Mohon tunggu...
Melinia DitaTursina
Melinia DitaTursina Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang

Happyy

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Muhammadiyah Optimis Hadapi Covid-19: Menebar Nilai Utama

29 November 2021   10:15 Diperbarui: 29 November 2021   10:24 74 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Pada tanggal 18 November 2021 kemarin, Muhammadiyah telah berusia 109 tahun. Karena kondisi negara Indonesia yang sedang dilanda Covid-19, Muhamadiyah mengusung tema "Optimis Hadapi COVID-19: Menebar Nilai Utama" dalam memperingati hari jadinya. Untuk merayakan hari lahir Muhammadiyah, terdapat sesi pidato yang oleh Prof. Dr. H. Haedar Nashir M.Si. beliau merupakan ketua umum pusat pimpinan Muhammadiyah. Dalam sambutannya selaku pimpinan Muhammadiyah, Bapak Haedar menyampaikan mengenai sikap optimis dalam menghadapi Covid-19. 

Beliau mengatakan bahwa Indonesia suatu hari nanti akan bangkit dari pandemi yang telah hampir kurang lebih selama dua tahun terakhir melanda Indonesia. Beliau juga mengatakan, dalam menghadapi situasi pandemi ini, perlu waspada dan bersikap ikhtiar serta dapat sungguh-sungguh memanfaatkan kesempatan agar terbesas dari pandemi.

Bapak Haedar Nashir mengungkapkan berbagai nilai utama yang harus diterapkan agar dapat dijadikan bekal dalam menghadapi pandemi COVID saat ini.

Nilai-nilai tersebut adalah nilai untuk menanamkan rasa saling menghargai dengan sesama manusia, nilai persaudaraan dan nilai persatuan kesatuan, nilai untuk memiliki rasa kasih dan rasa sayang terhadap sesama, nilai dimana seseorang tidak boleh bertindak gegabah tetapi juga tidak boleh bertindak terlalu lama, nilai keyakinan dan keseriusan dalam berusaha, nilai yang juga memanfaatkan ilmu pengetahuan dalam menghadapi pandemi, serta nilai kemajuan. Adapun penjelasan delapan nilai utama tersebut adalah sebagai berikut:

  • Nilai untuk menanamkan rasa saling menghargai dengan sesama manusia. Untuk menerapkan nilai ini, diwajibkan untuk tiap manusia agar saling menghargai satu sama lain mengingat Indonesia yang memiliki keberagaman.
  • Nilai persaudaraan dan nilai persatuan kesatuan. Dinyatakan bahwa dalam menghadapi pandemi ini diharapkan agar manusia dapat mempererat tali persaudaraan. Diperlukan rasa persaudaraan dan kebersamaan dari semua masyarakat, sebagai wujud dari aktualisasi nilai utama dalam menjalani kehidupan bersama di tengah nasib yang sama yang dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
  • Nilai untuk memiliki rasa kasih dan rasa sayang terhadap sesama. Dengan adanya nilai ini, maka tingkat perselisihan akan terkurang. Haedar Nashir atas nama Persyarikatan Muhammadiyah, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk meletakkan musibah global ini dalam pandangan kemanusiaan yang humanistik.
  • Nilai dimana seseorang tidak boleh bertindak gegabah tetapi juga tidak boleh bertindak terlalu lama. Seseorang harus bertindak bijak dalam mengambil keputusan.
  • Nilai keyakinan dan keseriusan dalam berusaha, nilai ini menunjukkan bagiamana seseorang memiliki komitmen terhadap keseriusannya dalam bertindak.
  • Nilai yang juga memanfaatkan ilmu pengetahuan dalam menghadapi pandemi, nilai ini akan menjadi nilai pendukung ketika menghadapi pandemi.
  • Nilai kemajuan. Bapak Haedar mengungkapkan untuk menghadapi pandemi ini dibutukan kemajuan dari masyarakat dan dengan adanya pandemi ini senantiasa mengajarkan manusia untuk mampu memahami masalah secara mendalam dan luas, serta membangkitkan diri untuk maju pasca musibah.

Selain delapan nilai diatas, Bapak Haedar juga menyampaikan empat pesan, yang pertama yaitu Bapak Haedar berpesan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk mendukung dan menjaga nilai persatuan bangsa Indonesia, nilai-nilai persatuan yang dapat mempererat tali silaturahmi antar sesame. Beliau juga mengatakan bahwa Muhammadiyah secara konsisten memberikan solusi untuk mengatasi pandemi Indonesia. 

Masyarakat dihimbau untuk bersatu padu dan maju bersama dalam memberantas dan menghadapi situasi pandemi ini. Oleh karena itu, dianjurkan untuk saling toleran dan tidak saling memecah belah. Hal ini membantu untuk meningkatkan rasa persatuan dan kebersamaan.

Yang kedua, Bapak Haedar juga menyampaikan bahwa masyarakat Indonesia harus toleran terhadap keberagaman yang dimiliki, tidak bersikap rasis dan mendiskriminasi ras/kelompok/golongan tertentu. Ungkapan ini juga merupakan perwujudan dari semboyan Indonesia Bhinneka Tunggal Ika. Negara Indonesia dikatakan tidak mungkin atau sulit maju apabila tidak mewujudkan semboyan bangsa yang merupakan semboyan yang penting sebagai negara yang majemuk.

Pesan yang ketiga dari Bapak Haedar adalah agar seluruh lapisan masyarakat Indonesia didorong untuk mengedepankan nilai persatuan dalam mengatasi permasalahan yang ada. Beliau mengatakan Allah SWT mengkaruniai Indonesia dengan tetap menjaga keutuhan negara Indonesia hingga saat ini dan bertahan sebagai negara yang satu. Oleh karena itu, warga Indonesia diminta untuk menjaga karunia tersebut agar senantiasa mendapat karunia dari Allah SWT.

Adapun nilai-nilai tersebut telah disebutkan dengan sebanyak delapan nilai utama. Dengan memperhatikan dan memenuhi kedelapan nilai tersebut, Indonesia akan dapat menjaga karunia persatuan dan kesatuan yang telah diberikan oleh Allah SWT dan dapat maju menghadapi wabah COVID-19.

Kemudian pesan yang keempat dari Bapak Haedar adalah bahwa nilai persatuan dan upaya persatuan itu harus dibuat komitmen jangka Panjang bagi seluruh rakyat Indonesia. 

Beliau juga mengungkapkan bahwa untuk berkomitmen pada nilai persatuan ini dalam jangka Panjang, perlu menjaga nilai persatuan dan memiliki beberapa nilai yang diperhitungkan sebagai warga negara Indonesia. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan