Mohon tunggu...
Nurlita Wijayanti
Nurlita Wijayanti Mohon Tunggu... Menurlita

Lulusan Psikologi yang antusias pada isu kesehatan mental. Wordpress: https://sudutruangruang.wordpress.com/

Selanjutnya

Tutup

Filsafat Artikel Utama

Sebenarnya, Makna Ekspresi Diri Itu Seperti Apa?

31 Januari 2020   01:42 Diperbarui: 3 Februari 2020   14:34 579 7 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Sebenarnya, Makna Ekspresi Diri Itu Seperti Apa?
Ilustrasi Photo by Viktor Paris on Unsplash

Yah, ga seperti tulisan-tulisan sebelumnya, gaya tulisan kali ini bermuatan curhatan pribadi. Dan tulisan kali ini kuanggap sebagai ekspresi diri. Kalau kamu masih tertarik untuk kuajak ngobrol, mari, sekarang kita ke pendahuluannya dulu sebelum masuk to the point of topic, about self-expression.
***
Hidup itu kompleks. Kompleksitasnya makin menjadi-jadi seiring dengan berjalannya waktu, perputaran nasib seakan-akan berputar bagaikan roda antar manusianya, kalau kita tak pernah berusaha, berjuang untuk mempertahankan atau meningkatkan nilai kehidupan kita sendiri, maka otomatis kita tersisihkan dari perputaran hidup yang kita harapkan.

Pernah dengar istilah seleksi alam? Seleksi alam ini biasanya untuk hewan dan tumbuhan, tapi kita bisa coba pelajari analoginya untuk kehidupan kita sebagai manusia

Konsepnya mirip. Bedanya, konteksnya lebih kepada adaptasi diri sendiri, sebagai organisme dengan dinamika psikologi internalnya terhadap dinamika psikologis eksternal yang jumlahnya miliaran manusia, mungkin. Siapa yang bisa tenang, tidak tenggelam dalam distres yang mendalam, ia yang akan selamat, ia akan bertahan, bertumbuh, dan berkembang.
***
Rasanya cukup menjenuhkan, ya? Hingga tersadar, kejenuhan itu bermula dari buntunya jalan pikiran kita, atau jangan-jangan, memang perasaan kita yang menyempit dan membuat kita seakan "buntu".

Orang awam mungkin langsung menaruh sangka bahwa kita sedang mengaplikasikan "sugesti negatif" ke diri sendiri, dan itu dianggap sebagai tindakan yang merugikan diri sendiri, serendah itu kita dipandang dari satu sisi saja dan mereka seakan tau segalanya. 

Rasanya, semua pikiran dan perasaan membludak. Seakan, aku adalah bom waktu yang berjalan sangat lambat, terlepas dari benar atau salahnya tulisan ini.
***
Mulanya, aku mencari teman yang benar-benar bisa membuatku merasa "ada," atau eksistensi diri yang disadari keberadaannya. Sampai lah di titik aku membutuhkan dan mendapatkan teman-teman yang tulus, mau berteman dan menerimaku dengan konsisten, tanpa pemalsuan ekspresi, maupun tanpa inkonsistensi antara bibir, mata, dan intonasi bicara. They built secure environment for me to stay alive.
***
Mungkin kamu tak asing dengan ungkapan, bahwa orang tipe pendengar seakan-akan menjadi sosok yang bersedia jadi "tempat sampah" untuk orang lain. Aku sendiri, percaya bahwa masih ada ungkapan kata yang lebih baik dari pada "tempat sampah." 

Pendengar adalah manusia yang langka, meski jumlahnya banyak. 

Begini, kamu tak akan mudah mendapatkan pendengar yang cocok, karena personalitas kamu tak selalu cocok terhadap setiap orang. Bisa disimpulkan sementara, bahwa kita adalah pendengar yang langka, dan kita membutuhkan pendengar yang nyatanya "langka" juga. Sebegitu berharganya dan sama sekali tak patut disebut sebagai "tempat sampah."

Tapi mungkin, aku bisa memahami dari perspektif "mereka" yang menyebut "pendengar" ini sebagai "tempat sampah."
***
Aku ga tau, benar atau salah, tepat atau tidak, karena ini murni dari hasil observasi dan kontemplasi diri yang cukup dangkal tentang ekspresi diri. 

Berbicara ekspresi, kita mungkin sudah tau, jaman sekarang banyak sekali karya cipta, mulai dari musik, puisi, buku, novel, bahkan projek kerja kita adalah hasil eskpresi kita. 

Secara definisi, ekspresi adalah ungkapan dari gagasan, perasaan, atau sesuatu yang ingin diutarakan, diungkapkan. Bentuknya banyak. Karena ekspresi cenderung mengarah pada apa yang kita pikirkan, rasakan, dan rasanya ingin sekali disampaikan pada orang lain, semacam I wanna show about my discoveries! Let's come to see, please. May be you'll interest on it. 

Dan satu hal yang bisa kamu temukan, kalau kamu peka, dan tentu saja, kalau kamu kuat, kamu akan menemukan sisi lain yang menunjukkan kebutuhannya, semacam pesan lain dari si manusia ekspresif itu. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x