Mohon tunggu...
Merza Gamal
Merza Gamal Mohon Tunggu... Konsultan - Pensiunan Gaul Banyak Acara

Penulis Buku: - "Spiritual Great Leader" - "Merancang Change Management and Cultural Transformation" - "Penguatan Share Value and Corporate Culture" - "Corporate Culture - Master Key of Competitive Advantage" - "Aktivitas Ekonomi Syariah" - "Model Dinamika Sosial Ekonomi Islam" Menulis untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman agar menjadi manfaat bagi orang banyak dan negeri tercinta Indonesia.

Selanjutnya

Tutup

Healthy Pilihan

Wabah Monkeypox Sudah Menembus 100 Negara

3 September 2022   20:57 Diperbarui: 3 September 2022   22:00 821
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Image: Peta perkembangan wabah monkeypox per 2 September 2022 (File by Merza Gamal)

Poster Ketiga, bunyinya, "Waspadai gejala cacar monyet. Jika Anda memiliki gejala, istirahatlah dari pesta dan acara dan hubungi penyedia layanan kesehatan Anda." Di sini, lagi-lagi ditekankan adalah "istirahatlah dari pesta dan acara".

Dalam kampanyenya, ECDC tidak ada poster terkait pencegahan wabah monkeypox yang mengambarkan penularan virus tersebut dari monyet.

Bahkan CDC (Scientists at the Centers for Disease Control and Prevention) atau Ilmuwan di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat dalam kampanye penyegahan wabah monkeypox agar tidak semakin berkembang malah secara terang-terangan memasang gambar ilustrasi pasangan sesama laki-laki di tempat tidur. 

Image: Cuplikan Kampanye CDC untuk pencegahan penularan wabah monkeypox (File by Merza Gamal)
Image: Cuplikan Kampanye CDC untuk pencegahan penularan wabah monkeypox (File by Merza Gamal)

Dalam kampanyenya, CDC, menyampaikan bahwa vaksinasi adalah alat penting dalam mencegah penyebaran monkeypox. Namun, mengingat persediaan vaksin yang terbatas saat ini, hal yang dianjurkan adalah mengubah sementara beberapa perilaku yang dapat meningkatkan risiko terpapar monkeypox.

Lebih lanjut, CDC menyampaikan bahwa mengurangi atau menghindari perilaku yang meningkatkan risiko paparan monkeypox juga penting ketika seseorang berada di antara suntikan vaksin pertama dan kedua. Perlindungan akan tertinggi dua minggu setelah dosis vaksin kedua.

CDC juga menyampaikan untuk membiasakan bertukar informasi kontak dengan pasangan baru untuk memungkinkan tindak lanjut kesehatan seksual, jika diperlukan. Bicarakan dengan pasangan tentang gejala monkeypox dan waspadai ruam atau lesi baru atau yang tidak dapat dijelaskan di salah satu tubuh, termasuk mulut, alat kelamin (penis, testis, vulva, atau vagina), atau anus.

CDC menasehatkan, jika Anda atau pasangan Anda pernah atau baru saja mengalami gejala cacar monyet, atau Anda memiliki ruam baru atau yang tidak dapat dijelaskan di mana saja di tubuh Anda, jangan berhubungan seks dan temui penyedia layanan kesehatan. Dalam beberapa kasus, gejalanya mungkin ringan, dan beberapa orang bahkan mungkin tidak tahu bahwa mereka menderita monkeypox.

Bagi yang merasa sehat, CDC memberikan tips untuk mengurangi kemungkinan terkena monkeypox bagi orang-orang yang aktif secara seksual, sebagai berikut:             

  • Beristirahatlah sementara dari aktivitas yang meningkatkan paparan cacar monyet sampai dua minggu setelah dosis vaksin kedua diberikan.
  • Batasi jumlah pasangan seks untuk mengurangi kemungkinan terpapar.
  • Ruang seperti "ruang kencan", sauna, klub seks, atau pesta seks pribadi dan publik, di mana kontak seksual yang intim dan sering anonim dengan banyak pasangan terjadi, lebih mungkin menyebarkan cacar monyet.
  • Kondom (lateks atau poliuretan) saja tidak dapat mencegah semua paparan monkeypox karena ruam dapat terjadi di bagian lain dari tubuh.
  • Sarung tangan (lateks, poliuretan, atau nitril) juga dapat mengurangi kemungkinan paparan jika memasukkan jari atau tangan ke dalam vagina atau anus.
  • Sarung tangan harus menutupi semua kulit yang terbuka dan dilepaskan dengan hati-hati untuk menghindari menyentuh permukaan luar.
  • Hindari berciuman atau bertukar ludah karena monkeypox dapat menyebar dengan cara ini.
  • Bermasturbasi bersama dalam jarak tanpa menyentuh satu sama lain dan tanpa menyentuh ruam apa pun.
  • Lakukan seks virtual tanpa kontak langsung.
  • Pertimbangkan untuk berhubungan seks dengan pakaian atau menutupi area di mana ruam muncul, mengurangi sebanyak mungkin kontak kulit ke kulit.
  • Perlengkapan kulit atau lateks juga memberikan penghalang untuk kontak kulit-ke-kulit; pastikan untuk mengganti atau membersihkan pakaian/perlengkapan antara pasangan dan setelah digunakan.

Namun demikian, ketahuilah bahwa cacar monyet juga dapat menyebar melalui sekresi pernapasan dengan kontak tatap muka yang dekat. Ingatlah untuk selalu mencuci tangan, perlengkapan fetish, mainan seks, dan semua kain (seprai, handuk, pakaian) setelah berhubungan seks.

Jika di Eropa dan Amerika, sudah dijelaskan bahwa mencegah penyebaran wabah monkeypox adalah dengan mengurangi aktivitas terkait kontak seksual, maka di negara berkembang hal yang disampaikan untuk pencegahan lebih banyak terkait kontak dengan hewan peliharaan, termasuk di Indonesia yang juga sudah masuk kedalam daftar wabah monkeypox oleh WHO, walau secara resmi baru ditemukan satu kasus. (Semoga tidak ada lagi kasus monkeypox di Indonesia)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun