Mohon tunggu...
Merlin Geme Meda
Merlin Geme Meda Mohon Tunggu... Tulisan sendiri

I am not a great writer. Tulisan ini sekedar ingin mengusir jenuh. Semoga baik juga untuk dinikmati pembaca.

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Aku Gagal karena Anak Pejabat

13 Agustus 2020   20:24 Diperbarui: 28 Agustus 2020   20:19 237 1 1 Mohon Tunggu...



Ayu adalah siswi SMA kelas XI yang cerdas. Karena kecerdasannya, banyak prestasi yang sudah dia peroleh di bidang akademik.
Tak puas dengan apa yang dicapainya dalam bidang akademik, ia ingin berprestasi juga dalam bidang non-akademik. Dengan tubuh tingginya, Ayu bercita-cita ingin menjadi salah satu anggota Paskibraka.
Menurutnya jika dia menjadi anggota Paskibraka akan menjadi kebanggaan tersendiri baginya. Selain itu, lebih dari segalanya, Ayu ingin membanggakan ibunya walaupun dia sudah sering membanggakan ibunya melalui  prestasi-prestasi lain yang ia peroleh dari sekolah.
Oleh karena itu, tanggal 17 Agustus merupakan tanggal yang paling dinantinya. Dalam penantiannya itu, Ayu selalu menyisihkan waktu setiap harinya untuk belajar tentang Paskibraka dan rajin berolahraga guna mempersiapkan fisiknya. Hampir setiap minggu Ayu tidak pernah alpa untuk mencari informasi padaku tentang kapan pendaftaran dan proses seleksi Paskibraka dibuka.
Seperti Sabtu kemarin, hari ini Ayu datang lagi.
"Pak, seperti biasa. Sudah ada informasi baru, tidak?" Tanyanya.
"Belum Ayu. Kalau sudah ada informasi, pasti kamu orang pertama yang bapak beri tahu. Kamu tunggu saja nanti. Biasanya sih bulan April atau Mey pendaftaran dan proses seleksinya dilakukan. “ Jawabku kepada Ayu.
"Berarti bentar lagi dong pak." Sambung Ayu dengan semangat.
" Iya, palingan satu atau dua minggu lagi."
Jawabku menebak-nebak.
"Okelah pak, makasih ya.  Kalau begitu Ayu mau kembali ke kelas pak." Kemudian Ayu  pergi meninggalkan aku sambil melambaikan tangannya.
Selain pintar, Ayu juga terkenal ramah dan memiliki sopan santun  yang baik dengan siapa pun, baik guru maupun siswa-siswi yang lain.  
Tak disangka perkiraan aku tentang seleksi Paskibraka yang akan dilaksanakan satu atau dua minggu akan datang meleset. Tim seleksi dari Kabupaten datang lebih  cepat dua hari setelah perbincangan aku dengan Ayu pada pertemuan terakhir.  
Setelah mendapat informasi tentang prosedur dan syarat dari tim seleksi, aku pun langsung menghampiri Ayu ke kelasnya, mengingat aku telah berjanji untuk memberitahunya terlebih dahulu sebelum siswa-siswi lain.
Aku melakukan hal itu, bukannya aku lebih memperhatikan Ayu dari pada siswa-siswi lain atau mungkin jika guru dan siswa lain mengetahui cara aku ini, mereka akan menilai aku pilih kasih.
Tidak ada alasan lain, aku melakukan itu semata-mata ingin mendukung Ayu karena aku lihat semangatnya Ayu lebih dari teman-teman lain untuk  menjadi salah satu Paskibraka. Itu semua aku lihat dari usahanya selama ini. Mulai rajin berolahraga dan sering tampil sebagai petugas upacara pada apel Bendera. Belum lagi hampir setiap minggu dia selalu mencari informasi di aku sebagai wakil kepala sekolah bagian kesiswaan tentang seleksi Paskibraka tersebut. Melihat siswa yang sangat aktif seperti Ayu,  membuat aku juga bersemangat untuk mendukungnya.
"Ayu, sini. Bapak ada kabar baik untuk kamu." Panggilku setelah melihat Ayu dan Rena sahabatnya yang duduk berdua di taman kelas sambil menikmati Es krim di masing-masing genggaman tangannya.
"Kabar baik apa pak?" Tanya Ayu penasaran.
"Tentang Paskibraka itu sudah ada informasi Ayu. Pagi tadi sekolah kita telah kedatangan tim seleksi dari Kabupaten, mereka juga sudah berikan formulir pendaftaran dan syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi seorang Paskibraka. Bapak yakin kamu pasti sudah siapkan?" Aku menjelaskan dan langsung menanyakan tentang persiapan Ayu.
"Waaaah, akhirnya waktu yang aku tunggu-tunggu datang juga ya Ren. Terima kasih ya pak." jawab Ayu sembari memeluk sahabatnya Rena.  
"Aku sudah sangat siap pak. Lagian tentang syarat-syaratnya aku sudah tahu juga. Aku sudah mencarinya di internet, aku juga sudah banyak belajar tentang itu. " Lanjut Ayu meyakinkan.  
"Tidak perlu kamu beri tahu, bapak sudah menduganya kok. Kamu semangat sekali Ayu, semoga kamu terpilih mewakili sekolah dan lolos seleksi menjadi Paskibraka. Nanti ada pengumuman lanjutan, kamu tetap dengar ya Ayu."
"Siap pak, terima kasih lagi ya pak."
"Iya, sama-sama. Bapak pamit ya." Aku kemudian kembali pergi meninggalkan mereka berdua di taman. Tak sengaja melihat lagi k arah mereka, mereka kembali melanjutkan cerita mereka dengan bahagia.  Aku pikir, mungkin mereka sedang melanjutkan perbincangkan  tentang Paskibraka tersebut .
Saat jam sekolah berakhir,  Aku sisihkan kesempatan untuk memberikan pengumuman tersebut ke seluruh siswa-siswi sebelum semua mereka  pulang.
Selain Ayu, ternyata lumayan banyak siswa yang tertarik dengan pengumuman itu. Kurang lebih 70 orang yang berminat untuk mengikuti seleksi tersebut.
Sebelum siswa di utus ke Kabupaten untuk pelatihan, sebagian tahap seleksi dilakukan di sekolah.  Seperti syarat-syarat fisik yang menyangkut dengan tinggi badan, berat badan serta kesehatan siswa. Selain syarat fisik, seorang Paskibraka harus juga memiliki nilai akademik yang baik.    
Pihak sekolah kemudian melaksanakan tahap seleksi di sekolah, sebagai langkah awal pemilihan calon Paskibraka untuk tingkat kabupaten. Dari banyak yang mendaftar, utusan sekolah hanya dibolehkan 10 orang saja yaitu 5 laki-laki dan 5 perempuan. Siswa-siswi yang terpilih adalah siswa-siswi yang memenuhi syarat fisik maupun psikis. Beberapa siswa ada yang tidak terpilih hanya karena beberapa alasan. Ada yang karena fisiknya tidak sesuai target, ada yang kondisi tubuhnya kurang sehat dan banyak siswa-siswi yang belum memahami tentang Paskibraka itu sendiri.
Wajah bahagia terlihat  di wajah Ayu setelah mendengar namanya disebutkan menjadi salah satu siswa utusan dari sekolah untuk mengikuti seleksi dan pelatihan Paskibraka di tingkat Kabupaten.
Setelah aku memberikan pengumuman kepada seluruh siswa mengenai siswa- siswi yang terpilih, aku kemudian mengumpulkan secara khusus mereka yang terpilih mewakili sekolah untuk berpartisipasi dalam HUT Kemerdekaan sebagai Paskibraka.
"Selamat siang anak-anakku. Sebelumnya bapak ingin mengucapkan selamat kepada kalian semua yang sudah terpilih menjadi perwakilan sekolah. " Kataku menyapa.
" Siang pak." Dengan serentak mereka menjawab.
"Hari minggu nanti, kalian akan mulai masuk asrama. Sejak saat itulah kalian akan  dilatih dan dibina oleh pelatih kalian di Kabupaten. Kamu akan disebut CAPASKA (calon Paskibraka) sampai tanggal 16 Agustus nanti. Ini  berarti, sejak hari minggu sampai tanggal 16 nanti adalah waktu seleksi kalian. Jadi pada waktu seleksi itu, bapak harap kamu melakukan yang terbaik ya. Proses latihan tidak akan pernah gampang. Fisik kamu semua  akan benar-benar teruji saat proses seleksi. Semangat ya, Bapak percaya kalian pasti bisa." Aku melanjutkan  menasihati dan memberikan semangat untuk mereka.
"Bisa kan Ayu?" Tanyaku pada Ayu,  yang tepat berada di depan aku dengan wajahnya yang sebelumnya bahagia, menjadi bengong seketika saat aku mengatakan demikian.
"Siap!  Bisa pak. " Jawab Ayu sambil sedikit tertawa.  
"Baiklah kalau begitu, nanti ada pengumuman menyusul dari panitia seleksi, terkait dengan segala perlengkapan yang harus kamu siapkan selama masa seleksi."Aku melanjutkan.
Setelah itu, semua siswa-siswi tersebut bubar meninggalkan aku, terkecuali Ayu yang aku tahan untuk ngobrol.
"Ayu senang ya, sudah terpilih?"
"Senang sekali pak." Karena saking senangnya  Ayu menjawab seperti memotong pertanyaan aku.
"Aku sangat bersyukur untuk kesempatan berharga ini, selain aku akan  menyenangkan ibu lewat prestasi-prestasi aku,  juga akan menjadi kebanggaan tersendiri untuk aku." Ayu melanjutkan.  
"Aku ingin selama masa SMAku diisi dengan berbagai kegiatan dan hal yang positif dan berguna untuk masa depanku. Selain punya mimpi untuk  melanjutkan kuliah di perguruan tinggi, aku juga punya mimpi untuk menjadi polisi wanita. Jadi dengan aku menjadi salah satu anggota Paskibraka mungkin itu akan menjadi sedikit mudah mewujudkan salah satu mimpiku itu.
Aku sangat kasihan sama ibu, makanya aku ingin belajar lebih dari rata-rata siswa pada umumnya, agar aku berpeluang mendapatkan beasiswa setelah aku lulus SMA." karena hanya dengan berpendidikan tinggi, nasib ibu dan aku akan baik ke depannya.
Mendengar Ayu bercerita, dengan rasa haru seketika aku hanya diam  mengaguminya  yang selalu berusaha dan  punya mimpi besar walaupun hanya seorang anak yatim.  
Ayu bercerita begitu banyak denganku siang ini. Setelah lama bercerita, kami pun mengakhiri obrolan kami.
"Sudah dulu ya Ayu, bapak salut sama kamu. Kamu anak yang baik. Bapamu di surga dan ibu kamu  pasti akan sangat bangga denganmu.
Bapak  doakan, semua mimpi-mimpi kamu terwujud ya Ayu. Bapak  percaya kamu pasti bisa." Aku mengakhiri dengan menyemangatinya.
Hari berlalu, akhirnya tiba saatnya Ayu dan sembilan teman lainnya akan melaksanakan pelatihan dan proses seleksi anggota Paskibraka di Kabupaten. Sebelum dijemput tim dari Kabupaten, mereka diberi wejangan oleh kepala sekolah.
"Sebagai wakil sekolah, ibu dan warna sekolah lainnya berharap kamu semua melakukan yang terbaik.  Menjadi seorang Paskibraka tidak mudah, ibu harap kamu semua mau belajar dan dilatih. Hari ini kamu semua kuat dan sehat kan?" Kepala sekolah bertanya.
"Iya bu, kami kuat kami sehat. "Jawab anak dengan semangat dan meyakinkan.
"Jawaban yang luar biasa. Ibu harap itu akan selalu sehat dan kuat yaaaa. "
Kepala sekolah mengakhiri pembicaraan, karena jemputan sudah datang menjemput mereka.
Melihat mereka pergi meninggalkan sekolah, sejenak aku kembali mengingat cerita Ayu tentang motivasinya untuk menjadi siswa berprestasi. Selain menyenangkan ibunya, ia juga membantu ibunya dalam membiayai sekolahnya sendiri, karena memperoleh beasiswa prestasi. Sebagai guru dan orang tua aku sangat bangga punya anak seperti Ayu.
Ayu dan sembilan teman lainnya pergi untuk latihan Paskibraka selama kurang lebih dua  setengah bulan.
Tepat setengah  bulan hari raya Kemerdekaan akan dirayakan, pada tanggal 15 Juli aku dan pihak sekolah lainnya dikagetkan dengan berita kepulangan Ayu yang gagal jadi Paskibraka hanya karena ada salah satu anak pejabat yang menggantikan posisi Ayu.
Dengan air mata dan kesedihan di wajah Ayu, Ayu tiba di sekolah  setelah beberapa jam kami mendengar kabar tentang kepulangannya.
Dia menangis sejadi-jadinya ketika aku menghampiri dan memeluk serta berusaha menenangkannya walaupun aku sendiri juga sedang menahan air mata.
"Aku gagal pak. Gagal!  Gagal!  "
"Aku Gagal karena anak pejabat itu."
"Cita-citaku dihentikan oleh mereka yang punya kedudukan .
Disela isak tangisnya, Ayu berkata.
"Aku hanya gadis miskin yang tak punya keluarga untuk  dapat  meloloskan aku jadi Paskibraka."
"Usahaku selama ini sia-sia pak."
"Aku sudah banyak belajar, aku sudah banyak latihan dan semua peraturan sudah aku patuhi dengan baik. Aku mengikuti seleksi secara bertahap dengan baik dan itu tidak gampang pak. Aku harus melawan teriknya panas dan aku harus sabar menghadapi para pelatih yang begitu kerasnya selama dua bulan, aku harus ketinggalan pelajaran di sekolah. Belum lagi, ibuku harus aku tinggalkan sendiri bekerja selama ini.
Mendengarnya bercerita, aku dan guru lain hanya terdiam.
"Sedangkan anak pejabat itu, dengan mudahnya dia datang dan masuk menggantikan posisi aku. Dia Masuk tanpa mengikuti seleksi, belum lagi dia datang dengan tiba-tiba, di saat aku dan teman-teman lainnya sudah mengikuti sebagian besar proses  pelatihan.  Itu tidak gampang pak. "Ayu melanjutkan.
"KEMERDEKAAN MACAM APA INI"?
Setelah melupakan kemarahannya, Ayu kemudian pergi meninggalkan sekolah dengan meninggalkan banyak tanya pada masing-masing kepala orang yang ada dalam situasi hari ini, tentang jawaban atas pertanyaan terakhir yang dia lontarkan di tengah kemarahannya.


VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
13 Agustus 2020