Politik

Pendapat Ngawur ala Fadli Zon soal Terorisme di Indonesia

16 Mei 2018   14:01 Diperbarui: 16 Mei 2018   14:18 689 0 0

Serangkaian aksi terorisme menyerang wilayah Surabaya dan sekitarnya. Setelah tiga gereja dibom, diikuti dengan insiden di Rusun Sidoarjo, dan esoknya kejadian bom bunuh diri  Mapolrestabes Surabaya, membawa banyak korban jiwa. 

Peristiwa itu sendiri nyata, faktual, dan bukan rekayasa. Korban jiwanya pun bukan fiktif. Dengan demikian, ancaman terorisme ini adalah fakta, bukan pengalihan isu semata.

Namun, di tengah situasi memprihatinkan saat ini, Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon sungguh menyakitkan hati masyarakat Indonesia. 

Dia mengeluarkan pendapat ketika informasi belum jelas dan masih bersifat sementara. Sehingga  pernyataannya lebih sebagai opini yang sok tahu, sok pintar, dan merasa paling mengerti seluruh peristiwa itu. 

Isi pernyataan itu pun beberapa sangat multi tafsir dan terkesan hanya nyinyir saja. Di tengah duka yang mendalam, dia masih sempat menyerang pemerintah. Di tengah kepolisian masih berjibaku menghadapi teroris dia malah nyinyir dan menyudutkan pihak kepolisian.

Pernyataan Fadli Son itu sungguh tidak memiliki kepekaan dan simpati terhadap kondisi keamanan negara saat ini. Dia justru memanfaatkan insiden bom di Surabaya sebbagai komoditas politik untuk menyerang pemerintahan Presiden Jokowi.

Dengan tindakan seperti itu maka Fadli Zon bukanlah wakil rakyat sesungguhnya. Dia hanyalah wakil partai dan tidak mementingkan kepentingan rakyat banyak.

Sebagai oposisi pun, kualitasnya sungguh tidak mumpuni. Karena hanya bisa menebarkan kebencian dan memecah belah bangsa, tanpa menghadirkan solusi alternatif bagi permasalahan bangsa dan negara 

Satu hal yang menyakitkan masyarakat adalah dia menyebutkan bahwa terorisme menyerang karena kepemimpinan lemah. Padahal, faktanya terorisme itu masalah laten dan menyejarah. 

Aksi keji teroris tidak berkaitan dengan pemimpin negara. Pasalnya, teror hanya berurusan dengan usaha penyerangan dan menebar ketakutan di benak publik.

Faktanya, di negara yang dianggapnya memiliki kepemimpinannya kuat, kaya, dan tidak terjadi ketimpangan, seperti Prancis dan Inggris pun juga terjadi serangan terorisme.

Dengan demikian, pendapat seperti di atas sangat memalukan bila dinyatakan oleh pejabat negara. Dia lebih sok tahu dan tidak paham situasi di lapangan. Apalagi memberikan analisa yang valid dan benar.

Untuk itulah kita perlu memahami secara kritis komentar sok empati dari politisi seperti Fadli Zon ini. Dia tidak sedang berempati dengan sungguh-sungguh, melainkan sedang memanfaatkan situasi untuk kepentingan politiknya.