Mohon tunggu...
Meisya Zahida
Meisya Zahida Mohon Tunggu... Perempuan penunggu hujan

Sejatinya hidup adalah perjuangan yang tak sudah-sudah

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Kota yang Lain

5 April 2020   07:14 Diperbarui: 5 April 2020   07:19 37 3 1 Mohon Tunggu...

"Aku akan datang padamu sebagai hidup,
sebagai waktu yang selalu asing"

Ia menyeru hening
Ada kalimat selalu basah
Meminjam mimpi semalam
Di luar hujan turun
Tanda-tanda berjatuhan
"Engkaukah pujaan?"

Di langit, subuh menggantung
Para bidadari bergantian menerima wahyu
Buku-buku waktu
Sepanjang perjalanan berkelebat
Antara dua warna hitam dan putih

"Aku tak pernah ingin menghilangkan sebab,
karena perjumpaan adalah permulaan"

Ia menghirup udara
Memeluk dingin dengan air mata
Pagi yang buram
"Apa kabar engkau di sana?"

Hanya kesiur angin
Kejauhan tak terpandang
Rindu tiada berkesudahan

"Biarlah waktu mencari jawab, kotamu
dan kotaku tetaplah khatulistiwa meski
tak bernama"

Madura, 05042020

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x