Mohon tunggu...
Politik Pilihan

Quo Vadis HMJ

21 Februari 2016   16:36 Diperbarui: 26 Februari 2016   05:07 204
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Politik. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik

Dihimpun oleh satu kesatuan

Berhimpun dengan tujuan dan satu kepentingan

Kepentingan Himpunan Mahasiswa Jurusan

Pendidikan,  penelitian, dan pengabdian.

(Mochamad Syafiudin 20-02-2016)

Berawal dari tanda tanya yang menerka nerka dan belum menemukan arah. Sebuah polemik kini mengalir dilingkup mahasiswa jurusan Ilmu Politik. Jurusan yang baru saja lahir di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya. Sebagaimana mana umumnya jurusan yang baru saja lahir selalu, mengalami perjuangan yang total dan terkadang juga harus frontal untuk menuju satu keberhasilan pembangunan baik secara keseluruhan dan secara individual yaitu kualitas Mahasiswanya. Untuk mengadakan perjuangan tersebut perlu sebaiknya dipikirkan dan dipertimbangkan secara matang, seksama, dewasa disertai pikiran yang tajam dan hati yang jernih. Untuk itu ada beberapa faktor yang perlu ditekankan terlebih dahulu dalam jurusan ilmu politik tersebut. Pembentukan lembaga internal formal legal adalah salah satu cara awal dan harus dipunyai oleh sebuah jurusan yang baru saja lahir atau lebih dikenal Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ). Dengan adanya Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) akan memudahkan pergerakan Mahasiswa jurusan ilmu politik. Pembuatan forum diskusi, pengadaan program kerja dan lain sebagainya. Tanpa Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) memang diakui sulit untuk sebuah Mahasiswa Jurusan yang baru saja lahir dapat melakukan suatu gerakan didalam Universitas.

Memaknai Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Politik bagi Mahasiswa baru dan jurusan baru yang belum mempunyai kelulusan angkatan memang tidak mudah. Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) mempunyai tugas dan fungsi, sesuai dengan kata awal himpunan yaitu menghimpun Mahasiswa yang berada dalam bidang jurusan tersebut menjadi wadah dan sarana bagi Mahasiswa untuk mengaktualisasikan minatnya dibidang yang digeluti. Mengembangkan keilmuannya menjadi cendiakwan yang insyaf akan tanggung jawab atas kewajiban Mahasiswa sebagai agent of change baik dilingkup Univeritas dan Masyakarat. Maka dari itu setiap Mahasiswa haruslah memahami dan memaknai akan arti dan fungsi Mahasiswa serta Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) agar tidak ada robotisasi mahasiswa. Dikeluarkannya SK mendiknas No.155 UU tahun 1998 bahwa Organisasi Mahasiswa didirikan dari, oleh dan untuk Mahasiswa serta tanggung jawab kepada Mahasiswa. Adanya kata dari, oleh, dan untuk diatas dapat disimpulkan bahwa Pembentukan Himpunan Mahasiswa jurusan (HMJ) haruslah mencerminkan sifat demokratis dan independen.

Tanpa memahami secara holistic dan komperhensif arti dari Mahasiswa dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) juga dapat menimbulkan penunggangan kepentingan dan segala hal yang menyimpang dari hakikat Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ). Mengenai perkara yang baru saja muncul akan dilantiknya ketua dan anggota Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ). Pemindahan jabatan ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) yang berdasarkan penunjukan Wadek III (Wakil Dekan) tanpa ada partisipasi Mahasiswa Ilmu politik sendiri menyalahi asas Demokratis yang ada. Sebagai Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu politik seharusnya hal tersebut dapat dipertimbangkan terlebih dahulu tanpa langsung mengiyakan secara langsung. Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) melingkupi antar angakatan dan tidak dapat berdiri sendiri secara parsial.

Segala hal yang terjadi haruslah sesuai dengan kepentingan dan keputusan bersama. Bilamana prosedur yang ditetapkan dalam pemilihan ketua menyalahi asas demokrasi dan pendidikan politik yang menyimpang. Seharusnya masalah seperti ini dapat segera dikaji secara internal oleh Mahasiswa Jurusan Ilmu Politik sendiri. Mengingat Mahasiswa Jurusan (HMJ) sebagai alat Mahasiswa Ilmu politik dalam pengembangan diri kata alat disini bisa saja digunakan secara menyimpang pula. Ketika Mahasiswa Ilmu Politik acuh, terhadap masalah ini maka dapat diputuskan bahwa pendidikan politik Mahasiswa juga gagal. Rasa apatis dan skeptis memanglah racun yang mudah menjangkit Insan Politik dipendidikan politik. Menurut Moh. Hatta tugas perguruan tinggi membentuk manusia susila dan demokrat, yang:

·         Memiliki keinsyafan tanggung jawab atas kesejahteraan masyarakatnya.

·         Cakap dan mandiri dalam memelihara dan memajukan Ilmu pengetahuan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun