Mohon tunggu...
Mercy SeptiaraVelinta
Mercy SeptiaraVelinta Mohon Tunggu... Mahasiswa - Fun it

Enjoyyy

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Peran Aktif Muhammadiyah sebagai Stakeholder dalam Menangani Pandemi Covid-19

29 November 2021   06:40 Diperbarui: 29 November 2021   06:42 62 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Muhammadiyah merupakan sebuah organisasi agama islam yang memiliki peran penting dan kuat dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Sebagai salah satu Organisasi yang besar, Muhammadiyah mampu lahir karenya peran-perannya. Dan salah satu peran Muhammadiyah adalah untuk membantu mewujudka bangsa Indonesia bebas dari Covid 19. 

Karena Covid 19 merupakan sebuah bencana besar yang harus cepat dan tanggap untuk dihadapi. Di masa seperti  ini, perlu dilakukan untuk menghadapi pandemi ini yakni dengan adanya inovasi gerakan,  inovasi kebijakan, dan inovasi layanan sosial untuk menghadapi pandemi Covid 19, sehingga mampu menciptakan kerukunan di dalam lingkungan masyarakat.

Saat ini yang sedang mengalami pandemic Covid-19 yang membuat kehidupan masyarakat Indonesia tak beraturan. Berbagai upaya dilakukan untuk menanggulangi penyebaran Covid-19, yang dilakukan tak hanya oleh pemerintah melainkan pihak-pihak lain juga harus ikut andil. Tak terkecuali Muhammadiyah, yang mana ikut andil dalam menanggulangi penyebaran Covid-19 ini seperti mengerahkan semua rumah sakit Muhammadiyah di seluruh Indonesia untuk menangani kasus Covid-19.

Yang mana Muhammadiyah ternyata menjadi salah satu contoh dalam membangun kesadaran masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19. Yang sudah terbukti dalam peran muhammadiyah yang strategis dan tepat dalam membangun dan menghasilkan kesadaran masyarakat dalam konteks ini.  

Muhammadiyah juga membentuk sebuah organisasi yang Bernama Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCC). Yang mana MCC awalnya dibentuk untuk menyediakan rumah sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah agar bisa menerima pasien yang memiliki gejala Covid-19. Namun ternyata MCC memiliki power yang kuat sehingga dibentuk juga di tingkat provinsi, kabupaten dan kota.

Muhammadiyah juga memiliki peran yang sangat penting seperti memberikan pelayanan kesehatan Covid 19, yang mana dimulai dari tes Covid 19 sampai menyediakan shelter untuk isolasi bagi para pasien positif Covid 19. Peran Muhammadiyah di dalam pandemic Covid-29 ini juga ditunjukkan dengan memberikan sebuah pelayanan konsultasi psikologi dan medis. Selain itu Muhammadiyah juga berperan aktif dalam advokasi, yang mana menjadi tim Gugus Tugas Covid-19 milik Pemerintah. 

Tidak hanya itu Muhammadiyah juga memberikan sebuah peran yang sangat st strategis dengan Gerakan bantuan sosial, ketahanan pangan, bantuan sosial, gerakan kepentingan keluarga bersama dengan Asian foundation, UMKM, bantuan guru melalui urban farming, Jumat Berkah dan Canthelan. Peran para perempuan juga bergerak di dalam Nasyiatul Aisyiyah dan ‘Aisyiyah.

Peran Muhammadiyah tidak hanya itu, tetapi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah juga memiliki peran yang penting dalam menanganai pandemi Covid-19 ini kepada masyarakat. Muhammadiyah juga mendukung berbagai kebijakan pemerintah dalam melakukan protokol kesehatan dalam rangka untuk pencegahan penyebaran Covid-19, terutama yang berkaitan dengan pemberlakukan social/physical distancing. 

Muhammadiyah melalui perannya itu mengajak seluruh umat manusia dan masyarakat untuk selalu bersikap optimis. Karena sifat optimis tersebut akan melahirkan sebuah harapan untuk bisa berkontribusi bagi bangsa dan negara dalam menghadapi penyebaran Covid 19 saat ini. Seluruh masyarakat dihimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi pandemi ini.

Muhammadiyah sudah telibat aktif sejak awal dalam menangani pandemi Covid 19 ini. Yang mana dengan cara melalui 117 rumah sakit dan 167 Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang turut andil dalam menangani penyebaran kasus Covid-19. Muhammadiyah benar-benar menunjukkan kontribusi yang besar bagi bangsa Indonesia dalam menghadapi pandemi ini. Pandemi di Indonesia saat ini sudah menunjukkan presentase kasus penurunan. Sehingga, dalam tantangan kedepan adalah bagaimana cara untuk meminimalisasi resiko Covid 19 yang menimbulkan berbagai permasalahan dalam aspek kehidupan masyarakat.

Dalam  pandangan  Muhammadiyah,  partisipasi  aktif dari semua  pihak  dengan  berbagai  cara  bahkan sekecil  apapun itu yang mana  dalam  rangka  pencegahan penyebaran  Covid-19  memiliki nilai  ibadah  dan  dianggap  sudah  berpartisipasi  dalam  jihad  kemanusiaan. Saat  pandemi  Covid-19  seperti  ini,  Muhammadiyah memberikan ajaran dan  tuntunan untuk  memperbanyak zakat, sedekah dan infak.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan