Kesehatan

Nursing Festival UPH, Kesehatan sebagai Hak Asasi Manusia

17 Mei 2018   07:48 Diperbarui: 17 Mei 2018   07:56 462 0 0
Nursing Festival UPH, Kesehatan sebagai Hak Asasi Manusia
Mahasiswa Nursing UPH Menampilkan Teatrikal Bertemakan Akses Kesehatan yang Belum dapat Dirasakan Merata

Upaya untuk membuat setiap orang menyadari bahwa kesehatan merupakan Hak Asasi Manusia (HAM) tanpa memandang siapa pun dilakukan Fakultas Keperawatan UPH melalui acara tahunan besarnya, NURFEST 2018 (Nursing Festival). NURFEST berlangsung pada 14-18 Mei 2018 di Gedung Fakultas Kedokteran (FK) UPH dengan tema 'Nurses A Voice to Lead -- Health is a Human Right.  Acara ini juga sekaligus memperingatiHari Keperawatan Internasional yang jatuh setiap tanggal 12 Mei.

Dalam acara tahunan ini terdapat lomba yang melibatkan lebih dari 1.000 partisipan yang tidak hanya dari UPH tapi juga dari luar UPH seperti Universitas Kristen Indonesia (UKI), STIKES William Booth Surabaya, dan Fakultas Keperawatan Universitas Indonesia. Tahun 2018 sendiri menjadi tahun ketiga bagi NURFEST dalam mengadakan kompetisi yang melibatkan partisipan eksternal.

"Seperti biasa untuk tahun ini kami juga mengambil tema besar dari International Council of Nurses (ICN) 2018 yaitu 'Nurses A Voice to Lead -- Health is a Human Right' supaya kita sejalan. Tujuannya sendiri agar setiap masyarakat menyadari bahwa kesehatan merupakan hak setiap orang tanpa membedakan status, suku, ras, dan sebagainya. Sebagai calon perawat kita harus memahami ini sebagai dasar kita melayani pasien. 

Kita ingin agar kita sebagai calon perawat, nanti ketika sudah bekerja dan melayani dapat melakukan tindakan keperawatan sesuai dengan standar hak asasi manusia" ungkap  Riris Maranatha Hutapea, FoN UPH 2016.

Terkait tema ini, Christine L. Sommers, MN, RN, CNE - Dekan Eksekutif FoN UPH juga menyatakan bahwa perawat harus berkontribusi dalam menyuarakan bahwa setiap individu memiliki akses dan fasilitas kesehatan yang sama.

"Akses seseorang mendapat pelayanan kesehatan yang terjangkau merupakan bagian yang terpenting untuk mencegah suatu penyakit.  Untuk memastikan setiap orang mendapat akses kesehatan, maka perawat harus mampu bersuara bahwa kesehatan adalah hak semua orang. Semua individu tanpa terkecuali harus bisa mendapat akses kesehatan. Kita harus berani berkontribusi untuk mempengaruhi kebijakan, mentransformasi sistem kesehatan. 

Namun sebelum bicara kesehatan sebagai hak, pertama-tama kita harus memahami makna kesehatan. Kesehatan lebih dari sekedar ketiadaan kesakitan, tapi kesehatan artinya kondisi yang dinamis. Kondisi dinamis artinya keadaan individu yang mampu untuk mengelola potensi dan sumber daya yang mereka miliki, untuk mencapai keseimbangan dimensi fisik, psiko-sosial, dan spiritual," jelas Christine.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, kompetisi di NURFEST 2018 ini lebih dititikberatkan pada nilai akademisnya yaitu melalui kegiatan Karya Tulis Ilmiah yang baru diadakan pertama kali, lalu Lomba Cerdas Cermat, dan Kompetisi Debat. Disamping itu panitia juga tetap menghadirkan kegiatan lain yang sifatnya non-akademis, yaitu melalui Blood Donation,FoN Got Talent untuk menggali potensi mahasiswa FoN UPH, lalu tayangan short movie, teater musikal, dan musikalisasi puisi.

Riris sebagai ketua panitia menekankan, baik kegiatan akademis dan non akademis, semuanya berjalan sesuai dengan tema besar yaitu Health asHuman Right. Sebagai contoh penampilan mahasiswa FoN UPH dalam teater musikal yang bercerita keadaan di Indonesia dimana tidak semua masyarakat mendapatkan fasiltas setara dalam pelayanan kesehatan karena terhalang oleh 4 masalah utama yaitu akses ekonomi yang kurang, adanya diskriminasi, keterbatasan fisik, dan kurangnya informasi yang diperoleh oleh masyarakat di beberapa daerah di Indonesia, sehingga membuat mereka mencari pengobatan alternative lain yang tidak terjamin.

Melalui kegiatan ini, baik dosen maupun anggota fakultas lainnya berharap agar semangat perawat yang mau melayani dengan hati, mau  mengutamakan hak setiap orang untuk mendapatkan akses pelayanan kesehatan, semakin tertanam dalam diri mahasiswa sebagai calon perawat. Sehingga kedepannya para perawat Indonesia, khususnya lulusan FoN UPH memiliki kualitas terbaik. (mt)