Mohon tunggu...
Merza Gamal
Merza Gamal Mohon Tunggu... Konsultan - Pensiunan Gaul Banyak Acara
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Berpengalaman di dunia perbankan sejak tahun 1990. Mendalami change management dan cultural transformation. Menjadi konsultan di beberapa perusahaan. Siap membantu dan mendampingi penyusunan Rancang Bangun Master Program Transformasi Corporate Culture dan mendampingi pelaksanaan internalisasi shared values dan implementasi culture.

Selanjutnya

Tutup

Kurma Pilihan

Seberapa Kuat Kita Membersamai Ramadhan Ini?

30 April 2022   22:06 Diperbarui: 30 April 2022   22:06 467
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Image: Seberapa Kuat KIta Sebanrnya....??? (by Merza Gamal)

Malam ini kita memasuki hari terakhir Ramadhan. Besok malam, insya Allah, Idul Fitri menjelang.

Berpuasa selama sebulan dan ditambah dengan menjalani ibadah lainnya sepanjang hari dan malam telah kita lalui. Adakah kita menjadi kuat dan pantas untuk disebut sebagai pemenang, sehingga kita layak merayakan kemenangan kita di Hari nan Fitri.

Ada orang yang kuat melakukan perjalanan ke gunung dan lautan, akan tetapi dia tidak sanggup melangkahkan kakinya ke masjid untuk shalat berjamaah. Padahal, saat bersamaan ada orang tak punya kaki yang rela merangkak ke masjid demi mendapatkan takbir pertama imam.

Ada orang yang kuat menatapi layar ponsel selama berjam-jam, membaca aneka berita dan status medsos, akan tetapi matanya tidak sanggup menatapi mushaf Al Quran walau hanya beberapa menit dan membacanya walau hanya beberapa ayat.

Padahal, pada saat bersamaan ada orang yang rabun matanya, bahkan tidak bisa melihat, yang berjuang mati-matian agar bisa membaca Al Quran.

Ada pula orang muda yang sehat badannya lagi kuat fisiknya akan tetapi dia terlalaikan dari shaum pada siang hari dan Tahajud pada malam hari. Padahal, pada saat bersamaan ada orang tua yang lemah badannya dan terbatas geraknya akan tetapi dia mampu melaksanakan dua keutamaan itu.

Hal tersebut artinya, Allah Azza wa Jalla menjadikan kekuatan terbesar seorang Mukmin ada pada hatinya dan bukan pada tubuhnya. Adapun kunci kekuatan hati ada pada keyakinan akan akhirat dengan segala balasannya.

Al-Imam Abu Hamid Al-Ghazali, dalam Ihya 'Ulumuddin, menukilkan kisah tentang Ahnaf bin Qais rahimahullah, seorang tokoh terkemuka dari kalangan tabi'in (wafat 72 H).

Satu ketika, seseorang bertanya kepada Ahnaf bin Qais yang ketika itu tengah berpuasa, "Tuan, Anda sudah tua. Jika berpuasa tentu akan melemahkan diri Anda!"

Apa jawab Ahnaf? "Dengan berpuasa, sebenarnya aku tengah mempersiapkan diri untuk perjalanan panjang. Sesungguhnya, bersabar dalam mentaati Allah Ta'ala tentu lebih mudah daripada bersabar dalam menanggung siksa-Nya."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kurma Selengkapnya
Lihat Kurma Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun