Mohon tunggu...
melisa emeraldina
melisa emeraldina Mohon Tunggu... Lainnya - Menulis untuk Berbagi Pengalaman

"Butuh sebuah keberanian untuk memulai sesuatu, dan butuh jiwa yang kuat untuk menyelesaikannya." - Jessica N.S. Yourko

Selanjutnya

Tutup

Financial Artikel Utama

Perlunya Belajar Keuangan agar Tak Perlu Kepepet Menggunakan Pinjol

1 September 2021   20:12 Diperbarui: 14 Oktober 2021   19:58 831
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi Pasangan sedang menghitung pengeluaran belanja (freepik/tirachardz)


Saya cukup beruntung karena saya memiliki pekerjaan tetap yang memungkinkan saya untuk mendapatkan kredit, baik Kredit Pemilikan Rumah (KPR) atau Kartu Kredit. Bahkan saya tidak perlu mengajukan diri, melainkan mereka yang menawarkan saya untuk menggunakan Kartu Kredit. Ketika saya selalu menolak, Kartu Kredit tersebut tetap dikirim ke alamat saya dan siap diaktifkan kapan saja.

Ya, bukan hanya pinjaman online atau pinjol ilegal, Bank pun agresif dalam menawarkan kredit, karena dari situlah mereka bisa tetap hidup.

Sebaliknya, orang yang benar-benar butuh uang pinjaman (kredit) justru sulit mendapat akses untuk berhutang. Karena tak ada jaminan, tak ada pekerjaan formal tetap dan sebagainya.

Memang begitulah seharusnya hutang. Hutang hanya diberikan kepada mereka yang benar-benar terukur untuk dapat melunasi pembayaran. 

Maka persyaratan untuk mendapat kredit oleh Bank tidak sembarangan. Begitupula nasabah yang terpilih untuk mendapat kartu kredit.

Berbeda dengan pinjol ilegal. Dari awal niat mereka adalah menjerat orang untuk tertipu dan terlilit utang sehingga mau tidak mau terpaksa harus mengorbankan harta benda yang mereka miliki. Itulah kenapa syaratnya mudah dan tak menggunakan prosedur berbelit.

Bunga kartu kredit yang dikeluarkan oleh Bank, pada umumnya adalah sebesar 2%- 3% per bulan atau 36% per tahun. Cukup besar bukan? Berbeda dengan "penawaran" pinjol ilegal yang menawarkan bunga 2% per tahun, seperti yang saya terima melalui SMS berikut.

Screen capture dari SMS Pinjol Ilegal yang saya terima
Screen capture dari SMS Pinjol Ilegal yang saya terima


Terlalu mencurigakan bukan?

Nyatanya menurut cerita rekan saya yang terbelit hutang pinjol, bunga pinjol diberlakukan per hari keterlambatan. Maka hutang yang awalnya jutaan bisa menjadi puluhan juta. Mengapa? Jelas karena targetnya memang orang yang tak paham keuangan. Orang yang tidak mengerti cara  mengatur pendapatan agar cukup bagi kebutuhan, tentu berat bila masih harus ditambah cicilan hutang.

Maka menurut saya yang bisa menyelamatkan diri dari terbelit hutang dan gali lubang tutup lubang adalah MELEK KEUANGAN. Tidak ada yang lain.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Financial Selengkapnya
Lihat Financial Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun