Mohon tunggu...
Adik Manis
Adik Manis Mohon Tunggu...

*A simple girl* *Penikmat & pelajar fenomena kehidupan*

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Artikel Utama

Mari Membaca Cerdas

24 Maret 2014   04:19 Diperbarui: 24 Juni 2015   00:34 937 26 12 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mari Membaca Cerdas
13955918751716826552

[caption id="attachment_328090" align="aligncenter" width="648" caption="Membaca Secara Cerdas / Dok. Ajie Nugroho Kampret"][/caption]

Sulit bagi saya untuk mencela tulisan orang lain karena saya selalu mendapatkan manfaat dari membaca tulisan apapun meskipun saya melihat kekurangan atau saya menilai tulisannya masih kurang baik dari segi informasi & pesan positif. Karena ada hal penting yang saya dapatkan dari kurang baiknya tulisan atau informasi itu, yaitu saya menjadi tahu dan bercermin pada tulisan yang saya anggap kurang baik itu untuk melihat diri saya melalui karya saya sendiri & mempertanyakan “Apakah saya juga pernah memiliki tulisan seperti itu tanpa saya sadari?”.

Jika saya tak mendapat jawabannya meskipun keyakinana saya bahwa itu bisa saja sering terjadi tanpa saya sadari. Well, tak ada manusia yang sempurna begitupun tulisannya.

Lalu akan saya apakan kekurangannya? Saya akan gunakan sebagai inspirasi untuk menulis dari sudut pandang yang berbeda. Tapi kalau misalnya baca status seorang cewek yang ngomongnya tidak sopan, ya sudah cukup tahu saja bahwa "oh ternyata pasang status gitu kurang sedap, jadi lain kali saya tak perlu memasangnya", jadi tak perlu bilang "pecicilan nih cewek" atau "cewek koq ngomongnya kayak gitu?", karena bukan hak saya untuk menghakimi apalagi sampai di kehidupan nyata menjauhi dia. Masa' iya kalau dia yang melakukan malah kita yang berdosa?? Iya kan??

Jadi, menurut saya, tak ada tulisan yang seutuhnya buruk. Karena keyakinan saya bahwa sesuatu yang buruk akan sangat berguna di tangan orang yang tepat.

Kiat-kiat ini yang biasa saya gunakan ketika membaca:

Membersihkan Pikiran
Dalam hal ini, ketika saya pernah bermasalah dengan seseorang, maka saya harus bersedia untuk menyingkirkan hal yang saya anggap buruk yang melekat pada pribadi orang itu untuk membaca tulisannya secara objektif demi mendapatkan manfaat.

Berpikir Positif
Saya harus berpikir positif bahwa penulisnya memiliki niat yang baik ketika menulis & berbagi, meskipun mungkin pada kenyataannya niatnya kurang baik tapi saya harus berpikir positif bahwa Tuhan menginginkan saya belajar dari penulis yang memiliki niat yang kurang baik.

Memahami Bahwa Gaya Menulis Setiap Orang Berbeda
Dalam hal ini saya tidak akan ngotot kepada penulisnya bahwa gaya penulisannya seharusnya seperti caraku. Maka saya tak akan mempersalahkan penulis yang menyajikan tulisannya dengan gaya ibu-ibu yang sepertinya hobby gosip karena lebih banyak mengangkat topik perilaku artis karena bukan itu yang penting tapi informasi & pesan apa yang saya dapat dari tulisannya. Jadi saya tidak perlu mencap tulisan itu buruk hanya karena caranya dalam menyajikan tulisannya yang berbeda dengan caraku.

Mengambil Dan Menempatkan Pada Tempatnya
Pesan yang baik saya ambil dan yang kurang baik saya lewatkan saja jika memang tidak memberikan inspirasi untuk saya dalam menulis tanpa harus mengutuk itu. Prinsip saya, belajar menempatkan hal yang saya anggap kurang baik pada tempatnya, siapa tahu itu berguna bagi orang lain dan mungkin itu tidak menjadi tepat untuk saya saat ini (karena prinsip hidup saya yang masih bertentangan dengan itu). Jadi, tak perlu menganggap tulisan yang memang tidak akan pernah sempurna menjadi buruk karena ada kekurangannya, anggap saja bahwa itu tak seutuhnya baik tetapi masih mengandung kebaikan untuk dinyatakan sebagai tulisan yang baik.

Berdiri Di Posisi Penulis
Nah, kalau ini sudah dilakukan, kita akan jarang sekali untuk menghakimi seorang penulis. Sebab kita membaca dengan memakai sudut pandangnya dia. Karena tidak mungkin seseorang mengutuk dirinya sendiri karena sudut pandangnya yang dia rasa keliru.

Menghitung Untung Rugi
Untuk mengapresiasi tulisan seseorang, maka yang biasa saya lakukan adalah menghitung untung rugi. Sebesar apa manfaat yang saya atau orang lain bisa dapatkan dari tulisan itu daripada kerugiannya. Jika besar manfaatnya (seperti membuat saya tertawa, memberi informasi & pengetahuan baru, melihat sudut pandang yang berbeda, memberi pelajaran hidup dll), maka saya akan memberikan apresiasi yang tulus.

Nah, yang menjadi pertanyaan "Maukah kita menjadi orang yang tepat ketika membaca?"

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x