Mohon tunggu...
nfs.melaa
nfs.melaa Mohon Tunggu... Semangat belajar Istiqomah Ngaji
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Tidak ada hasil yang menghianati usaha :)

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Perkembangan Anak Masa Neonatal, Anak-anak Akhir (Sosial, Emosi, Bahasa, Agama, Moral)

30 November 2020   02:28 Diperbarui: 30 November 2020   02:41 6 2 0 Mohon Tunggu...

Perkembangan Sosial (Neonatal -- anak-anak akhir)

Sejak kecil anak telah belajar cara berperilaku sosial. Perilaku sosial ialah kegiatan yang berhubungan dengan orang lain seperti orang tua atau saudaranya.

Apa yang telah dipelajari anak dari lingkungan

keluarganya turut  mempengaruhi pembentukan perilaku sosialnya.

            Pada masa barulahir anak belajar bahwa menangis membawa perhatian, tersenyum menanggapi senyum orang lain, menanggapi namanya secara sosial. Menurut Erikson, bayi mengembangkan rasa percaya melalui interaksi bayi dengan pengasuhnya terutama ibunya.

            Pada usia 3-5 tahun egosentris, Dia meniru orang tua. Perhatikan perbedaan jenis kelamin dan ketahui jenis kelamin sendiri. Pada usia pra sekolah Menurut teori Erikson : Anak prasekolah berada pada tahap di mana dia mengembangkan rasa inisiatif, dimana dia ingin belajar apa yang harus dilakukan untuk dirinya sendiri, belajar tentang dunia dan orang lain. Pada usia sekolah anak Terus menjadi egosentris, Ingin anak-anak lain bermain dengannya, Bersikeras menjadi yang pertama dalam segala hal, Berorientasi pada teman sebaya, Memiliki pengendalian diri yang lebih besar, percaya diri, tulus, Menghormati orang tua dan peran mereka.

Perkembangan Emosi (Neonatal -- anak-anak akhir)

Emosi ialah suatu keadaan atau perasaan yang ada pada diri individu yang disadari dan diungkapkan melalui wajah atau tindakan.

  • Menurut Elizabeth B. Hurlock (1978:94) emosi anak memiliki karakteristik sebagai berikut :
  • Emosi yang kuat
  • Emosi seringkali tampak
  • Emosi bersifat sementara
  • Reaksi emosi mencerminkan individualitas
  • Emosi berubah kekuatannya
  • Emosi dapat diketahui melalui gejala perilaku.

Perkembangan anak pada usia 2 -- 3 tahun anak Mulai bisa mengungkapkan keinginannya ketika ingin buang air kecil dan buang air besar atau meminta sesuatu. Mulai memahami hak orang lain (harus antri, menunggu giliran). Mulai menunjukkan sikap berbagi, menolong, bekerja bersama. Menyatakan perasaan terhadap anak lain (suka dengan teman karena baik hati, tidak suka karena nakal, dsb.). Berbagi peran dalam suatu permainan (menjadi koki, perawat, pasien, dokter, penjaga toko atau pembeli).

Pada usia 3 -- 4 tahun anak Mulai bisa melakukan buang air kecil tanpa bantuan. Bersabar menunggu giliran. Mulai menunjukkan sikap toleran sehingga dapat bekerja dalam kelompok. Mulai menghargai orang lain. Bereaksi terhadap hal-hal yang dianggap tidak benar (marah apabila diganggu). Mulai menunjukkan ekspresi menyesal ketika melakukan kesalahan.

Pada usia 4 - 6 tahun . anak mulai bisa bersikap mandiri dalam memilih kegiatan. Mau berbagi, menolong, dan membantu teman. Mengendalikan perasaan. Menaati aturan yang berlaku dalam suatu permainan. Menunjukkan rasa percaya diri. Menghargai orang lain. Bersikap kooperatif, Menunjukkan sikap toleran. Mengekspresikan emosi yang sesuai dengan kondisi yang ada (senang-sedih, marah dsb.) Bangga terhadap hasil karya sendiri. mulai belajar dan menjalin hubungan pertemanan yang baik dengan anak lain, bergurau dan melucu serta mulai mampu merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x