Mohon tunggu...
Merza Gamal
Merza Gamal Mohon Tunggu... Pensiunan Gaul Banyak Acara

Berpengalaman di dunia perbankan selama lebih dari 25 tahun, dan mendalami change management dan cultural transformation. Menjadi konsultan di beberapa perusahaan.

Selanjutnya

Tutup

Bisnis

Corporate Culture Menentukan Business Performance

30 November 2020   04:40 Diperbarui: 30 November 2020   04:57 50 3 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Corporate Culture Menentukan Business Performance
ilustrasi pribadi

Keunggulan kompetitif berdasarkan harga, produk, atau proses seringkali berumur pendek. Bukan tugas yang mudah untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan dan mempertahankan keunggulan kompetitif dalam sebuah industri. Kondisi pasar bisa berubah-ubah. Pesaing terus-menerus membayangi dan mengganggu dengan produk-produk baru yang menjanjikan. Teknologi berkembang dengan sangat cepat. Pelanggan menuntut layanan yang lebih cepat, lebih responsif, dan personal. Nilai dan harapan karyawan berubah, dengan Millennial sekarang terdiri dari kelompok generasi terbesar di dunia kerja.

Satu keunggulan kompetitif yang dapat dimanfaatkan secara konsisten, sebagai pembeda yang tidak dapat diduplikasi, adalah budaya perusahaan. Budaya yang unik dalam sebuah organisasi dapat membantu membentuk identitas merek perusahaan, meningkatkan retensi karyawan, dan menginspirasi serta memotivasi karyawan. Budaya Perusahaan (Corporate Culture) mengacu pada budaya organisasi yang mencakup visi, nilai-nilai, perilaku, dan praktik perusahaan.

Kesadaran Budaya Perusahaan atau organisasi bisnis dan organisasi lain muncul pada era 1960-an. Istilah Budaya Perusahaan (Corporate Culture) berkembang pada awal 1980-an dan menjadi dikenal luas pada 1990-an. Budaya Perusahaan digunakan pada masa-masa itu oleh para manajer, sosiolog, dan akademisi untuk menggambarkan karakter perusahaan, termasuk keyakinan dan perilaku umum, sistem nilai di seluruh perusahaan, strategi manajemen, komunikasi dan hubungan karyawan, lingkungan kerja, dan sikap. Budaya Perusahaan saat itu memasukkan mitos asal perusahaan melalui CEO karismatik, serta simbol visual seperti logo dan merek dagang.

Pada era 2010'an terjadi perubahan mendasar, budaya perusahaan tidak lagi hanya diciptakan oleh para pendiri, manajemen, dan karyawan sebuah perusahaan (insan perusahaan), tetapi juga dipengaruhi oleh budaya dan tradisi nasional, tren ekonomi, perdagangan internasional, ukuran perusahaan, dan produk & jasa yang dihasilkan.

Ada berbagai istilah yang berhubungan dengan perusahaan yang dipengaruhi oleh berbagai budaya, terutama setelah globalisasi dan meningkatnya interaksi internasional dari lingkungan bisnis saat ini. Dengan demikian, istilah lintas budaya mengacu pada "interaksi orang-orang dari berbagai latar belakang di dunia bisnis"; kejutan budaya mengacu pada kebingungan atau kecemasan yang dialami orang-orang ketika melakukan bisnis dalam suatu masyarakat selain dari milik mereka sendiri; dan membalikkan kejutan budaya sering dialami oleh orang-orang yang menghabiskan waktu lama di luar negeri untuk bisnis dan mengalami kesulitan menyesuaikan kembali setelah mereka kembali.

Untuk menciptakan pengalaman lintas budaya yang positif dan memfasilitasi budaya perusahaan yang lebih kohesif dan produktif, perusahaan sering mencurahkan sumber daya yang mendalam, termasuk pelatihan khusus, yang meningkatkan interaksi bisnis lintas budaya.

Pada saat ini dapat kita lihat bahwa kesadaran Budaya Perusahaan lebih mendapatkan perhatian dalam mencapai kinerja perusahaan (Corporate Performance) dibandingkan era bisnis sebelumnya. Perusahaan semakin sadar akan nilai bisnis dari budaya perusahaan yang kuat. Bahkan, berdasarkan survei Global Human Capital Trends Deloitte 2016, delapan puluh dua persen orang berpendapat bahwa Budaya Perusahaan sebagai potensi keunggulan kompetitif.

Culture (budaya) adalah seperangkat nilai-nilai kelompok yang dipelajari, keyakinan, standar-standar, pengetahuan, moral, dan perilaku yang disampaikan oleh individu atau masyarakat, yang menentukan bagaimana seseorang bertindak, dan memandang dirinya dan yang lain. Budaya bukan hanya ada pada kelompok besar masyarakat atau negara, tetapi juga ada pada kelompok yang lebih kecil seperti sebuah organisasi, baik itu organisasi sosial maupun organisasi komersial (seperti sebuah perusahaan atau kelompok usaha).

Budaya pada organisasi komersial (perusahaan atau kelompok usaha) biasanya dikenal dengan istilah Corporate Culture (Budaya Perusahaan). Budaya Perusahaan merupakan implementasi dari nilai-nilai (values) disetiap sisi kehidupan insan perusahaan dalam berorganisasi yang mencakup perilaku, simbol, sistem. Budaya Perusahaan merupakan perwujudan dari nilai-nilai yang sangat dihargai dan penting, sehingga setiap orang dapat cocok, diterima, dan dihargai dalam perusahaan. (lihat: Walking the Talk -  Carolyn Taylor, 2015)

Budaya Perusahaan mengacu pada kepercayaan dan perilaku yang menentukan bagaimana karyawan dan manajemen perusahaan berinteraksi dan menangani transaksi bisnis di luar. Seringkali, Budaya Perusahaan tersirat, tidak didefinisikan secara tegas, dan berkembang secara organik dari waktu ke waktu dari sifat kumulatif orang-orang yang dipekerjakan perusahaan. Budaya Perusahaan akan tercermin dalam aturan berpakaian, jam kerja, pengaturan kantor, tunjangan karyawan, turnover, keputusan perekrutan, sistem marketing, promosi produk dan jasa, layanan pelanggan, kepuasan pelanggan, dan setiap aspek operasi lainnya.

Budaya Perusahaan dapat dicerminkan dari hal-hal berikut:

  • Budaya Perusahaan mengacu pada kepercayaan dan perilaku yang menentukan bagaimana insan perusahaan dan manajemen perusahaan berinteraksi;
  • Budaya Perusahaan juga dipengaruhi oleh budaya dan tradisi nasional, tren ekonomi, perdagangan internasional, ukuran perusahaan, dan produk;
  • Budaya Perusahaan, baik dibentuk secara sengaja atau tumbuh secara organik, mencapai inti dari ideologi dan praktik perusahaan, dan memengaruhi setiap aspek bisnis.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x