94.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Lihat Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan