Mohon tunggu...
meita suci ramadhani
meita suci ramadhani Mohon Tunggu... Guru Ekonomi pemerhati ekonomi

TTL : Cianjur 6 Mei 1987

Selanjutnya

Tutup

Finansial

Jadi Nasabah yang Cerdas Memilih Jasa Keuangan agar Bisa Membantu Negara Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan

3 Agustus 2019   23:47 Diperbarui: 4 Agustus 2019   00:13 0 1 0 Mohon Tunggu...

Seperti yang dijelaskan dalam website OJK, sistem keuangan merupakan kumpulan lembaga-lembaga keuangan, berbagai kebijakan pemerintah dalam bidang ekonomi keuangan, yang disusun sedemikian rupa untuk memperlancar segala transaksi keuangan yang berlangsung, yang mendukung terjadinya transaksi-transaksi keuangan di suatu negara, demi kemajuan perekonomian negara tersebut.

Sistem keuangan terdiri dari berbagai elemen yaitu otoritas keuangan, sistem perbankan, dan sistem lembaga keuangan bukan bank. Sistem keuangan membantu perekonomian Negara melalui peran perbankan yang menjalankan fungsinya sebagai penghimpun dana dan penyalur dana dalam kegiatan ekonomi makro.

Fungsi perbankan sebagai penyalur dana tercermin dalam produk perbankan seperti produk pembiayaan dan penyaluran kredit. Produk-produk ini merupakan salah satu produk perbankan yang sangat rentan terhadap kondisi ekonomi internal dan eksternal sehingga sangat berisiko, ditambah lagi dengan kecenderungan perilaku perbankan yang berlebihan.

Perilaku yang dimaksud di sini adalah perilaku yang kurang memperhatikan siklus ekonomi, dimana seharusnya lembaga perbankan bisa menyesuaikan diri dengan kondisi siklus ekonomi, yaitu pada saat siklus ekonomi naik Bank bisa menjaga ketersediaan jasa keuangan (produk penyaluran kredit dan pembiayaan) sebagai cadangan pada saat siklus ekonomi mengalami resesi.

Perilaku perbankan yang berlebihan yang tidak sesuai dengan siklus ekonomi inilah yang dapat menyebabkan stabilitas keuangan sebuah Negara menjadi terganggu dan bahkan dapat menyebabkan terjadinya krisis ekonomi.

Stabilitas Sistem Keuangan adalah suatu kondisi dimana mekanisme ekonomi dalam penetapan harga, alokasi dana dan pengelolaan risiko berfungsi secara baik dan mendukung pertumbuhan ekonomi, atau bisa juga diartikan dengan terhindarnya suatu negara dari krisis moneter atau keuangan.

Berdasarkan penjelasan yang dikemukakan dalam websiste bi.go.id, sistem keuangan yang stabil mampu mengalokasikan sumber dana dan menyerap kejutan (shock) yang terjadi sehingga dapat mencegah gangguan terhadap kegiatan sektor riil dan sistem keuangan.

Ketidakstabilan sistem ekonomi seperti ini pernah terjadi pada saat krisis ekonomi di Asia pada tahun 1997/1998 dan krisis global yang menimpa Negara adidaya Amerika Serikat pada tahun 2008. Krisis ekonomi global tahun 2008 bermula pada krisis ekonomi Amerika Serikat ini diawali karena adanya dorongan untuk konsumsi, yaitu pola konsumerisme masyarakat Amerika Serikat yang di luar batas kemampuan pendapatan yang dimilikinya.

Mereka hidup dalam jeratan hutang, belanja dengan kartu kredit, dan kredit perumahan. Lembaga pembiayaan yang memberikan kredit tersebut bangkrut karena kehilangan likuiditasnya, piutang perusahaan kepada para kreditor perumahan telah digadaikan kepada lembaga pemberi pinjaman yang pada akhirnya harus bangkrut karena tidak dapat membayar hutang-hutangnya tersebut.

Menjaga stabilitas sistem keuangan itu diibaratkan seperti menjaga sistem lalu lintas jalan raya, seperti yang dipresentasikan oleh ibu Retno Ponco Windarti selaku Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia yang menjadi pemateri utama dalam kegiatan seminar "Bank Indonesia Nangkring Bareng Blogger dan Mahasiswa" yang bertemakan "Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan" yang diadakan oleh Kompasiana di beberapa kota. 

Dalam ilustrasi tersebut, Ibu Retno menggambarkan bagaimana sebuah kecelakaan yang terjadi di jalan raya yang dampaknya terus menyebar dan menjadi sangat parah (risiko sistemik). Kecelakaan sebuah kendaraan besar yang disebabkan oleh kualitas kendaraan dan supir kendaraan (shock) serta kondisi jalan yang tidak baik (vulnerability), sehingga menyebabkan kecelakaan yang terjadi pada kendaraan itu sendiri, dan bahkan kendaraan lain pun juga ikut merasakan dan mengalami dampak lainnya, seperti kecelakaan beruntun, kemacetan dan lain sebagainya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3