Mohon tunggu...
Vanya  Karunia
Vanya Karunia Mohon Tunggu...

Belajar menuangkan aspirasi serta pemikiran dalam bentuk tulisan.

Selanjutnya

Tutup

Media Artikel Utama

Kekuatan di Balik Visual "Storytelling"

15 April 2019   20:58 Diperbarui: 20 April 2019   15:33 0 10 2 Mohon Tunggu...
Kekuatan di Balik Visual "Storytelling"
Dokumen Pribadi

Visual storytelling atau yang sering disebut sebagai visual narrative merupakan salah satu cara untuk memberikan informasi melalui bentuk visual, bisa melalui foto, ilustrasi, ataupun video. Salah satu kelebihan dari visual storytelling adalah bisa menggunggah emosi dari pembaca. 

Kekuatan visual sudah dikenal sejak 32.000 tahun yang lalu, ketika nenek moyang kita menggambar pada dinding gua, salah satu contohnya adalah gambar binatang.

Visual atau gambar pada saat itu digunakan sebagai cara untuk mencatat atau merekam kejadian pada saat itu, dan sebagai sharing mechanism.

Pada saat ini seperti 32.000 tahun yang lalu, visual masih punya kekuatan yang luar biasa untuk memberikan informasi kepada orang lain. Terdapat lima kekuatan dari visual storytelling, yaitu:

1. Realism
Visual bisa merepresentasikan hidup manusia sesuai dengan kehidupan nyata, sehingga manusia bisa menggambarkan kisah atau kejadian yang terjadi dalam hidupnya melalui visual. Realism lebih memperhatikan aksi dalam kehidupan nyata manusia.

ilustrasi: rumahnisya.blogspot.com
ilustrasi: rumahnisya.blogspot.com
Ini merupakan salah satu contoh bahwa melalui visual bisa menceritakan dan merepresentasikan kehidupan nyata manusia, sehingga khalayak dengan mudah memahami arti atau makna visual tersebut.

2. Sensation
Berbicara tentang efek yang ada dalam visual agar tampak lebih nyata dan menimbulkan kesan tersendiri bagi khalayak, misalnya menggunakan efek brightness, contrast, dan color pada sebuah visual. 

Ilustrasi: saifullah-hasan.blogspot.com
Ilustrasi: saifullah-hasan.blogspot.com
Ini merupakan salah satu contoh visual storytelling, yang terlihat natural dan disertai efek warna yang sendu dan agak sedikit vintage, sehingga khalayak yang melihat akan merasakan sensasi tersendiri dari seorang bapak yang sedang duduk dan menunggu sesuatu. 

3. Character
Memperlihatkan peran subjek dalam sebuah foto, ilustrasi, dan video. Adanya hal ini akan membuat khalayak akan merasa terinspirasi sehingga khalayak akan memahami makna dalam visual. 

Pemiihan peran subjek dalam sebuah visual didasarkan pada subjek yang sudah ada dalam kehidupan nyata khalayak, contoh peran seorang ayah atau seorang ibu. Selain itu juga bisa menggunakan stereotype yang sudah ada dalam masyarakat. Contoh stereotype adalah ibu yang bekerja sembari menggendong anaknya.

Ilustrasi: kaltim.tribunnews.com
Ilustrasi: kaltim.tribunnews.com
Ini merupakan salah satu contoh character dalam sebuah visual, selain berperan sebagai ibu yang mengurus anak. Namun ibu ini harus bekerja sebagai kuli bangunan sembari menggendong anaknya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x