Mohon tunggu...
Mesiyarti Manar
Mesiyarti Manar Mohon Tunggu... Full Time Blogger - Indonesian-based linguistics researcher who passionate in fashion design and traveling

Hey! I'm Meysi. I am Indonesian-based linguistics researcher. Currently, I am doing my research on endangered languages in Indonesia. I am passionate to fashion design and traveling. My travels taken me to around the Asia and beyond. The most thing that I concerned is becoming mother of two sons. They are my everyday inspiration to achieve the world. Well, welcome to my homepage!

Selanjutnya

Tutup

Healthy

Vaksin Pfizer, Moderna, dan Sinovac Side by Side, apa bedanya?

8 Januari 2021   15:43 Diperbarui: 8 Januari 2021   18:21 472
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Apa sih yang dibutuhkan dunia saat ini? kalo boleh saya menjawabnya kebutuhan paling utama untuk kembali normal adalah vaksin. Ya bulan Januari nanti rakyat Indonesia telah menanti suntikan vaksin pertama yang rencananya akan diberikan kepada Presiden Jokowi. Lalu bagaimana dengan wakil presiden Ma'ruf Amin? Infonya tidak bisa diberikan karena terhambat faktor umur. Indonesia bisa dikatakan ujicoba pertama kali vaksin Sinovac karena belum pernah disuntikkan di negara manapun. Selain masih dalam tahap uji klinis tahap III, vaksin ini juga digadang-gadang tingkat keampuhan mencapai 95% melebih vaksin pfizer dan moderna. Kita buktikan saja nanti setelah pemberian vaksin.

Satu-satunya vaksin yang sudah mengantongi izin dari FDA adalah vaksin Pfizer buatan farmasi terbesar di Amerika yaitu Pfizer bekerjasama dengan BioNtech.  Vaksin pfizer menggunakan teknologi rekayasa genetika yang bertujuan melihat genom RNA virus.Vaksin ini teruji untuk usia 16-85 tahun. Uji klinis telah dilakukan dengan menyuntikkan vaksin pada 43.500 orang di enam negara dan diklaim tidak ada masalah serius pada fase akhir uji coba. Ilmuan dari vaksin ini juga telah mengembangkan vaksin untuk mutasi virus covid 19. Vaksin ini Menggunakan gen sintetis yang lebih mudah diciptakan, sehingga bisa diproduksi lebih cepat dibanding teknologi biasa Virus yang tidak aktif ini tidak menyebabkan sakit tetapi mengajari sistem imun untuk memberikan respons perlawanan. Selain itu, dengan mRNA, tubuh tidak disuntik virus mati maupun dilemahkan, melainkan disuntik kode genetik dari virus tersebut. Hasilnya, tubuh akan memproduksi protein yang merangsang respons imun. Nah, dari 43.500 relawan, beberapa di antaranya merasakan efek samping seperti sakit kepala dan nyeri otot yang mirip dengan vaksin flu. Vaksin Pfizer, per hari ini (18/12/2020), telah disuntikkan kepada penduduk AS, Inggris, dan Arab Saudi. Beberapa negara di dunia juga telah memesan vaksin Covid-19 ini.

Gambar : www.who.int
Gambar : www.who.int

Vaksin Pfizer

Courtesy of www.pfizer.com
Courtesy of www.pfizer.com

Vaksin Covid-19 ini dikembangkan oleh perusahaan farmasi AS, Pfizer bekerjasama dengan perusahaan Jerman, BioNTech.  Vaksin menggunakan teknologi messenger RNA (mRNA). Ini termasuk teknologi baru dalam pengembangan vaksin. Menurut Channel News Asia, vaksin ini bisa mengajari sel-sel tubuh manusia untuk memproduksi respons imun. Teknologi ini berbeda dari vaksin tradisional yang terbuat dari virus yang dilemahkan atau dimatikan. Penyimpanan vaksin ini cukup menjadi kendala bagi negara berkembang karena harus disimpan pada minus 70 derajat Celcius. Karenanya pengiriman dan penyimpanan vaksin ini cukup menantang dan dinilai tak cocok untuk negara miskin. Butuh biaya besar untuk menyediakan tempat penyimpanan minus 70 'c agar vaksin tersebut tidak rusak. Tingkat keampuhan vaksin Pfizer ini diklaim mencapai 95 persen karena telah diujicobakan kepada 43.500 relawan . Tetapi saat ini setidaknya ada empat kasus reaksi alergi parah akibat penggunaan vaksin Pfizer ini termasuk kemerahan pada tubuh. Vaksin ini telah dipesan dan digunakan di beberapa negara seperti AS, Inggris, dan Arab Saudi, Singapura, Kanada, dan Meksiko. Pastinya membutuhkan APBN yang luar biasa jika pemerintah Indonesia memesan vaksin jenis ini karena  biaya pengiriman dan penyimpanan.

Vaksin Moderna

Courtesy of www.modernatx.com
Courtesy of www.modernatx.com

Vaksin moderna adalah vaksin buatan perusahaan farmasi Amerika Serikat yang dinilai menjanjikan untuk tingkat keampuhannya mencapai 94%. Vaksin ini juga dikembangkan memanfaatkan teknologi mRNA yang sama dengan vaksin Pfizer, namun mempunyai aturan penyimpanan pada suhu minus 20'c lebih mudah dibandingkan Pfizer yang membutuhkan suhu minus 70'c. Vaksin ini dapat bertahan selama 30 hari dalam lemari penyimpanan dan selama 6 bulan dalam lingkungan suhu minus 20'c. Sayangnya vaksin ini belum digunakan di negara manapun hingga saat ini. Vaksin ini sukses diuji klinis pada usia 16 tahun ke atas. belum ada uji klinis pada usia di bawah 16 tahun. Kandungan vaksin ini adalah mRNA dan Non-medicinal ingredients ALC-0315 = ((4-hydroxybutyl)azanediyl)bis(hexane-6,1-diyl)bis(2-hexyldecanoate)ALC-0159 = 2-[(polyethylene glycol)-2000]-N,N-ditetradecylacetamide 1,2-Distearoyl-sn-glycero-3-phosphocholine, cholesterol, dibasic sodium phosphate dihydrate, monobasic potassium phosphate, potassium chloride, sodium chloride, sucrose, dan air. Cara kerja vaksin ini mengajari cell pada tubuh manusia untuk membentuk protein sebagai antibodi untuk menangkal virus covid 19. Pemberian vaksin ini dilakukan 2 kali. Satu kali sebanyak 1 dosis dan satu kali setelah 21 hari setelah pemberian pertama. 

Vaksin CoronaVac

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun