Mohon tunggu...
Merza Gamal
Merza Gamal Mohon Tunggu... Konsultan - Pensiunan Gaul Banyak Acara
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Berpengalaman di dunia perbankan sejak tahun 1990. Mendalami change management dan cultural transformation. Menjadi konsultan di beberapa perusahaan. Siap membantu dan mendampingi penyusunan Rancang Bangun Master Program Transformasi Corporate Culture dan mendampingi pelaksanaan internalisasi shared values dan implementasi culture.

Selanjutnya

Tutup

Financial Artikel Utama

Setelah Kebutuhan Terpenuhi, Konsumsi untuk Pamer

12 November 2021   07:14 Diperbarui: 13 November 2021   13:45 577
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi belanja online. (sumber: SHUTTERSTOCK via kompas.com)

Pertumbuhan ekonomi tidak bisa menghasilkan kepuasan atau kebahagiaan yang langgeng. Peningkatan pendapatan memang meningkatkan kebahagiaan, tapi hanya hingga taraf tertentu dan hanya untuk sementara. 

Setelah kebutuhan dasar terpenuhi, kebahagiaan merupakan keadaan relative yang dalam jangka panjang, pada umumnya tidak berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi. 

Kebahagiaan ditentukan, terutama, oleh bagaimana kita memandang kehidupan dan pencapaian kita dalam perbandingannya dengan kehidupan dan pencapaian sesama kita.

Saat kemakmuran berkembang, banyak orang takut dengan kompetisi dan perubahan yang mengancam status mereka yang sangat penting bagi harga diri mereka. 

Kebahagiaan jauh lebih bergantung kepada bagaimana pendapatan orang berbanding dengan pendapatan orang lain yang dianggap berstatus sama daripada seberapa berhasil mereka dalam materi.

Dalam sebuah survey terhadap lulusan Harvard, ditanyakan mana yang membuat mereka lebih bahagia, mendapatkan USD 50 ribu setahun dan sesama mereka memperoleh setengahnya atau memperoleh USD 100 ribu dan sesamanya memperoleh dua kali lipatnya. 

Mayoritas mereka memilih gaji yang lebih rendah dan orang lain menerima setengah dari mereka. 

Demikian pula dalam survey yang dilakukan 60 tahun yang lalu (1947) oleh Dorothy Brady dan Rose Friedman, memperlihatkan bahwa porsi pendapatan yang dibelanjakan sebuah keluarga Amerika untuk membeli barang dan jasa ditentukan bukan oleh tingkat pendapatan keluarga, melainkan oleh tingkat pendapatan keluarga dalam perbandingannya dengan pendapatan rata-rata keluarga Amerika. 

Dengan demikian, penelitian mereka memperlihatkan bahwa suatu keluarga yang memiliki pendapatan rata-rata negara pada tahun 2000 diperkirakan membelanjakan proporsi pendapatan keluarga yang sama dengan pendapatan rata-rata keluarga yang sama dengan pendapatan rata-rata keluarga pada tahun 1900. 

Meskipun menurut inflasi, pendapatan tahun 1900 hanya sedikit dibandingkan dengan tahun 2000. Jadi, kesimpulannya, perilaku konsumen belum berubah banyak selama satu seperempat abad ini.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Financial Selengkapnya
Lihat Financial Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun