Mohon tunggu...
Merza Gamal
Merza Gamal Mohon Tunggu... Konsultan - Pensiunan Gaul Banyak Acara

Penulis Buku: - "Spiritual Great Leader" - "Merancang Change Management and Cultural Transformation" - "Penguatan Share Value and Corporate Culture" - "Corporate Culture - Master Key of Competitive Advantage" - "Aktivitas Ekonomi Syariah" - "Model Dinamika Sosial Ekonomi Islam" Menulis untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman agar menjadi manfaat bagi orang banyak dan negeri tercinta Indonesia.

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana Pilihan

Misteri Bankir Kembar Antar Bangsa (Bagian ke-18)

10 Desember 2022   04:53 Diperbarui: 10 Desember 2022   05:03 351
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Image: Misteri Bankir kembar antar bangsa (bagian ke-18) - Grafis olahan Merza Gamal

"Apakah ada kewajiban Morgan pada perusahaan yang harus diselesaikan jika tidak lagi bekerja di sana?" tanya Papa padaku.

"Ya Papa, sehubungan Morgan diterima melalui jalur program Management Trainee, dan mengikuti Pendidikan satu tahun sebelum mulai bekerja, sehingga Morgan terikat ikatan dinas selama tiga tahun terhitung setelah lulus program Management Trainee," jawabku menerangkan posisiku sebagai pegawai bank saat ini.

"Sudah berapa lama ikatan dinas dijalankan?" tanya Papa lagi.

"Baru menjelang dua tahun Papa," jawabku.

"Apakah melanjutkan sekolah juga tidak dibenarkan dalam ikatan dinas tersebut?" Papa terus bertanya.

"Jika yang menyekolahkan adalah perusahaan, boleh Papa, tetapi jika sekolah atas keinginan sendiri, artinya mengundurkan diri dari perusahaan sebelum habisnya jangka waktu ikatan dinas, berarti harus membayar ganti rugi yang telah ditetapkan di awal," aku menjelaskan kondisinya kepada Papa.

"Apalagi, Morgan baru selesai mengikuti training dan magang terkait Kerjasama Asian Development Bank dengan Pemerintah Jerman, tentu lebih sulit untuk dapat izin meninggalkan kantor untuk kuliah pasca sarjana di luar negeri" lanjutku menjelaskan.

"Hmm, jika Morgan mengambil kuliah tentang Manajemen dan Keuangan Lingkungan di Jerman, itu artinya pas sekali dengan proyek kredit rehabilitasi lingkungan yang akan Morgan kelola. Papa punya jalur terkait dengan itu dan Papa bisa bantu untuk mengaturnya agar Morgan bisa kuliah sekaligus menjadi added value untuk proyek Kerjasama itu," jelas Papa panjang lebar.

"Morgan pikirkanlah dengan sebaik-baiknya penawaran Papa  untuk Morgan melanjutkan kuliah di sini untuk masa depan yang lebih baik," Mama ikut pula menimpali.

"Ya Papa dan Mama, akan Morgan pertimbangkan setelah Morgan sampai di Jakarta kembali," hanya itu yang bisa aku jawab.

Selain urusan dengan bank tempatku bekerja saat ini, izin utama yang harus aku dapatkan tentulah keikhlasan Ibu untuk melepaskanku kuliah di Jerman, apalagi dengan kondisi seperti saat ini. Di mana setelah aku ketemu Gustav di Singapore dan sekarang aku dekat dengan keluarganya di Jerman yang meyakini bahwa aku adalah bagian keluarganya yang hilang selama seperempat abad dan baru ditemukan kembali.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun