Mohon tunggu...
melo
melo Mohon Tunggu... -

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Belajar dari Naruto

12 Oktober 2018   08:39 Diperbarui: 12 Oktober 2018   08:55 293
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Channel Youtube Gameplayrj

Jika coba kita bandingkan anak muda sekarang dengan anak muda pada zaman penjajahan, kita memang akan menemukan perbedaan yang sangat jauh tentang apa yang menjadi misi dan tujuanya, karena perbedaan waktu dan keaadan. 

Sebagian besar perjuangan dari anak muda sekarang adalah lebih untuk kesejahteraan, kebahagiaan, kesenangan dan kebahagiaanya sendiri, sedangkan perjuangan yang dilakukan  pemuda pada zaman penjajahan merupakan suatu bentuk perjuangan keras bukan hanya demi kepentingannya sendiri, dalam hal ini pemuda pada zaman penjajahan berusaha mendapatkan 'pengakuan tentang keberadaan' bukan hanya untuk dirinya tetapi bahkan demi seluruh masyarakat Indonesia yang bukan hanya untuk masa itu, tetapi juga untuk masyarakat pada masa selanjutnya.

Melihat kenyataan yang terjadi, bukanlah sesuatu yang salah bagi pemuda ketika dia lahir di zaman ini dimana ia tidak lagi berhadapan dengan para penjajah. Bukanlah suatu kesalahan ketika anak muda sekarang hanya fokus pada pencapaian kesenangan pribadinya sebagai usaha untuk mensejahterakan dirinya. Namun, saat kita mulai melihat berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat di Kupang apakah kita selalu berpikir bahwa itu tugas pemerintah. 

Bagaimanapun, sebagai pemuda yang mempunyai peradabanya sendiri, kesejahteraaan seluruh rakyat pada masa sekarang mau tidak mau merupakan tanggung jawab yang harus diperhatikan oleh pemuda demi keberlangsungan negara Indonesia yang lebih baik.  

Pemuda memang seharusnya menjadi motor untuk sebuah gerakan memperbaiki kesalahan-kesalahan masiv yang dilakukan oleh pihak yang mementingkan kepentingannya. Maka dengan apa Pemuda turun kembali ke medan pertempuran dan memperjuangkan keberadaan dirinya dan tentu keberadaan kota kupang, bukan lagi dengan mengangkat senjata, bukan lagi dengan berpeperang melawan bangsa lain, tetapi dengan semangat merubah dirinya sendiri.

Melawan Diri Sendiri

Naruto di dunianya adalah anak yang memiliki kecerdasan dibawah rata-rata namun mempunyai tekad baja dan kemauan yang kuat, sehingga selalu mampu melampaui dirinya yang lemah dan mampu membawa perubahan di tengah dunia peperangan antara desa yang berseteru demi kepentingan politik, golongan, dan klan yang telah terjadi beratus-ratus tahun.

Dalam hubungannya dengan sebuah perubahan, Sama halnya dengan yang anak muda alami saat ini, kemiskinan, korupsi, kekurangan energi, perdagangan manusia, eksploitasi anak, dan masih banyak kasus lain adalah sejenis peperangan nyata yang ada di sekitar kita saat ini. Sebagai anak muda yang mencintai daerah dan masyarakatnya harusnya kita merasa terganggaggu dengan maraknya kasus-kasus diatas. 

Kita memang tidak serta-merta harus langsung turun dan memberantas semua itu layaknya yang dilakukan super hero di film-film. Kita tidak juga harus segera turun ke jalan mengadakan demo menuntut pemerintah memberantas kasus di atas, lalu apa yang harus kita perbuat? Melawan diri sendiri.

Sejatinya diri kita merupakan tempat tertampungnya segala bentuk negative dan juga positif. Dengan bernagai macam kemajuan teknologi saat ini, perubahan budaya, dan pola pikir masyarakat yang semakin berubah saat ini, kita benar-benar diuji untuk bertindak sebijaksana mungkin. 

Lalu bagaimana kita harusnya bertindak bijaksana, tentu saja dengan belajar. Belajar bukanlah harus selalu menghabiskan waktu di depan buku, bukan juga dengan selalu hadir di ruang kelas. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun