Mohon tunggu...
Muhammad Firmansyah Kasim
Muhammad Firmansyah Kasim Mohon Tunggu...

Mahasiswa di University of Oxford, Inggris, bidang fisika partikel dan fisika akselerator.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Artikel Utama

Dari S1 Langsung S3 di Oxford? Anda Bisa!

18 Agustus 2013   07:15 Diperbarui: 24 Juni 2015   09:10 0 19 15 Mohon Tunggu...

Pernahkah terbayang di benak Anda untuk mendapatkan gelar doktor (S3) sebelum umur 25/26? Normalnya di Indonesia cukup sulit untuk melakukan hal tersebut, kecuali kalau sejak sekolah sudah sering mengikuti program aksel dan semacamnya. Beberapa orang mungkin berpikir bahwa untuk lanjut pendidikan S3, seseorang harus menempuh pendidikan S1 dan S2 dulu. Ternyata tidak selalu demikian! Berdasarkan sistem pendidikan di UK (Inggris), seseorang yang sudah lulus S1 boleh langsung diterima di program S3 untuk beberapa jurusan. Bahkan universitas-universitas top di UK menyediakan program-program tersebut. University of Oxford salah satunya. Berikut tipsnya menurut saya.

(1) Langkah pertama yang dilakukan adalah mencari program studi yang diinginkan. Pilihan program studi yang buka di Oxford dapat dilihat di sini Program doktoral di Oxford disebut "DPhil", jadi carilah yang program DPhil yang sesuai minat Anda. Untuk program yang mulai bulan Oktober, terdapat 3 batas waktu pendaftaran di Oxford: November tahun sebelumnya, Januari, dan Maret. Kalau Anda ingin mengajukan beasiswa ke Oxford, Anda harus memasukkan aplikasi pendaftaran sebelum Januari. Lewat dari itu, Anda harus mencari beasiswa sendiri. Biasanya beberapa program juga tetap buka walaupun bulan Maret sudah lewat. Kuota program tersebut belum mencukupi, sehingga tetap buka hingga kuotanya terpenuhi atau batas waktu tertentu (31 Agustus). Program-program yang tetap buka setelah Maret ini (kemungkinan besar) memiliki kesempatan masuk yang lebih besar daripada program yang tutupnya cepat.

(2) Setelah menemukan program yang Anda minati, cek persyaratan program tersebut. Anda dapat cek persyaratan program yang Anda inginkan dari halaman ini dan klik jurusan yang Anda inginkan. Di halaman yang Anda buka, lihat bagian "Entry Requirements". Jika ada kata-kata "undergraduate", kemungkinan besar program tersebut menerima lulusan S1. Contoh program-program S3 yang menerima lulusan S1 antara lain: Engineering ScienceTheoretical PhysicsBiomedical and Clinical SciencesManagement Studies, Mathematics, dan masih banyak lagi. Silakan cek jurusan yang Anda minati. :)

(3) Persiapkan pendaftaran. Mendaftar S3 tidak sama dengan waktu kita mendaftar S1 dulu yang cukup dengan menyebutkan jurusan apa yang kita inginkan. Untuk mendaftar S3, kita harus tahu apa yang ingin kita lakukan, apa yang ingin kita teliti, dan siapa yang ingin kita jadikan pembimbing. Oleh karena itu, sangat penting untuk melakukan pencarian-pencarian terlebih dahulu mengenai program yang kita inginkan dan orang-orangnya. Ini langkah yang sangat penting, jadi alokasikan waktu dan energi yang cukup banyak untuk langkah ini. Usahakan membaca semua grup riset yang ada di jurusan tersebut. Kalau ada grup riset yang menarik, carilah beberapa bacaan dari sumber lain (e.g. Google Scholar) mengenai topik riset tersebut, agar Anda mendapatkan pemahaman tentang topik tersebut: latar belakangkondisi saat ini, kendala yang dihadapi, dan lain-lain. Sebaiknya juga membaca artikel atau jurnal dari grup riset yang Anda ingin masuki untuk mengetahui apa yang sedang mereka lakukan, masalah yang sedang mereka hadapi, dan lain-lain. Begitu Anda sudah merasa 'klop' dan cukup paham dengan satu grup riset, pilihlah calon pembimbing Anda dari grup riset tersebut.

(4) Lakukan pendaftaran. Pendaftaran Oxford dilakukan secara online (tapi tidak menutup kemungkinan beberapa jurusan memerlukan pengiriman dokumen asli). Beberapa hal yang harus dipersiapkan adalah CV/résumé, 3 surat rekomendasi, transkrip nilai, dan statement of purpose atau research proposal. Untuk CV/résumé, buatlah dengan singkat, jelas, dan padat. Usahakan tidak melebihi 2 halaman. Fokuskan CV Anda di pengalaman riset, proyek, dan skill Anda. Pengalaman organisasi sebaiknya masukkan 1-2 yang paling signifikan. Selanjutnya untuk surat rekomendasi, mintalah ke dosen/akademisi yang menurut Anda paling mengenal Anda. Jangan meminta ke dosen yang memiliki jabatan yang tinggi, tapi tidak mengenal Anda dengan baik. Lebih baik meminta ke dosen pembimbing TA yang mengenal Anda daripada meminta ke rektor yang tidak mengenal Anda. Jangan lupa juga selalu mem-follow-up dengan sopan agar surat rekomendasinya dapat dikirim tepat waktu.

Apabila jurusan Anda memerlukan statement of purpose (SoP), maka tulislah SoP Anda dengan singkat, kalau bisa 1 halaman saja. Isi SoP sebaiknya menggambarkan apa tujuan Anda ingin bergabung ke program tersebut, rencana Anda setelah lulus, latar belakang Anda, dan hal-hal yang Anda ketahui mengenai riset yang Anda ingin masuki. Cukup banyak referensi untuk menulis SoP yang bagus di internet. Anda dapat mencari di google dengan kata kunci "how to write good Statement of Purpose for graduate school" atau semacamnya.

Di sisi lain, apabila jurusan Anda memerlukan research proposal, ini yang cukup menantang. Kebanyakan lulusan S1 belum terbiasa (bahkan belum pernah) menulis proposal riset. Akan tetapi, jurusan di Oxford pun biasanya berbaik hati dengan menerima proposal riset yang singkat (1-2 halaman saja). Di proposal riset, tuliskanlah apa yang Anda ketahui mengenai riset tersebut serta cantumkan juga referensinya. Tuliskan dari latar belakang riset tersebut, keunggulan riset tersebut, masalah yang dihadapi, dan apa yang ingin Anda lakukan untuk berkontribusi ke riset tersebut. Untuk lebih meyakinkan, tuliskan juga apa keahlian Anda dan bagaimana keahlian Anda dapat berkontribusi. Setelah dokumennya lengkap, cek sekali lagi dan submit ke Oxford.

(5) Apabila Anda lolos seleksi dokumen, biasanya akan ada seleksi wawancara. Berhati-hati dan bersiaplah di bagian ini. Wawancara yang dilakukan Oxford kemungkinan besar tidak menanyakan pertanyaan yang standar, seperti kenapa Anda ingin masuk jurusan X, kenapa Anda memilih Oxford, dan lain-lain. Pertanyaan-pertanyaan yang muncul kemungkinan besar akan sangat teknis berdasarkan proposal riset yang Anda tulis, bahkan menurut saya itu lebih mirip seperti sidang. Kalau Anda menulis istilah X, mungkin akan ditanya "coba jelaskan apa itu X", "bagaimana cara kerja X", "mengapa X bisa begini atau begitu", dan lain-lain. Anda juga akan ditanyakan hal-hal lain yang Anda ketahui mengenai riset tersebut (oleh karena itu langkah (3) sangat penting). Jangan panik kalau Anda tidak bisa menjawab suatu pertanyaan. Biasanya para pewawancara akan selalu terus bertanya hingga Anda tidak tahu jawabannya. Hal ini agar pewawancara mengetahui kemampuan Anda sudah sejauh mana.

Saran saya untuk seleksi wawancara adalah pelajari tentang riset yang ingin Anda masuki dan pelajari juga segala istilah yang ada di proposal riset Anda. Berdasarkan pengalaman saya, wawancara ini adalah langkah terakhir untuk mendapatkan offer letter dari Oxford. Jadi, persiapkan dengan baik. Untuk program tahun depan (2014), Oxford akan membuka pendaftaran mulai bulan September 2013. Jadi bagi Anda yang berminat, siapkan dari sekarang! Itulah langkah-langkah yang bisa saya informasikan kepada Anda agar dapat langsung menempuh S3 di Oxford dari S1. Semoga bermanfaat!

N.B.: Terima kasih kepada orang tua saya (M. Kasim dan Farida Kasim), kakak-kakak saya (M. Farid Kasim, M. Firdaus Kasim, dan Fauziah Kasim), orang yang memberikan info ke saya secara langsung dan tidak langsung (Pak L. T. Handoko, Pak Suharyo Sumowidagdo, Mr. Emmanuel Tsesmelis), recommender saya (Pak Yudi S. Gondokaryono, Pak Trio Adiono, Mr. A. K. M. Muzahidul Islam), Prof. Yohanes Surya, PT Hadji Kalla, dan pihak-pihak lain yang telah membuat saya dapat menulis artikel ini. Tulisan ini saya dedikasikan untuk mereka.