Mohon tunggu...
Andayo Ahdar Notes
Andayo Ahdar Notes Mohon Tunggu... Freelancer - menulis, membaca satu paket untuk melihat bangsa

membaca dan menulis, semuanya penting. tuk menatap peradaban

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Moralitas, Spiritual pada Sains

22 Juni 2022   10:44 Diperbarui: 22 Juni 2022   11:12 510
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi Ilmuwan | Sumber: thoughtco.com

Ilmu pengetahuan atau sains berkembang  dengan pesat diera milenial. Selalu saja ada informasi penemuan ilmiah dan inovasi dari produk sains tersebut. 

Hadirnya memberi dampak pada budaya dan perilaku. Sains pun dijadikan sebagai tolak ukur dari perkembangan zaman dan kemajuan suatu negeri. 

Meski para saintis (ilmuan) terus mengembangkan penelitiannya. Namun produk sains sudah terterima di masyarakat sebagai bagian dari gaya hidupnya tanpa mereka sadari. Seperti perkembangan Teknologi Informasi, sains terapan, sains dibidang humaniora (hukum, sosial,budaya,ekonomi) dan lainnya.

User atau pengguna sains datang dari beragam manusia. Baik dari tingkatan umur, pendidikan, ras maupun status sosialnya. Mereka begitu tergantung pada produk sains tersebut. Sains yang dikuatkan dengan melahirkan teori yang dipatenkan dengan fomulasi atau populer dengan istilah rumus. 

Dalam prosesnya ada data yang valid sebagai penyusun bangunan sains tersebut. Valid berarti jelas dan jujur dalam prosesnya. Kejujuran ilmiah memberikan habit bagi ilmuan untuk selalu berhati-hati dalam meneliti. Hingga bisa menjadi sikap dasar baginya karena terlatih pada saat mengolah, menafsirkan data hingga menyimpulkannya dan menjadi landasan teori untuk penelitian selanjutnya. 

Sains yang sejatinya memberi manfaat bagi manusia namun kerap terjadi masalah pada saat pengaplikasiannya terutama saat digunakan sebagai dalil dalam pengujian terhadap suatu kasus. Maka sains acapkali menjadi 'terdakwah' dalam beberapa kasus. 

Semisal malpraktek dalam dunia medis pun dibidang hukum,  sosial, ekonomi dan pendidikan. Contoh Malpraktek dibidang Sosial ekonomi adalah praktek korupsi sedangkan dibidang hukum : mempermainkan dalil hukum untuk meloloskan perkara yang sudah diketahui secara umum bahwa itu suatu kejahatan yang nyata.

Penyalagunaan sains biasa terproyeksi dalam bentuk imajinasi berupa film. Sebagai contoh kisah seorang ilmuan yang kecewa dan sakit hati dan akhirnya melakukan riset untuk melawan dunia. 

Kisah tersebut banyak kita jumpai dari film-film bergenre super hero. Sebagai contoh kisah Superman, Spiderman, dan man-man lainnya yang menampilkan seorang tokoh ilmuan antagonis. Begitulah imajinasi mereka untuk menarik orang agar merefresh diri dan larut dalam hiburan tontonan. 

Dalam kehidupannya nyata mungkin saja ada yang demikian halnya. Akan tetapi lebih banyak yang mampu membawa manfaat bagi ummat manusia. Membawa perubahan pola hidup dan kebiasaan-kebiasan yang baik. Meski demikian tidak serta merta menjadikan sains sebagai salah satu tolak ukur manusia dalam bertindak. Ada aspek lain yang justru sains harus lebih didekatkan dengannya. Aspek Spritual. Keyakinan akan adanya pemberi sebab atas segala sesuatunya. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun